Mengapa Seseorang Suka Mencari Validasi?
Gusti Ayu Tita P
24 September 2026
Validasi adalah bentuk pengakuan atau penerimaan yang diberikan orang lain terhadap perasaan, pendapat, tindakan, atau keberadaan seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, mencari validasi merupakan hal yang dapat terjadi ketika seseorang ingin mengetahui apakah dirinya diterima atau dihargai oleh lingkungan. Hal ini juga semakin terlihat di media sosial melalui jumlah suka, komentar, pengikut, dan respons terhadap suatu unggahan.
Keinginan mendapatkan validasi tidak selalu berarti seseorang memiliki masalah dengan dirinya. Manusia pada dasarnya membutuhkan hubungan sosial dan penerimaan dari lingkungan. Namun, ketika validasi dari orang lain menjadi satu-satunya ukuran untuk merasa berharga, seseorang dapat menjadi terlalu bergantung pada penilaian eksternal.
INGIN MERASA DITERIMA OLEH LINGKUNGAN
Salah satu alasan seseorang mencari validasi adalah keinginan untuk merasa diterima. Respons positif dari teman, keluarga, atau lingkungan sosial dapat memberikan rasa nyaman. Ketika pendapat atau tindakan seseorang mendapatkan dukungan, ia dapat merasa bahwa dirinya berada dalam lingkungan yang memahami dan menghargainya.
Kebutuhan akan penerimaan juga dapat muncul ketika seseorang berada di lingkungan baru. Seseorang mungkin ingin mengetahui apakah sikap, penampilan, atau keputusan yang diambil dapat diterima oleh orang lain. Dalam batas yang wajar, mencari pendapat dan dukungan dapat membantu seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus kehilangan jati dirinya.
INGIN MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI
Validasi dari orang lain dapat memberikan dorongan terhadap kepercayaan diri. Pujian atau pengakuan terhadap kemampuan seseorang dapat membuatnya merasa lebih yakin untuk melakukan sesuatu. Misalnya, dukungan dari orang lain dapat mendorong seseorang untuk berani menunjukkan karya atau menyampaikan pendapat.
Namun, kepercayaan diri yang sepenuhnya bergantung pada validasi eksternal dapat menjadi kurang stabil. Ketika pujian berkurang atau seseorang mendapatkan kritik, rasa percaya dirinya dapat ikut menurun. Karena itu, validasi dari lingkungan sebaiknya menjadi dukungan tambahan, bukan satu-satunya sumber kepercayaan diri.
TAKUT MENDAPAT PENILAIAN NEGATIF
Seseorang juga dapat mencari validasi karena takut dinilai negatif oleh orang lain. Sebelum mengambil keputusan, seseorang mungkin meminta pendapat dari banyak orang untuk memastikan bahwa pilihannya dianggap benar. Kekhawatiran terhadap penilaian sosial dapat membuat seseorang lebih sering membutuhkan persetujuan dari lingkungan.
Jika kebiasaan tersebut terus berlangsung, seseorang dapat menjadi ragu terhadap keputusan sendiri. Ia mungkin kesulitan menentukan pilihan tanpa mengetahui terlebih dahulu pendapat orang lain. Belajar menerima bahwa tidak semua orang akan memiliki pandangan yang sama dapat membantu seseorang menjadi lebih mandiri dalam mengambil keputusan.
PENGARUH MEDIA SOSIAL
Media sosial membuat proses mencari validasi online menjadi semakin mudah. Jumlah tanda suka, komentar, tayangan, dan pengikut sering digunakan sebagai bentuk respons terhadap konten yang dibagikan. Ketika mendapatkan banyak respons positif, seseorang dapat merasa bahwa konten atau dirinya mendapatkan perhatian dari orang lain.
Sebaliknya, unggahan yang mendapatkan sedikit respons dapat membuat sebagian orang merasa kecewa. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang membuat konten yang lebih menarik perhatian agar kembali mendapatkan respons positif. Karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan secara seimbang agar angka interaksi tidak menjadi ukuran utama nilai diri.
PENGALAMAN DAN LINGKUNGAN DAPAT MEMENGARUHI KEBUTUHAN VALIDASI
Kebutuhan mencari validasi dapat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan lingkungan sosial. Seseorang yang terbiasa mendapatkan dukungan dari lingkungan dapat memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi penilaian dibandingkan seseorang yang sering merasa tidak diterima. Pengalaman dalam pertemanan, keluarga, sekolah, maupun pekerjaan juga dapat membentuk cara seseorang memandang pengakuan dari orang lain.
Selain itu, budaya lingkungan juga dapat memengaruhi cara seseorang mencari penerimaan. Lingkungan yang sering membandingkan pencapaian atau penampilan dapat membuat seseorang lebih memperhatikan penilaian sosial. Karena itu, memahami pola diri dan lingkungan dapat membantu seseorang mengetahui mengapa kebutuhan validasi muncul dan bagaimana mengelolanya secara lebih sehat.
KESIMPULAN
Seseorang suka mencari validasi karena ingin merasa diterima, dihargai, dan lebih percaya diri. Keinginan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan sosial yang dapat muncul dalam berbagai situasi. Media sosial juga membuat kebutuhan validasi lebih terlihat karena respons publik dapat diukur melalui jumlah suka, komentar, tayangan, dan pengikut.
Mencari pendapat atau dukungan dari orang lain bukan sesuatu yang selalu buruk. Namun, seseorang tetap perlu membangun kepercayaan terhadap diri sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian eksternal. Dengan mengenali alasan mencari validasi dan memahami nilai diri, seseorang dapat lebih nyaman mengambil keputusan tanpa terus membutuhkan persetujuan dari orang lain.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.