Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas jaringan kolaborasi internasional untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi. Upaya tersebut kembali diwujudkan melalui pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Brasil untuk Indonesia George Monteiro Prata serta perwakilan dari State University of Campinas (Unicamp) pada Jumat (12/6).
Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama pendidikan tinggi dan riset antara Indonesia dan Brasil, terutama pada sektor semikonduktor, teknik kedirgantaraan (aerospace), dan biofuel yang menjadi bidang strategis dalam pengembangan talenta nasional.
Fokus Pengembangan Talenta Semikonduktor
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral yang terus berkembang antara Indonesia dan Brasil. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi kedua negara dapat menghasilkan program yang lebih produktif dan berdampak nyata.
Sebagai langkah awal, pihak Brasil melalui Unicamp menyatakan kesiapannya untuk menerima hingga 10 mahasiswa pascasarjana Indonesia yang akan menempuh pendidikan di bidang semikonduktor dan sirkuit terpadu. Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditunjuk sebagai focal point pelaksanaan.
Menurut Duta Besar George Monteiro Prata, program tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencetak talenta yang mampu mendukung perkembangan industri teknologi tinggi di masa depan.
Peluang Double Degree dan Riset Bersama
Perwakilan Unicamp, Marco Roberto Cavallari, menjelaskan bahwa program yang tengah disiapkan mencakup pengiriman mahasiswa magister dan doktoral Indonesia ke Brasil. Bidang yang menjadi fokus meliputi microfabrication, integrated circuit design, dan material science.
Selain pendidikan pascasarjana, kedua institusi juga membuka peluang pengembangan program double degree antara Unicamp dan ITB. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan dan riset berstandar internasional.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Brian menyambut positif peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pengembangan riset kolaboratif antar perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama tersebut memungkinkan profesor dari Indonesia dan Brasil menjadi pembimbing bersama bagi mahasiswa serta membuka kesempatan bagi dosen Indonesia untuk melakukan riset bersama di Brasil.
Kerja Sama Aerospace dan Biofuel
Selain semikonduktor, pembahasan juga mencakup sektor aerospace dan biofuel yang dinilai memiliki prospek besar bagi pengembangan industri nasional. Pemerintah Brasil mengungkapkan bahwa saat ini tengah dijajaki berbagai kemitraan dengan institusi pendidikan dan industri strategis, termasuk perusahaan dirgantara ternama Embraer. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengembangan talenta Indonesia di bidang kedirgantaraan dan energi terbarukan. Kolaborasi ini menjadi langkah penting mengingat kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi industri dan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
Percepatan Perjanjian Bilateral Pendidikan
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, Indonesia dan Brasil juga mendiskusikan percepatan penyelesaian perjanjian bilateral di bidang pendidikan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Perjanjian tersebut diharapkan menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan berbagai program kerja sama, mulai dari mobilitas mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, hingga penguatan kapasitas talenta pada bidang strategis seperti semikonduktor, aerospace, dan biofuel. Dengan adanya payung kerja sama yang lebih kuat, peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset kedua negara diperkirakan akan semakin luas.
Kerja sama antara Indonesia dan Brasil menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan riset di bidang teknologi strategis. Program pendidikan pascasarjana, peluang double degree, riset bersama, serta kolaborasi pada sektor semikonduktor, aerospace, dan biofuel diharapkan mampu meningkatkan daya saing talenta Indonesia di tingkat global sekaligus mendukung pembangunan industri berteknologi tinggi di masa depan.
Sumber Berita:
Bahas Kerjasama Riset Semikonduktor dan Biofuel, Mendiktisaintek Terima Kunjungan Duta Besar Brasil
About the Author
Wizdan Ulum
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.