University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 9 views

Cara Menyusun Draf Bab Pertama Skripsi

W

Wizdan Ulum

18 September 2026

Bagikan:
Cara Menyusun Draf Bab Pertama Skripsi

Menyusun draf bab pertama skripsi adalah langkah awal yang sangat menentukan kualitas keseluruhan karya ilmiah mahasiswa. Bab pertama merupakan fondasi utama yang menjelaskan arah penelitian, alasan pemilihan topik, serta batasan pembahasan yang akan dikaji. Oleh karena itu, penyusunan draf Bab I tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus mengikuti kaidah akademik yang berlaku di lingkungan perkuliahan.

Dalam konteks perkuliahan, Bab I skripsi berfungsi sebagai pengantar yang menjembatani pembaca untuk memahami permasalahan penelitian secara utuh. Draf yang tersusun dengan baik akan membantu dosen pembimbing menilai kelayakan topik sekaligus memudahkan mahasiswa dalam mengembangkan bab-bab selanjutnya.

 

Memahami Fungsi Bab Pertama dalam Skripsi

Bab pertama skripsi merupakan bagian yang menjelaskan latar belakang pemikiran penulis dalam mengangkat suatu topik penelitian. Pada bagian ini, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan urgensi penelitian secara logis dan sistematis. Bab pertama skripsi juga berfungsi untuk memberikan gambaran umum mengenai masalah, tujuan, serta manfaat penelitian bagi dunia akademik maupun praktis. Pemahaman terhadap fungsi ini penting agar draf yang disusun tidak keluar dari konteks ilmiah. Kesalahan umum yang sering terjadi ialah memasukkan pembahasan teori secara mendalam, padahal bagian tersebut seharusnya ditempatkan pada bab tinjauan pustaka.

 

Menyusun Latar Belakang Masalah secara Deduktif

Latar belakang masalah merupakan inti dari Bab I skripsi. Penulisannya harus dimulai dari gambaran umum, kemudian mengerucut pada permasalahan khusus yang akan diteliti. Penyusunan latar belakang masalah yang deduktif membantu pembaca memahami alur berpikir peneliti secara runtut dan objektif.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun latar belakang antara lain:

  • Kondisi ideal yang seharusnya terjadi
  • Fakta atau kondisi aktual di lapangan
  • Kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas
  • Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut

Dengan struktur tersebut, latar belakang akan terasa lebih argumentatif dan akademis.

 

Merumuskan Identifikasi dan Rumusan Masalah

Setelah latar belakang disusun, langkah selanjutnya adalah merumuskan identifikasi dan rumusan masalah. Rumusan masalah skripsi merupakan pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui proses ilmiah. Rumusan ini harus jelas, spesifik, dan relevan dengan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya. Identifikasi masalah berfungsi untuk memetakan berbagai persoalan yang muncul, sedangkan rumusan masalah memilih fokus utama yang akan diteliti. Hindari rumusan yang terlalu luas karena dapat menyulitkan proses penelitian.

 

Menetapkan Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian merupakan jawaban awal atas rumusan masalah yang telah disusun. Tujuan penelitian skripsi harus ditulis secara singkat, jelas, dan terukur. Umumnya, tujuan penelitian dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus agar lebih sistematis. Selain tujuan, manfaat penelitian juga perlu dijelaskan secara proporsional. Manfaat ini dapat dibagi menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Penjelasan manfaat yang tepat akan memperkuat nilai akademik penelitian serta menunjukkan kontribusi nyata dari skripsi yang disusun.

 

Menentukan Batasan dan Sistematika Penulisan

Batasan masalah bertujuan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian agar pembahasan tidak melebar. Batasan masalah skripsi membantu peneliti tetap fokus pada topik yang telah ditetapkan sejak awal. Batasan ini biasanya mencakup objek penelitian, variabel yang dikaji, serta periode waktu tertentu. Sistematika penulisan juga perlu dicantumkan pada akhir Bab I. Bagian ini menjelaskan secara singkat isi dari setiap bab dalam skripsi, sehingga pembaca memperoleh gambaran alur penulisan secara keseluruhan.

 

Menyusun draf bab pertama skripsi memerlukan pemahaman yang baik terhadap fungsi dan struktur Bab I dalam karya ilmiah. Dengan menyusun latar belakang secara deduktif, merumuskan masalah yang jelas, menetapkan tujuan dan manfaat penelitian, serta menentukan batasan pembahasan, mahasiswa dapat menghasilkan draf Bab I yang sistematis dan akademis. Draf yang kuat akan mempermudah proses bimbingan dan menjadi pijakan penting dalam penyusunan skripsi secara menyeluruh.

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles