Fase Dimana Hati Terlalu Mudah Bergetar
Ada masa di mana seseorang hanya perlu bilang, “Hehe, kamu lucu,” dan kamu langsung rebahan sambil peluk bantal. Namanya: butterfly era. Masa pendekatan yang bikin semua jadi lebay tapi lucu.
Misalnya:
- Cuma dibilang “semangat ya hari ini” bisa discreenshot dan dikirim ke sahabat.
- Salah ketik jadi “aku sayag kamu” malah dibales pakai emot love.
- Dipanggil nama doang tapi nadanya beda? Auto overthinking positif.
Kenapa Bisa Salting Padahal Cuma Hal Kecil?
Karena di butterfly era, kamu belum tahu apa-apa soal orang itu—jadi segala gestur dianggap spesial. Kamu belum kecewa, belum ilfil, dan belum capek jaga perasaan. Yang kamu punya cuma harapan dan imajinasi “mungkin dia juga suka”.
Tapi Justru Itu Indahnya
Fase ini, meskipun absurd, adalah waktu terbaik buat ngerasain hal-hal kecil. Waktu di mana kamu bisa salting cuma karena notif IG muncul namanya. Bahkan kalau dia nonton story kamu 3 detik setelah upload, rasanya kayak mau daftar nikah online.
Nikmati, Tapi Tetap Sadar
Butterfly era sah-sah aja kamu nikmatin. Tapi jangan sampai kelelep. Ingat, salting boleh, baper secukupnya. Karena cinta itu bukan cuma tentang deg-degan, tapi juga tentang sadar arah.
Kesimpulan:
Di butterfly era, hal sekecil emoji bisa bikin kamu ngerasa di-approve secara emosional. Nikmati, tertawakan, dan jangan lupa dokumentasikan—biar suatu saat kamu bisa bilang: “Gila, gue pernah senyum cuma karena satu kata: ‘Hmm’.”
About the Author
Ambar Arum Putri Hapsari
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.