University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 69 views

WFH Mengurangi Tagihan Energi atau Justru Menambah Beban Listrik Rumah

G

Gusti Ayu Tita P

3 Juni 2026

Bagikan:
WFH Mengurangi Tagihan Energi atau Justru Menambah Beban Listrik Rumah

Penerapan Work From Home atau WFH telah menjadi bagian penting dari dunia kerja modern sejak percepatan transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan melihat sistem kerja jarak jauh sebagai solusi untuk meningkatkan fleksibilitas sekaligus mengurangi biaya operasional kantor.

Di sisi lain, muncul pertanyaan menarik mengenai dampaknya terhadap konsumsi energi. Apakah WFH benar-benar mampu mengurangi penggunaan energi secara keseluruhan atau justru memindahkan beban konsumsi listrik dari kantor ke rumah karyawan?

Banyak pekerja mulai menyadari bahwa tagihan listrik rumah mereka meningkat sejak bekerja dari rumah. Penggunaan laptop, pendingin ruangan, lampu, modem internet, dan berbagai perangkat elektronik lainnya berlangsung lebih lama dibanding saat bekerja di kantor.

Namun pada saat yang sama, perusahaan juga dapat menghemat energi karena berkurangnya penggunaan fasilitas kantor. Kondisi inilah yang membuat dampak WFH terhadap efisiensi energi menjadi topik yang menarik untuk dianalisis.

BERKURANGNYA KONSUMSI ENERGI DI KANTOR

Salah satu keuntungan terbesar dari sistem WFH adalah menurunnya penggunaan energi di lingkungan perkantoran. Ketika jumlah karyawan yang hadir secara fisik berkurang, kebutuhan listrik untuk pencahayaan, pendingin ruangan, lift, komputer, dan fasilitas lainnya juga ikut menurun.

Perusahaan dapat menghemat biaya operasional karena tidak perlu menjalankan seluruh fasilitas kantor dengan kapasitas penuh setiap hari.

Dalam skala besar, pengurangan konsumsi energi kantor bahkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan emisi karbon.

Karena itu, banyak organisasi melihat WFH sebagai salah satu strategi menuju operasional yang lebih berkelanjutan.

TAGIHAN LISTRIK RUMAH CENDERUNG MENINGKAT

Meski kantor dapat menghemat energi, kondisi berbeda sering terjadi di rumah pekerja. Aktivitas kerja yang berlangsung sepanjang hari menyebabkan berbagai perangkat elektronik menyala lebih lama dari biasanya.

Laptop, monitor tambahan, modem internet, printer, kipas angin, hingga pendingin ruangan menjadi sumber konsumsi listrik yang terus digunakan selama jam kerja.

Akibatnya, sebagian pekerja mengalami kenaikan tagihan listrik bulanan setelah beralih ke sistem kerja jarak jauh.

Besarnya peningkatan tersebut bergantung pada kebiasaan penggunaan perangkat dan kondisi rumah masing-masing.

PENGHEMATAN ENERGI DARI BERKURANGNYA MOBILITAS

Salah satu aspek yang sering dilupakan adalah penghematan energi dari sektor transportasi. Ketika bekerja dari rumah, karyawan tidak perlu melakukan perjalanan harian menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Berkurangnya perjalanan tersebut dapat menghemat konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi gas buang.

Dalam banyak kasus, penghematan energi dari transportasi bahkan lebih besar dibanding peningkatan penggunaan listrik rumah tangga.

Karena itu, dampak energi WFH perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada tagihan listrik rumah.

EFISIENSI BERGANTUNG PADA POLA KERJA DAN GAYA HIDUP

Efisiensi energi dari WFH sangat dipengaruhi oleh kebiasaan individu. Seseorang yang menggunakan perangkat hemat energi dan memanfaatkan pencahayaan alami kemungkinan akan memperoleh manfaat yang lebih besar.

Sebaliknya, penggunaan pendingin ruangan sepanjang hari atau banyak perangkat elektronik secara bersamaan dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan.

Faktor ukuran rumah, jumlah penghuni, dan kondisi cuaca juga memengaruhi tingkat konsumsi energi selama bekerja dari rumah.

Oleh karena itu, hasil yang dirasakan setiap pekerja bisa sangat berbeda satu sama lain.

TEKNOLOGI MENJADI KUNCI PENGHEMATAN ENERGI

Perkembangan teknologi digital membantu meningkatkan efisiensi energi dalam sistem kerja jarak jauh. Perangkat yang lebih hemat daya, teknologi cloud, serta sistem kolaborasi online memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Selain itu, penggunaan smart home dan perangkat otomatis juga membantu mengontrol pemakaian listrik agar lebih efisien.

Banyak pekerja kini mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengurangi biaya listrik tanpa mengurangi produktivitas kerja.

Semakin cerdas pengelolaan energi yang dilakukan, semakin besar manfaat yang dapat diperoleh dari sistem WFH.

KESIMPULAN

WFH tidak selalu secara otomatis mengurangi atau menambah konsumsi energi. Dampaknya bergantung pada bagaimana energi digunakan di rumah, kantor, dan sektor transportasi secara keseluruhan.

Meskipun tagihan listrik rumah dapat meningkat, pengurangan konsumsi energi kantor dan berkurangnya mobilitas harian sering kali memberikan manfaat yang signifikan. Dengan pengelolaan energi yang tepat dan pemanfaatan teknologi yang efisien, WFH berpotensi menjadi salah satu model kerja yang lebih hemat energi dan mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.