Mengapa Reskilling Penting Setelah Terjadi PHK Massal?
Gusti Ayu Tita P
22 Juli 2025
Reskilling merupakan proses mempelajari keterampilan baru agar seseorang dapat menjalankan pekerjaan atau memasuki bidang yang berbeda. Setelah terjadi PHK massal, banyak pekerja perlu menyesuaikan kemampuan dengan kondisi pasar kerja yang berubah. Perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan kondisi bisnis dapat membuat beberapa jenis pekerjaan berkurang atau berubah. Dalam situasi tersebut, keterampilan baru dapat membantu pekerja memperluas pilihan karier. Karena itu, reskilling menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja berikutnya.
MEMBANTU PEKERJA BERADAPTASI
PHK massal dapat membuat seseorang perlu mencari pekerjaan di bidang yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Reskilling membantu pekerja mempelajari kemampuan baru yang sesuai dengan kebutuhan bidang tersebut. Proses belajar dapat dilakukan melalui kursus, pelatihan, sertifikasi, maupun praktik langsung. Keterampilan baru yang relevan dapat memperluas pilihan posisi yang dapat dilamar. Dengan kemampuan yang terus diperbarui, pekerja dapat lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
MENYESUAIKAN KETERAMPILAN DENGAN INDUSTRI
Kebutuhan industri dapat berubah seiring perkembangan teknologi dan pola bisnis. Keterampilan yang dibutuhkan perusahaan saat ini belum tentu sama dengan beberapa tahun sebelumnya. Reskilling memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mempelajari kemampuan yang lebih relevan dengan perkembangan tersebut. Misalnya, pekerja dapat mempelajari teknologi digital, analisis data, pemasaran digital, atau kemampuan lain sesuai bidang yang dituju. Pemilihan keterampilan sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan agar proses belajar memberikan manfaat yang nyata.
MEMPERLUAS PELUANG KERJA
Salah satu manfaat reskilling adalah membantu seseorang memiliki lebih banyak pilihan dalam mencari pekerjaan. Pekerja tidak harus selalu mencari posisi yang sama dengan pekerjaan sebelumnya. Keterampilan baru dapat membuka kemungkinan untuk mencoba bidang atau jenis pekerjaan lain yang sesuai. Namun, keterampilan tersebut tetap perlu didukung dengan pengalaman, portofolio, atau bukti kemampuan jika dibutuhkan oleh posisi yang dituju. Dengan demikian, reskilling dapat menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi proses transisi karier setelah PHK.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI
Kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang merasa ragu terhadap kemampuan yang dimilikinya. Proses belajar dan memperoleh keterampilan baru dapat membantu membangun kembali rasa percaya diri dalam menghadapi pencarian kerja. Ketika seseorang memahami kemampuan yang telah dikuasai, ia akan lebih mudah menjelaskan keahliannya saat membuat CV atau mengikuti wawancara. Perkembangan kecil selama proses belajar juga dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang. Meski begitu, peningkatan kepercayaan diri tetap perlu diimbangi dengan kemampuan yang benar-benar dapat diterapkan.
MENDUKUNG PERALIHAN KARIER
Reskilling dapat menjadi langkah untuk melakukan perubahan arah karier setelah PHK. Seseorang dapat memanfaatkan masa transisi untuk mengevaluasi pengalaman sebelumnya dan menentukan bidang yang ingin ditekuni. Setelah menentukan tujuan, pilih keterampilan yang menjadi dasar untuk memasuki bidang tersebut. Proses peralihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan menggabungkan pembelajaran dan praktik. Dengan perencanaan yang jelas, perubahan karier dapat dilakukan dengan persiapan yang lebih terarah.
PERLU DILAKUKAN SECARA TERENCANA
Reskilling akan lebih bermanfaat jika dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang jelas. Sebelum memilih pelatihan, cari tahu keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerjaan yang ingin dituju. Tentukan target belajar dan berikan waktu untuk mempraktikkan kemampuan tersebut. Hasil belajar juga dapat dikembangkan menjadi portofolio untuk menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja. Evaluasi secara berkala agar keterampilan yang dipelajari benar-benar sesuai dengan tujuan karier.
KESIMPULAN
Reskilling penting setelah PHK massal karena membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja. Keterampilan baru dapat memperluas peluang kerja, mendukung peralihan karier, dan meningkatkan kesiapan menghadapi industri yang terus berkembang. Agar hasilnya maksimal, reskilling perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan disertai praktik. Dengan proses yang terarah, pekerja dapat mempersiapkan kemampuan yang lebih relevan untuk peluang kerja selanjutnya.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.