University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 59 views

Portofolio atau Ijazah Mana yang Lebih Penting Saat Melamar Kerja?

G

Gusti Ayu Tita P

4 September 2026

Bagikan:
Portofolio atau Ijazah Mana yang Lebih Penting Saat Melamar Kerja?

Saat melamar kerja, banyak pencari kerja bertanya apakah ijazah atau portofolio yang lebih penting. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam menunjukkan kemampuan dan kualifikasi seseorang. Ijazah menjadi bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal, sedangkan portofolio menunjukkan hasil pekerjaan atau kemampuan yang dapat dilihat secara langsung. Karena itu, pentingnya ijazah dan portofolio sangat bergantung pada jenis pekerjaan yang dituju.

Perubahan kebutuhan dunia kerja juga membuat perusahaan semakin memperhatikan keterampilan nyata. Namun, bukan berarti ijazah sudah tidak diperlukan. Untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, pencari kerja sebaiknya memahami kapan ijazah menjadi prioritas dan kapan portofolio justru memiliki pengaruh lebih besar.

PENTINGNYA IJAZAH SAAT MELAMAR KERJA

Ijazah merupakan bukti resmi bahwa seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu. Dokumen ini biasanya mencantumkan informasi mengenai program studi dan jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Dalam proses rekrutmen, ijazah dapat digunakan perusahaan untuk memastikan kandidat memenuhi persyaratan pendidikan yang ditentukan. Beberapa posisi bahkan menetapkan jenjang pendidikan tertentu sebagai persyaratan utama.

Ijazah juga memiliki peran penting pada profesi yang membutuhkan pendidikan formal dan kualifikasi khusus. Bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknik, hukum, dan pekerjaan tertentu di pemerintahan dapat memiliki persyaratan akademik yang harus dipenuhi. Dalam kondisi tersebut, portofolio yang bagus belum tentu dapat menggantikan ijazah. Oleh sebab itu, pencari kerja perlu melihat persyaratan posisi sebelum menentukan dokumen yang harus diprioritaskan.

KEUNGGULAN PORTOFOLIO DALAM REKRUTMEN

Portofolio berfungsi untuk memperlihatkan hasil pekerjaan yang pernah dibuat oleh seseorang. Dokumen atau kumpulan karya ini dapat berisi desain, tulisan, foto, video, aplikasi, proyek, penelitian, atau hasil pekerjaan lain sesuai bidang yang ditekuni. Portofolio memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kemampuan kandidat. Perusahaan dapat melihat kualitas pekerjaan daripada hanya membaca daftar keterampilan di CV.

Portofolio sangat bermanfaat untuk pekerjaan yang mengandalkan kemampuan praktis dan kreativitas. Desainer grafis, penulis, fotografer, ilustrator, pengembang perangkat lunak, editor video, dan digital marketer merupakan beberapa bidang yang dapat menggunakan portofolio untuk memperkuat lamaran. Semakin relevan karya yang ditampilkan dengan posisi yang dilamar, semakin mudah perekrut menilai kemampuan kandidat. Karena itu, portofolio sebaiknya tidak dibuat terlalu banyak, tetapi berisi karya terbaik dan paling sesuai.

KAPAN IJAZAH LEBIH PENTING?

Ijazah menjadi lebih penting ketika perusahaan mencantumkan pendidikan sebagai persyaratan wajib. Hal ini biasanya terjadi pada pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan akademik tertentu atau memiliki aturan kualifikasi yang jelas. Kandidat yang tidak memenuhi persyaratan pendidikan dapat gugur pada tahap awal meskipun memiliki pengalaman yang cukup. Oleh karena itu, membaca deskripsi pekerjaan sebelum mengirim lamaran merupakan langkah yang sangat penting.

Ijazah juga dapat menjadi fondasi untuk membangun karier dalam jangka panjang. Pendidikan formal memberikan kesempatan untuk mempelajari teori, metode, dan dasar keilmuan secara sistematis. Selama kuliah, seseorang juga dapat memperoleh pengalaman organisasi, penelitian, magang, dan kegiatan lain yang mendukung perkembangan profesional. Dengan demikian, ijazah sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari keseluruhan profil kandidat.

KAPAN PORTOFOLIO LEBIH PENTING?

Portofolio dapat menjadi lebih penting ketika pekerjaan membutuhkan bukti kemampuan praktis. Perekrut tidak hanya ingin mengetahui apa yang diklaim kandidat, tetapi juga ingin melihat bagaimana kemampuan tersebut diterapkan. Karya nyata dapat memberikan gambaran mengenai kualitas, kreativitas, ketelitian, dan cara seseorang menyelesaikan pekerjaan. Hal ini membuat portofolio sangat berguna dalam bidang yang menghasilkan karya atau proyek.

Bagi fresh graduate, portofolio juga dapat membantu ketika pengalaman kerja masih terbatas. Proyek kuliah, tugas akhir, proyek pribadi, kegiatan organisasi, freelance, atau pengalaman magang dapat dipilih sebagai bahan portofolio. Yang paling penting adalah menjelaskan kontribusi dan proses pengerjaan setiap karya. Dengan cara tersebut, portofolio dapat menunjukkan bahwa kandidat memiliki kemampuan yang relevan meskipun belum memiliki pengalaman kerja yang panjang.

IJAZAH DAN PORTOFOLIO MEMILIKI FUNGSI BERBEDA

Membandingkan ijazah dan portofolio secara langsung sebenarnya kurang tepat karena keduanya menunjukkan hal yang berbeda. Ijazah membuktikan latar belakang pendidikan formal, sedangkan portofolio menunjukkan penerapan keterampilan melalui hasil pekerjaan. Perusahaan dapat menggunakan kedua informasi tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kandidat. Karena itu, memiliki keduanya dapat memberikan keuntungan dalam proses pencarian kerja.

Kandidat dengan ijazah yang sesuai dan portofolio yang relevan dapat menunjukkan kombinasi pengetahuan serta kemampuan praktis. Misalnya, lulusan desain dapat mencantumkan pendidikan formal sekaligus menampilkan hasil desain terbaiknya. Lulusan teknologi informasi dapat memperlihatkan proyek aplikasi atau situs yang pernah dibuat. Kombinasi tersebut membantu perekrut melihat hubungan antara pendidikan, keterampilan, dan kemampuan menerapkan pengetahuan.

CARA MEMBUAT PORTOFOLIO YANG MENARIK

Portofolio yang baik tidak harus memiliki puluhan karya. Lebih baik memilih beberapa karya terbaik yang benar-benar sesuai dengan posisi yang dituju. Setiap karya sebaiknya dilengkapi penjelasan singkat mengenai tujuan proyek, peran yang dilakukan, proses pengerjaan, serta hasilnya. Informasi tersebut membuat perekrut lebih mudah memahami kemampuan kandidat.

Portofolio juga perlu dibuat secara rapi dan mudah diakses. Untuk bidang digital, portofolio dapat disajikan dalam bentuk situs pribadi, dokumen digital, atau platform profesional yang sesuai. Pastikan semua karya merupakan hasil sendiri atau memiliki izin penggunaan yang jelas. Sebelum mengirim lamaran, periksa kembali tautan dan pastikan karya yang ditampilkan tidak memiliki kesalahan yang dapat mengurangi kesan profesional.

CARA MENEMPATKAN IJAZAH DAN PORTOFOLIO DALAM LAMARAN

Ijazah dan portofolio sebaiknya digunakan secara strategis sesuai kebutuhan pekerjaan. Informasi pendidikan dapat ditempatkan dengan jelas pada CV, terutama jika latar belakang pendidikan merupakan salah satu persyaratan posisi. Portofolio dapat dicantumkan melalui tautan atau dokumen tambahan apabila pekerjaan membutuhkan bukti karya. Dengan begitu, perekrut dapat menemukan informasi penting tanpa harus mencari terlalu lama.

Pencari kerja juga perlu menyesuaikan portofolio dengan setiap posisi yang dilamar. Jangan menggunakan satu portofolio yang sama untuk semua pekerjaan jika kebutuhan perusahaan berbeda. Pilih karya yang paling berhubungan dengan deskripsi pekerjaan dan tampilkan kemampuan yang paling relevan. Strategi tersebut dapat membuat lamaran terlihat lebih terarah dan profesional.

MANA YANG LEBIH PENTING?

Tidak ada jawaban mutlak mengenai apakah ijazah atau portofolio lebih penting. Untuk pekerjaan yang mensyaratkan pendidikan tertentu, ijazah dapat menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan kandidat. Sementara itu, untuk pekerjaan yang lebih mengutamakan keterampilan praktis, portofolio dapat menjadi alat penting untuk membuktikan kemampuan. Faktor lain seperti pengalaman kerja, keterampilan komunikasi, sikap profesional, dan kecocokan dengan posisi juga dapat memengaruhi keputusan perusahaan.

Pilihan terbaik adalah tidak mengandalkan salah satunya saja. Jika memiliki ijazah, lengkapi dengan pengalaman dan portofolio yang relevan. Jika bidang pekerjaan sangat mengutamakan karya, bangun portofolio yang kuat sambil tetap mencantumkan latar belakang pendidikan secara jujur. Dengan pendekatan tersebut, pencari kerja dapat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memiliki kualifikasi, tetapi juga mampu menerapkan keterampilannya.

KESIMPULAN

Portofolio dan ijazah sama-sama penting saat melamar kerja, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Ijazah menunjukkan pendidikan formal dan dapat menjadi syarat wajib untuk sejumlah profesi. Sementara itu, portofolio memberikan bukti nyata mengenai kemampuan seseorang melalui karya atau proyek yang pernah dikerjakan.

Karena kebutuhan setiap pekerjaan berbeda, pencari kerja sebaiknya menyesuaikan dokumen dengan posisi yang dituju. Menggabungkan ijazah, portofolio, pengalaman, dan keterampilan yang relevan dapat membuat profil kandidat menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, bukan hanya dokumen yang menentukan peluang diterima kerja, tetapi juga kemampuan kandidat dalam membuktikan bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles