Cara Menghindari FOMO dan Belanja Hanya karena Mengikuti Tren
Gusti Ayu Tita P
8 September 2026
Perkembangan media sosial membuat berbagai tren dapat menyebar dengan sangat cepat. Seseorang dapat melihat pakaian, gadget, makanan, atau barang tertentu yang sedang populer dan merasa ingin memilikinya. Kondisi tersebut dapat memicu FOMO atau rasa takut tertinggal dari tren yang sedang diikuti banyak orang. Jika tidak dikendalikan, FOMO dapat mendorong seseorang melakukan pembelian yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Mengikuti tren bukan sesuatu yang selalu salah. Namun, keputusan berbelanja sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan. Seseorang perlu belajar membedakan antara barang yang memang diperlukan dan barang yang hanya menarik karena sedang populer. Dengan kebiasaan Belanja Bijak, pengeluaran dapat lebih terkontrol tanpa harus merasa tertinggal.
PAHAMI PENYEBAB MUNCULNYA FOMO
FOMO dapat muncul ketika seseorang merasa harus mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh orang lain. Media sosial sering membuat seseorang melihat berbagai tren dalam waktu yang singkat. Melihat teman atau tokoh tertentu menggunakan suatu produk dapat menimbulkan keinginan untuk memiliki barang yang sama. Jika tidak disadari, perasaan tersebut dapat memengaruhi keputusan belanja.
Penting untuk memahami bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan kebutuhan sebenarnya. Seseorang mungkin hanya melihat bagian tertentu dari kehidupan orang lain tanpa mengetahui kondisi secara keseluruhan. Karena itu, jangan menjadikan aktivitas orang lain sebagai ukuran untuk menentukan apa yang harus dibeli. Kesadaran terhadap penyebab FOMO dapat membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih tenang.
BEDAKAN KEBUTUHAN DARI KEINGINAN
Sebelum membeli barang yang sedang tren, tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika barang tersebut dapat menunjang aktivitas penting dan memang belum dimiliki, pembelian mungkin memiliki alasan yang jelas. Sebaliknya, jika barang hanya menarik karena sedang populer, sebaiknya pertimbangkan kembali. Pertanyaan sederhana dapat membantu mengurangi pembelian yang dilakukan secara spontan.
Seseorang juga dapat membuat daftar kebutuhan sebelum berbelanja. Barang yang termasuk kebutuhan utama sebaiknya mendapatkan prioritas dibandingkan barang yang hanya diinginkan. Cara ini dapat membantu menjaga Keuangan Pribadi agar tidak mudah terpengaruh oleh tren. Dengan menentukan prioritas, keputusan belanja menjadi lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
JANGAN TERBURU-BURU MEMBELI BARANG YANG SEDANG TRENDING
Tren sering berubah dalam waktu singkat sehingga keputusan membeli sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Berikan waktu untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut masih diinginkan setelah beberapa hari. Jika keinginan berkurang, kemungkinan pembelian sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh dorongan sesaat. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.
Promosi dengan batas waktu tertentu juga dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli. Padahal, tidak semua penawaran harus dimanfaatkan. Sebelum melakukan transaksi, periksa kembali fungsi, harga, kualitas, dan kebutuhan terhadap barang tersebut. Kebiasaan menunda pembelian dapat menjadi bagian dari Pengelolaan Uang yang lebih sehat.
BATASI PENGARUH MEDIA SOSIAL
Media sosial dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat, tetapi juga dapat memengaruhi pola konsumsi. Jika seseorang terlalu sering melihat konten promosi atau rekomendasi produk, keinginan untuk berbelanja dapat meningkat. Karena itu, penting untuk mengatur cara menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tren. Mengikuti akun yang memberikan informasi edukatif dapat menjadi salah satu pilihan.
Seseorang juga dapat mengurangi paparan terhadap konten yang membuatnya terus ingin membeli sesuatu. Tidak semua produk yang muncul di media sosial harus dimiliki. Dengan lebih selektif dalam menerima informasi, seseorang dapat membuat keputusan berdasarkan kebutuhan sendiri. Hal ini dapat membantu membangun Kebiasaan Belanja yang lebih sadar.
BUAT ANGGARAN DAN TETAPKAN BATAS BELANJA
Anggaran dapat membantu seseorang mengetahui berapa banyak uang yang boleh digunakan untuk berbelanja. Tentukan terlebih dahulu dana untuk kebutuhan utama, tabungan, dan keperluan lainnya. Setelah itu, jika masih ada dana yang tersedia, sebagian dapat digunakan untuk memenuhi keinginan secara wajar. Dengan batas yang jelas, seseorang tidak mudah menggunakan uang melebihi kemampuan.
Batas belanja juga dapat membantu seseorang tetap menikmati tren tanpa kehilangan kendali. Tidak masalah membeli sesuatu yang disukai selama pembelian tersebut sesuai dengan anggaran dan tidak mengganggu kebutuhan utama. Prinsipnya bukan menghindari semua tren, tetapi membuat keputusan berdasarkan kemampuan dan prioritas. Dengan cara tersebut, Belanja Bijak dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
KESIMPULAN
Cara menghindari FOMO dan belanja hanya karena mengikuti tren dapat dimulai dengan memahami penyebab FOMO, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak terburu-buru melakukan pembelian. Pengaruh media sosial juga perlu dikendalikan agar keputusan belanja tidak hanya mengikuti apa yang sedang populer. Membuat anggaran dan menetapkan batas pengeluaran dapat membantu menjaga kondisi keuangan. Dengan lebih sadar dalam mengambil keputusan, seseorang tetap dapat menikmati tren tanpa melakukan pembelian yang tidak diperlukan.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.