University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 55 views

Pura Paham di Kelas, Saat Mahasiswa Takut Terlihat Tertinggal

G

Gusti Ayu Tita P

23 Februari 2026

Bagikan:
Pura Paham di Kelas, Saat Mahasiswa Takut Terlihat Tertinggal

Di ruang perkuliahan, banyak mahasiswa memilih diam sambil mengangguk seolah memahami materi. Padahal, di balik sikap tersebut tersimpan kebingungan yang tidak pernah terucap. Fenomena pura paham di kelas menjadi realitas yang cukup umum, terutama ketika mahasiswa takut dianggap tertinggal atau kurang pintar dibandingkan teman-temannya.

Sikap ini bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan cerminan tekanan akademik dan sosial yang masih kuat di lingkungan kampus.

FENOMENA PURA PAHAM DI DUNIA PERKULIAHAN

Pura paham di kelas adalah kondisi ketika mahasiswa berpura-pura mengerti materi demi menjaga citra akademik. Mereka enggan bertanya atau mengungkapkan kebingungan karena khawatir dinilai tidak kompeten. Akhirnya, mahasiswa memilih aman dengan diam, meski sebenarnya tidak memahami inti pembahasan.

Fenomena ini sering muncul pada mata kuliah yang dianggap sulit, kelas dengan jumlah mahasiswa besar, atau lingkungan belajar yang kurang suportif.

TAKUT TERLIHAT TERTINGGAL SEBAGAI AKAR MASALAH

Rasa takut tertinggal menjadi faktor utama yang mendorong mahasiswa bersikap pura paham. Di tengah persaingan akademik, mahasiswa merasa harus selalu terlihat mampu agar tidak kalah secara sosial maupun intelektual.

Tekanan ini semakin besar ketika budaya kampus lebih menekankan nilai dan prestasi, dibandingkan proses belajar itu sendiri. Akibatnya, kejujuran akademik sering dikorbankan demi gengsi.

DAMPAK NEGATIF BAGI MAHASISWA

Kebiasaan pura paham membawa dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam waktu dekat, mahasiswa akan kesulitan mengikuti materi lanjutan karena dasar pemahaman yang lemah. Sementara dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri, prestasi akademik, hingga motivasi belajar.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga berisiko mengalami stres akademik karena harus terus berpura-pura memahami sesuatu yang sebenarnya belum dikuasai.

PENGARUH TERHADAP SUASANA KELAS

Ketika banyak mahasiswa memilih diam, suasana kelas menjadi pasif. Diskusi tidak berkembang, pertanyaan kritis jarang muncul, dan proses belajar cenderung satu arah. Dosen pun bisa salah menilai tingkat pemahaman mahasiswa karena minimnya respons jujur dari kelas.

Hal ini menunjukkan bahwa pura paham bukan hanya masalah individu, tetapi juga berdampak pada kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

MENDORONG BUDAYA BELAJAR YANG LEBIH TERBUKA

Mengatasi kebiasaan pura paham membutuhkan keberanian untuk mengubah pola pikir. Bertanya dan mengakui ketidaktahuan seharusnya dianggap sebagai bagian wajar dari proses belajar. Lingkungan akademik yang sehat adalah lingkungan yang memberi ruang aman untuk salah dan belajar bersama.

Mahasiswa yang berani bertanya justru sedang melatih kemampuan berpikir kritis dan membangun pemahaman yang lebih kuat.

KESIMPULAN

Pura paham di kelas adalah respons mahasiswa terhadap rasa takut terlihat tertinggal. Meski tampak aman di permukaan, sikap ini justru merugikan proses belajar dan perkembangan diri. Dengan membangun budaya akademik yang lebih terbuka dan jujur, mahasiswa dapat belajar dengan lebih efektif tanpa harus terjebak dalam gengsi semu.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.