Logo Universitas STEKOM
MENU
Bukan untuk Dimiliki, Hanya untuk Menyadarkan Hati
Move On & Healing 271 views

Bukan untuk Dimiliki, Hanya untuk Menyadarkan Hati

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Move On & Healing

Published

calendar_today 4 Agustus 2025

Ada masa-masa dalam hidup di mana kita merasa sepi, walau ramai. Kosong, meski terlihat sibuk. Di tengah hari yang sibuk atau malam yang panjang, datanglah seseorang, entah dari mana, mengetuk pintu hati tanpa permisi. Ia tidak sempurna, bahkan bisa jadi bukan yang kita harapkan, tapi ia hadir, dan itu cukup untuk membuat hidup yang muram tampak sedikit lebih berwarna.

Tak selalu jelas mengapa seseorang datang begitu saja. Mungkin bukan untuk menetap, bukan untuk bersama selamanya. Tapi untuk membuktikan satu hal sederhana: bahwa hati kita masih bisa berdebar, masih bisa hangat, meski pernah beku oleh luka-luka lama.

Wajahnya Biasa, Tapi Kedatangannya Tak Pernah Biasa

Ia bukan tokoh utama dalam novel hidupmu. Ia mungkin bukan yang pertama kau cari saat pagi datang, tapi lambat laun, suaranya menjadi nyaman, caranya tertawa menjadi candu, dan kehadirannya menjadi rumah dalam diam. Kau mulai lupa bahwa ia datang hanya sebentar.

Kau mulai menyusun harapan, pelan tapi pasti. Kau mulai membayangkan jalan yang bisa kalian lalui berdua. Tapi sayang, langit tak selalu cerah hanya karena kita menginginkannya. Ada awan yang datang tanpa aba-aba, dan hujan yang turun sebelum sempat kita berteduh.

Ia Pergi, Bukan Karena Benci, Tapi Karena Bukan Takdirnya Tinggal

Lalu pada suatu pagi yang tak ada firasat, ia pergi. Bukan marah, bukan pula karena bosan. Ia hanya tahu, bahwa perannya sudah selesai. Dan engkau, meski tak rela, tak bisa memintanya kembali. Takdir sudah memberi tanda, bahwa kali ini bukan tentang "memiliki", tapi "memahami".

Engkau diam. Dunia tetap berputar, orang-orang tetap berbicara, namun hatimu tahu, “sesuatu telah patah di dalam. Bukan karena cinta tak dibalas, tapi karena harap tak berbalas tinggal.”

Terima Kasih, Telah Menyadarkan Aku

Kini, engkau tak lagi marah. Tidak juga kecewa. Sebab waktu mengajarkan, tidak semua kehadiran harus berakhir dalam genggaman. Ada yang datang hanya untuk menyadarkan, bahwa engkau masih hidup, masih merasa, masih bisa mencintai.

Dan bukankah itu cukup indah untuk dikenang?

 

A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.