Jadi gini ya… Kenapa sih, kalo kita udah punya pacar satu, gak boleh punya lagi? Hellooo... Ini hubungan, bukan promo “buy 1 get 1 free”.
Kalau hubungan bisa kayak gitu, jangan-jangan nanti ada yang bikin diskon: “Beli 1 pacar, gratis mantan comeback plus gebetan lama!”
No, bestie. No. No
Udah punya satu aja, kadang masih susah dijaga. Apalagi dua? Emang kamu punya manajemen hati? Ini bukan simpanan saham di aplikasi, bisa diversifikasi portofolio. Ini hati orang, bukan aset digital!
Dan kamu tahu gak, cinta itu bukan kayak pulsa yang bisa bagi-bagi.
Kalau kamu pacaran sama dua orang sekaligus, itu bukan romantis, itu drama sinetron jam 7 pagi. Dan jangan bilang kamu bisa adil. Even Google aja kadang bias kok, masa kamu enggak?
Terus... kalau ditanya,
“Kenapa sih kamu punya dua pacar?”
Jawabannya suka absurd:
“Yang satu pengertian, yang satu perhatian.”
Yaudah gabungin aja, terus belah diri kayak sel amoeba! Atau gak usah pacaran, bikin grup support system aja sekalian.
Coba bayangin kalau kamu jadi korban:
Lagi sayang-sayangnya, eh dia bilang: “Aku gak bisa kehilangan kamu… tapi aku juga gak bisa ninggalin dia.”
Brooo.
Ini bukan lagi sayang dua orang. Ini lagi gak bisa milih, dan yang disalahin... perasaan.
Padahal yang salah ya kamuuu, yang gak bisa kontrol hati dan nafsu, bukan cuaca!
Intinya gini ya…
Kalau kamu belum bisa setia, belum bisa puas sama satu hati, ya jangan ambil hati orang lain dulu. Main game aja dulu. Di game, kamu bisa punya senjata cadangan. Tapi di cinta? Sekali main api, kamu bisa jadi abu.
So please... kalau niat pacaran, jangan kayak orang buka booth takjil:
“Ini buat yang utama, ini buat yang lewat-lewat.”
Cinta itu bukan banyak-banyakan. Tapi siapa yang kamu pilih buat dijaga, dihargai, dan gak kamu duain diam-diam sambil bilang, “Kita kan cuma temen... yang lebih deket aja.”
About the Author
Ambar Arum Putri Hapsari
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.