Logo Universitas STEKOM
MENU
Mendiktisaintek Dorong Budaya Riset dan Kolaborasi untuk Perkuat Daya Saing Perguruan Tinggi
Informasi 19 views

Mendiktisaintek Dorong Budaya Riset dan Kolaborasi untuk Perkuat Daya Saing Perguruan Tinggi

W

Wizdan Ulum

Informasi

Published

calendar_today 24 Juni 2026

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi di Indonesia harus didukung oleh peningkatan kualitas, pemerataan kapasitas antarkampus, serta penguatan budaya riset dan sains. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri The Global Sustainable Development Congress 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Brian menyoroti perkembangan riset Indonesia yang menunjukkan tren positif. Tercatat, Indonesia telah menghasilkan lebih dari 335 ribu publikasi ilmiah dengan jumlah sitasi melampaui 1,5 juta. Selain itu, tingkat kolaborasi penelitian internasional Indonesia telah mencapai 23,7 persen, membuka peluang lebih besar untuk memperluas jejaring riset global.

Riset Harus Memberikan Dampak Nyata

Meski capaian publikasi ilmiah terus meningkat, Brian menekankan bahwa tujuan utama penelitian bukan sekadar menghasilkan karya ilmiah atau publikasi akademik. Menurutnya, penelitian harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi dunia saat ini.

“Tujuan akhir penelitian adalah bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian dan menerbitkannya, tetapi bagaimana pengetahuan dan inovasi tersebut mampu menghadirkan dampak yang nyata,” ujar Brian.

Ia menegaskan bahwa riset yang berdampak akan menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Budaya Sains Menjadi Fondasi Kampus Berkelas Dunia

Brian juga menyoroti pentingnya membangun budaya riset dan sains yang kuat di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, pengalaman dari berbagai universitas terkemuka dunia menunjukkan bahwa laboratorium memiliki peran sentral dalam menciptakan ekosistem penelitian yang produktif. Selain dukungan fasilitas, keberadaan dosen dan profesor yang aktif dalam penelitian dinilai sangat penting untuk menciptakan atmosfer akademik yang mendorong lahirnya inovasi.

Budaya ilmiah yang kuat, didukung fasilitas penelitian yang memadai serta sumber daya manusia berkualitas, menjadi kunci dalam menciptakan perguruan tinggi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

Kolaborasi Antar Kampus Jadi Kunci Peningkatan Mutu

Untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antarkampus di seluruh Indonesia. Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah sistem mentorship, di mana perguruan tinggi yang telah maju berperan sebagai mentor bagi kampus lain yang masih membutuhkan penguatan kapasitas.

Brian menjelaskan bahwa jumlah perguruan tinggi yang besar di Indonesia harus menjadi kekuatan melalui kerja sama yang saling mendukung.

“Kami sedang mengembangkan sistem mentorship, di mana perguruan tinggi yang lebih maju menjadi mentor dan coach bagi perguruan tinggi lainnya. Kami juga membangun jejaring antarkampus karena kolaborasi dan kerja sama merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara bersama-sama,” jelasnya.

Diktisaintek Berdampak Fokus pada Delapan Sektor Strategis

Melalui visi “Diktisaintek Berdampak”, kementerian menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak utama transformasi sosial dan ekonomi nasional. Fokus tersebut diarahkan pada delapan sektor prioritas strategis, yakni ketahanan pangan, kesehatan, energi, maritim, pertahanan, digitalisasi dan kecerdasan artifisial, semikonduktor dan manufaktur maju, serta hilirisasi dan industrialisasi. Melalui pendekatan ini, hasil riset dan inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Ajakan Memperkuat Kemitraan Global

Di akhir pidatonya, Brian mengajak berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama yang lebih erat agar dapat menciptakan masa depan yang inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan. Kolaborasi internasional yang kuat diyakini akan mempercepat lahirnya inovasi serta memperluas dampak positif pendidikan tinggi bagi masyarakat dunia.

 

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga pada penguatan budaya riset, kolaborasi antar kampus, dan penciptaan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui visi Diktisaintek Berdampak, pemerintah berupaya menjadikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai motor utama pembangunan nasional yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Sumber Berita:

Mendiktisaintek Tegaskan Transformasi Pendidikan Tinggi melalui Penguatan Budaya Riset dan Sains

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.