University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 37 views

Pemahaman Politik Gen Z di Tengah Minimnya Pendidikan Politik Formal

G

Gusti Ayu Tita P

8 Januari 2026

Bagikan:
Pemahaman Politik Gen Z di Tengah Minimnya Pendidikan Politik Formal

 

Generasi Z tumbuh di era keterbukaan informasi dan kebebasan berekspresi. Akses terhadap isu politik semakin mudah melalui berbagai platform digital. Namun, kemudahan akses tersebut tidak selalu diimbangi dengan pendidikan politik formal yang memadai. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana pemahaman politik Generasi Z terbentuk di tengah minimnya pendidikan politik formal?

Artikel ini membahas sumber pemahaman politik Gen Z, dampak kurangnya pendidikan politik, serta tantangan yang muncul bagi kualitas demokrasi.

PENDIDIKAN POLITIK FORMAL DAN PERANNYA

Pendidikan politik formal berperan sebagai fondasi pemahaman warga negara terhadap sistem politik, hak dan kewajiban, serta mekanisme demokrasi. Melalui pendidikan, individu diajak memahami politik secara rasional dan konstitusional, bukan sekadar berdasarkan emosi atau kepentingan sesaat.

Sayangnya, pendidikan politik di sekolah sering kali bersifat teoritis dan terbatas, sehingga kurang mampu menjawab kebutuhan Generasi Z yang hidup di era digital.

GEN Z DAN SUMBER PEMAHAMAN POLITIK NONFORMAL

Di tengah minimnya pendidikan politik formal, Generasi Z banyak membentuk pemahaman politik melalui jalur nonformal. Media sosial, komunitas daring, diskusi sebaya, hingga konten kreator menjadi sumber utama informasi politik.

Sumber nonformal ini memiliki kelebihan karena mudah diakses dan kontekstual. Namun, tanpa pendampingan literasi yang memadai, informasi yang diterima berpotensi bias, tidak utuh, atau bahkan menyesatkan.

DAMPAK KURANGNYA PENDIDIKAN POLITIK FORMAL

Minimnya pendidikan politik formal dapat menyebabkan pemahaman politik Gen Z menjadi fragmentaris. Mereka mengenal isu tertentu secara mendalam, tetapi kurang memahami sistem dan proses politik secara menyeluruh.

Akibatnya, muncul kecenderungan menyederhanakan persoalan politik yang kompleks, serta meningkatnya risiko terpengaruh narasi populis dan disinformasi.

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK PEMAHAMAN POLITIK

Media sosial memainkan peran besar dalam membentuk persepsi politik Generasi Z. Konten politik yang dikemas singkat dan menarik sering kali lebih mudah diterima dibandingkan materi pembelajaran formal.

Namun, algoritma media sosial cenderung memperkuat pandangan tertentu dan membatasi paparan sudut pandang yang beragam. Hal ini dapat menghambat kemampuan berpikir kritis jika tidak disertai literasi media yang baik.

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN POLITIK GEN Z

Untuk mengatasi keterbatasan pendidikan politik formal, diperlukan pendekatan alternatif yang lebih relevan. Pendidikan politik kontekstual, diskusi terbuka, serta pemanfaatan media digital secara edukatif dapat menjadi solusi.

Kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan media juga penting agar Generasi Z memperoleh pemahaman politik yang seimbang dan bertanggung jawab.

KESIMPULAN

Pemahaman politik Generasi Z terbentuk dari berbagai sumber di tengah minimnya pendidikan politik formal. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi demokrasi. Tanpa penguatan pendidikan politik yang relevan, pemahaman politik Gen Z berisiko menjadi dangkal. Oleh karena itu, upaya peningkatan literasi politik perlu dilakukan secara adaptif agar Generasi Z mampu berpartisipasi secara kritis dan konstruktif dalam kehidupan politik Indonesia.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles