University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 28 views

Kapan Pansos Mulai Terlihat Berlebihan?

G

Gusti Ayu Tita P

24 September 2026

Bagikan:
Kapan Pansos Mulai Terlihat Berlebihan?

Pansos atau panjat sosial dapat dilakukan ketika seseorang ingin mendapatkan perhatian, memperluas relasi, atau meningkatkan popularitas melalui hubungan sosial. Di media sosial, perilaku tersebut dapat terlihat dari cara seseorang menampilkan kedekatan dengan orang yang lebih dikenal. Pansos mulai terlihat berlebihan ketika perhatian terhadap popularitas menjadi lebih penting daripada hubungan yang sebenarnya.

Namun, tidak semua aktivitas bersama orang populer dapat disebut pansos. Pertemanan, pekerjaan, atau kegiatan tertentu dapat membuat seseorang sering terlihat bersama figur yang dikenal. Karena itu, penting melihat pola perilaku dan konteksnya sebelum menilai bahwa seseorang melakukan pansos secara berlebihan.

TERLALU SERING MENAMPILKAN KEDEKATAN

Pansos dapat terlihat berlebihan ketika seseorang terus-menerus menampilkan kedekatan dengan orang tertentu hanya untuk mendapatkan perhatian. Hampir setiap aktivitas bersama dapat dijadikan konten dan ditampilkan kepada publik. Jika dilakukan berulang kali, audiens dapat melihat pola tersebut sebagai usaha mencari sorotan.

Menampilkan kebersamaan sebenarnya merupakan hal yang wajar di media sosial. Namun, frekuensi yang terlalu tinggi dapat membuat konten terasa kurang alami. Terutama jika hubungan tersebut lebih sering ditampilkan untuk mendapatkan perhatian daripada membagikan pengalaman yang memang relevan.

SELALU MENCARI PERHATIAN DARI FIGUR POPULER

Tanda lainnya adalah ketika seseorang hampir selalu berusaha berada di sekitar orang yang memiliki popularitas tinggi. Tujuannya dapat terlihat dari bagaimana seseorang terus mencari kesempatan untuk tampil bersama figur tersebut. Perilaku ini dapat membuat hubungan sosial terlihat lebih berorientasi pada popularitas.

Hubungan yang sehat tidak seharusnya hanya bergantung pada seberapa terkenal seseorang. Jika perhatian hanya diberikan kepada orang yang dianggap dapat meningkatkan eksistensi, hubungan tersebut dapat terlihat kurang seimbang. Karena itu, penting membangun interaksi berdasarkan hubungan yang wajar dan saling menghargai.

MENGABAIKAN HUBUNGAN YANG SEBENARNYA

Pansos mulai menjadi berlebihan ketika seseorang lebih mementingkan hubungan yang terlihat menarik di media sosial daripada hubungan yang benar-benar dekat. Misalnya, seseorang lebih aktif mencari perhatian dari orang populer tetapi mengabaikan teman yang selama ini mendukungnya.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial. Teman atau orang terdekat dapat merasa kurang dihargai ketika seseorang hanya memperhatikan hubungan yang memberikan keuntungan tertentu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membuat hubungan menjadi renggang.

TERLALU BERGANTUNG PADA VALIDASI

Pansos juga dapat terlihat berlebihan ketika seseorang terlalu bergantung pada respons dan pengakuan dari orang lain. Jumlah komentar, tanda suka, atau perhatian dari pengguna media sosial kemudian dijadikan ukuran untuk merasa dihargai. Jika perhatian berkurang, seseorang mungkin merasa perlu melakukan lebih banyak hal untuk mendapatkannya kembali.

Validasi sosial memang dapat memberikan rasa senang atau percaya diri dalam situasi tertentu. Namun, menjadikannya sebagai satu-satunya ukuran keberhargaan diri dapat membuat seseorang semakin bergantung pada perhatian publik. Karena itu, kepercayaan diri sebaiknya tidak hanya dibangun dari respons media sosial.

MENGGUNAKAN HUBUNGAN HANYA UNTUK POPULARITAS

Pansos dapat dianggap berlebihan ketika hubungan dengan orang lain lebih banyak digunakan sebagai alat untuk mendapatkan popularitas. Interaksi yang seharusnya memiliki nilai sosial justru hanya dilihat dari keuntungan yang dapat diperoleh. Hal ini dapat membuat hubungan terlihat tidak tulus bagi sebagian orang.

Hubungan sosial sebaiknya tetap memiliki batas dan saling menghargai. Jika seseorang mulai mengabaikan kenyamanan orang lain demi mendapatkan perhatian, perilaku tersebut dapat menimbulkan masalah. Menjaga keseimbangan antara eksistensi di media sosial dan hubungan nyata penting agar interaksi tetap sehat.

KESIMPULAN

Pansos mulai terlihat berlebihan ketika seseorang terlalu sering mencari perhatian, bergantung pada figur populer, mengabaikan hubungan yang sebenarnya, dan menjadikan validasi sebagai ukuran diri. Perilaku tersebut dapat memengaruhi citra seseorang dan membuat hubungan sosial menjadi kurang nyaman.

Meski demikian, melihat seseorang bersama figur populer tidak cukup untuk langsung menyimpulkan bahwa ia melakukan pansos berlebihan. Konteks, tujuan, dan pola perilaku perlu diperhatikan secara keseluruhan. Dengan menggunakan media sosial secara wajar, seseorang dapat tetap membangun relasi tanpa harus menjadikan popularitas sebagai tujuan utama.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.