University of Science and Computer Technology
MENU
Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Riset Nanoteknologi untuk Tingkatkan Daya Saing Penelitian
Informasi 26 views

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Riset Nanoteknologi untuk Tingkatkan Daya Saing Penelitian

W

Wizdan Ulum

Informasi

Published

calendar_today 2 Juli 2026

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kerja sama riset internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia. Salah satu langkah yang tengah dikembangkan ialah memperluas kolaborasi dengan ISIS Neutron and Muon Source, pusat riset neutron dan muon terkemuka di Inggris.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Direktur ISIS Neutron and Muon Source Philip King di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi riset antara Indonesia dan Inggris sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi akademisi Indonesia terhadap fasilitas penelitian berskala internasional.

Membuka Akses Peneliti Indonesia ke Fasilitas Riset Kelas Dunia

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi dosen, peneliti, hingga mahasiswa Indonesia. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan akses terhadap fasilitas riset milik ISIS Neutron and Muon Source yang dikenal sebagai salah satu pusat penelitian neutron dan muon terbesar di dunia. Melalui akses tersebut, para peneliti Indonesia diharapkan dapat melakukan eksperimen dengan teknologi mutakhir, memperluas jejaring ilmiah internasional, serta meningkatkan kualitas publikasi dan inovasi yang dihasilkan.

Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh ISIS Neutron terhadap pengembangan kapasitas peneliti Indonesia. Menurutnya, kolaborasi internasional merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu penelitian sekaligus memberikan pengalaman riset bertaraf global kepada generasi peneliti muda. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong semakin banyak peneliti Indonesia agar dapat berpartisipasi dalam program-program kerja sama tersebut.

BRIN Sebut Puluhan Mahasiswa Sudah Manfaatkan Program

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut menjelaskan perkembangan kolaborasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, mengungkapkan bahwa lebih dari 90 peneliti Indonesia telah memanfaatkan fasilitas riset ISIS Neutron, termasuk sekitar 39 mahasiswa jenjang magister dan doktor yang melakukan eksperimen untuk mendukung penelitian mereka. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kerja sama yang telah berjalan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset dan teknologi.

BACA JUGA: Kemdiktisaintek dan Yaman Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset, Fokus Tingkatkan Kolaborasi STEM

Indonesia Dinilai Menjadi Mitra yang Berkembang Pesat

Direktur ISIS Neutron and Muon Source, Philip King, menilai Indonesia menjadi salah satu negara mitra dengan perkembangan yang sangat pesat dalam memanfaatkan fasilitas riset berskala besar. Menurutnya, sejak kerja sama dimulai, Indonesia telah mengajukan ratusan proposal penelitian dari berbagai perguruan tinggi maupun lembaga riset. Tingginya antusiasme tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan peneliti Indonesia terhadap infrastruktur penelitian berstandar internasional. Philip juga menilai program ini berhasil mencetak peneliti yang tetap berkarya di Indonesia namun memiliki pengalaman riset global (locally affiliated, globally experienced), sehingga dapat memperkuat kapasitas penelitian nasional dalam jangka panjang.

Peluang Kolaborasi pada Berbagai Bidang Strategis

Selain membahas pemanfaatan fasilitas riset, kedua pihak juga mengeksplorasi peluang kerja sama pada berbagai bidang strategis. Beberapa sektor yang menjadi perhatian meliputi material maju, katalisis, energi, kesehatan, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam penelitian sains. Pembahasan juga mencakup peningkatan mobilitas peneliti, penyelenggaraan konferensi ilmiah internasional di Indonesia, serta penguatan kolaborasi yang mendukung hilirisasi hasil riset menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa kementerian siap memperkuat sinergi dengan ISIS Neutron maupun BRIN melalui berbagai program kemitraan internasional yang telah berjalan. Menurutnya, masih terdapat banyak peluang untuk memperluas kerja sama, mulai dari pengembangan program doktoral, kolaborasi dengan universitas-universitas di Inggris, riset berbasis AI, hingga penyelenggaraan forum ilmiah internasional.

Komitmen Mendorong Ekosistem Riset Nasional

Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperluas jaringan kerja sama internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekosistem riset nasional. Kolaborasi dengan berbagai pusat penelitian kelas dunia diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia serta meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

 

Kerja sama antara Kemdiktisaintek, BRIN, dan ISIS Neutron and Muon Source menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset Indonesia. Dengan semakin luasnya akses terhadap fasilitas penelitian berkelas dunia, peneliti Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi berkualitas, memperluas kolaborasi internasional, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi kemajuan nasional.

Sumber Berita:

Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Kolaborasi Riset Nanoteknologi dan Material Indonesia–Inggris

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.