Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi di Indonesia harus didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan kapasitas perguruan tinggi, serta penguatan budaya riset dan sains. Hal tersebut disampaikan dalam acara The Global Sustainable Development Congress 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (23/6/2026).
Riset Harus Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Dalam paparannya, Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatatkan lebih dari 335 ribu publikasi ilmiah dan memperoleh lebih dari 1,5 juta sitasi. Selain itu, tingkat kolaborasi penelitian internasional Indonesia telah mencapai 23,7 persen, menunjukkan perkembangan positif dalam dunia penelitian nasional.
Meski demikian, menurutnya, keberhasilan riset tidak dapat diukur hanya dari jumlah publikasi yang dihasilkan. Penelitian harus mampu menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjawab berbagai tantangan global yang terus berkembang.
"Tujuan akhir dari penelitian adalah apa yang dapat kita sumbangkan kepada masyarakat. Pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian dan menerbitkannya, tetapi bagaimana hasil penelitian tersebut mampu memberikan dampak melalui pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan," ujar Brian dalam pidatonya.
Budaya Sains Menjadi Fondasi Perguruan Tinggi Unggul
Mendiktisaintek menilai bahwa budaya riset dan sains merupakan fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan memiliki daya saing global. Pengalaman dari berbagai kampus terkemuka dunia menunjukkan bahwa laboratorium memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif.
Selain didukung fasilitas penelitian yang memadai, keberhasilan pengembangan budaya sains juga bergantung pada kontribusi dosen dan profesor dalam membangun atmosfer akademik yang mendorong lahirnya inovasi serta penelitian berkualitas.
Menurut Brian, penguatan budaya ilmiah di lingkungan kampus menjadi langkah penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa di masa depan.
Kolaborasi Antar Kampus Jadi Kunci Peningkatan Mutu
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga terus mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi antar kampus melalui berbagai program pendampingan dan kerja sama.
Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah sistem mentorship, di mana perguruan tinggi yang telah maju berperan sebagai mentor bagi perguruan tinggi lain yang masih membutuhkan penguatan kapasitas.
"Saat ini kami mengembangkan sistem mentorship, di mana perguruan tinggi yang lebih maju menjadi mentor dan coach bagi perguruan tinggi lainnya. Dengan jumlah perguruan tinggi yang sangat besar di Indonesia, kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara bersama-sama," jelasnya. Brian menekankan bahwa pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Diktisaintek Berdampak Fokus pada Delapan Sektor Strategis
Melalui visi "Diktisaintek Berdampak", Kemdiktisaintek menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak utama transformasi sosial dan ekonomi nasional. Program tersebut berfokus pada delapan sektor prioritas strategis yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap masa depan Indonesia, yaitu ketahanan pangan, kesehatan, energi, maritim, pertahanan, digitalisasi dan kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor dan manufaktur maju, serta hilirisasi dan industrialisasi.
Melalui fokus pada sektor-sektor tersebut, pemerintah berharap hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan Perkuat Kemitraan Global
Di akhir pidatonya, Brian Yuliarto mengajak berbagai mitra internasional untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Menurutnya, tantangan global saat ini membutuhkan kolaborasi lintas negara yang lebih erat agar berbagai inovasi dan hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia. Kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan komunitas internasional diyakini menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan masa depan yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga oleh kemampuan riset dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan budaya sains, peningkatan kolaborasi antarkampus, serta fokus pada sektor-sektor strategis nasional, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi Indonesia mampu menjadi motor penggerak inovasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Sumber Berita:
Mendiktisaintek Tegaskan Transformasi Pendidikan Tinggi melalui Penguatan Budaya Riset dan Sains
About the Author
Wizdan Ulum
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.