Hari Aksara Internasional, Memahami Pentingnya Literasi untuk Masa Depan
Wizdan Ulum
7 September 2026
Hari Aksara Internasional diperingati setiap tahun pada 8 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, serta menggunakan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa literasi merupakan bagian penting dari hak setiap manusia. Kemampuan literasi tidak hanya membantu seseorang memperoleh pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta mengambil keputusan yang lebih baik.
Sejarah Hari Aksara Internasional
Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perhatian dunia terhadap persoalan buta aksara dan akses pendidikan. Gagasan untuk menjadikan literasi sebagai perhatian global semakin kuat pada dekade 1960-an, ketika banyak negara masih menghadapi tantangan dalam menyediakan pendidikan dasar bagi seluruh masyarakat. Pada 14 Oktober 1966, UNESCO melalui Konferensi Umum ke-14 secara resmi memproklamasikan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Peringatan tersebut kemudian pertama kali dirayakan pada 8 September 1967. Sejak saat itu, Hari Aksara Internasional diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah mengenai pentingnya literasi.
Penetapan tanggal 8 September juga memiliki latar belakang khusus. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari ketika Konferensi Menteri Pendidikan tentang Penghapusan Buta Huruf diselenggarakan di Teheran, Iran, pada 1965. Konferensi tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam meningkatkan perhatian internasional terhadap persoalan buta huruf dan kebutuhan untuk memperluas kesempatan pendidikan. Sejak pertama kali diperingati, Hari Aksara Internasional tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Literasi kemudian dipandang sebagai kemampuan yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga kemampuan seseorang dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.
Setiap tahun, UNESCO juga mengangkat tema tertentu untuk memperingati Hari Aksara Internasional. Tema tersebut digunakan untuk menyoroti berbagai persoalan literasi yang sedang dihadapi dunia sekaligus mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi, dan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan literasi. Hingga saat ini, Hari Aksara Internasional menjadi salah satu momentum penting dalam agenda pendidikan global. Peringatan ini mengingatkan bahwa kemampuan literasi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia dan memiliki peran besar dalam membuka akses terhadap pendidikan, pekerjaan, informasi, serta berbagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Hari Aksara Internasional 2026
Pada 2026, Hari Aksara Internasional memasuki peringatan ke-60. UNESCO mengangkat tema Literacy for people, the planet and prosperity yang menyoroti peran literasi dalam mendorong inklusi, mendukung masa depan berkelanjutan, serta memperluas kesempatan bagi masyarakat dalam kehidupan dan perekonomian. Peringatan global tahun ini diselenggarakan pada 8 hingga 9 September 2026 di Chiapas, Meksiko, bekerja sama dengan pemerintah Meksiko.
Agenda tersebut juga mencakup pemberian UNESCO International Literacy Prizes untuk memberikan penghargaan kepada berbagai program literasi yang dinilai memberikan kontribusi penting. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan literasi selama beberapa dekade dan mencari pendekatan baru dalam menghadapi tantangan yang muncul di tengah perubahan dunia.
BACA JUGA: Ucapan Selamat Hari Aksara Internasional 2026, Tingkatkan Literasi untuk Masa Depan
Mengapa Literasi Sangat Penting
Literasi merupakan kemampuan dasar yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mudah memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi. Literasi juga menjadi dasar untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan lainnya. Dalam dunia pendidikan, kemampuan membaca dan memahami informasi membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.
Di kehidupan sehari-hari, literasi dapat membantu seseorang untuk memahami informasi kesehatan, mengelola keuangan, mengetahui hak dan kewajiban, hingga menentukan pilihan berdasarkan informasi yang dapat dipercaya. UNESCO mencatat bahwa pada 2024 masih terdapat setidaknya 739 juta anak muda dan orang dewasa di dunia yang belum memiliki kemampuan literasi dasar. Selain itu, sekitar empat dari sepuluh anak belum mencapai kemampuan minimum dalam membaca. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan literasi masih menjadi tantangan global dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Literasi di Era Digital
Perkembangan teknologi membuat makna literasi menjadi semakin luas. Literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara bijak.
Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui media sosial, situs web, aplikasi, dan berbagai platform digital. Namun, banyaknya informasi yang tersedia juga menghadirkan tantangan baru berupa informasi yang tidak akurat, misinformasi, dan konten yang menyesatkan.
Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi semakin penting. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang dapat dipercaya dari informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Cara Memperingati Hari Aksara Internasional
Peringatan Hari Aksara Internasional tidak harus dilakukan melalui kegiatan besar. Setiap orang dapat ikut berkontribusi melalui kebiasaan sederhana yang mendukung budaya literasi.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
- Membiasakan membaca buku, artikel, atau sumber informasi terpercaya.
- Berbagi pengetahuan dengan orang lain melalui kegiatan belajar bersama.
- Mengajarkan kemampuan membaca dan menulis kepada anak atau masyarakat yang membutuhkan.
- Meningkatkan literasi digital dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
- Mendukung kegiatan pendidikan dan literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih gemar belajar dan terbuka terhadap pengetahuan.
Menjadikan Literasi sebagai Kebiasaan
Hari Aksara Internasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa belajar dan meningkatkan kemampuan literasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang kehidupan. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, kemampuan memahami informasi menjadi semakin penting.
Masyarakat yang memiliki literasi baik akan lebih siap menghadapi perubahan dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia. Karena itu, peringatan Hari Aksara Internasional 2026 dapat menjadi momentum untuk kembali membangun kebiasaan membaca, belajar, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Dengan literasi yang semakin kuat, masyarakat dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
About the Author
Wizdan Ulum
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.