Apa Hubungan Gaya Belajar dengan Konsentrasi Mahasiswa?
Gusti Ayu Tita P
30 September 2026
Konsentrasi merupakan salah satu bagian penting dalam proses belajar mahasiswa. Ketika konsentrasi terjaga, mahasiswa lebih mudah memperhatikan penjelasan, memahami informasi, mengerjakan tugas, dan mengingat materi yang telah dipelajari. Sebaliknya, konsentrasi yang mudah terganggu dapat membuat proses belajar menjadi kurang efektif meskipun mahasiswa sudah meluangkan banyak waktu untuk belajar.
Salah satu hal yang dapat diperhatikan ketika membangun kebiasaan belajar adalah preferensi terhadap cara menerima dan mengolah informasi. Mahasiswa mungkin merasa lebih nyaman belajar melalui bacaan, gambar, penjelasan lisan, diskusi, atau praktik. Namun, gaya belajar bukan satu-satunya faktor yang menentukan konsentrasi. Lingkungan, kualitas tidur, motivasi, beban akademik, penggunaan gawai, kondisi fisik, dan strategi belajar juga memiliki peran penting.
PENGERTIAN GAYA BELAJAR DAN KONSENTRASI
Gaya belajar dapat dipahami sebagai kecenderungan atau preferensi seseorang ketika menerima dan mengolah informasi dalam proses pembelajaran. Dalam pembahasan populer, gaya belajar sering dikelompokkan menjadi visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik. Mahasiswa dapat memiliki lebih dari satu kecenderungan dan dapat menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan kebutuhan materi.
Sementara itu, konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada aktivitas atau informasi tertentu dalam periode waktu tertentu. Dalam kegiatan perkuliahan, konsentrasi membantu mahasiswa mengikuti penjelasan dosen, membaca materi, mengerjakan soal, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas. Hubungan antara gaya belajar dan konsentrasi lebih tepat dilihat sebagai hubungan antara preferensi belajar dan pengalaman seseorang ketika mengikuti aktivitas pembelajaran, bukan sebagai hubungan yang menentukan kemampuan secara mutlak.
BAGAIMANA GAYA BELAJAR BERKAITAN DENGAN KONSENTRASI
Metode belajar yang sesuai dengan preferensi seseorang dapat membuat aktivitas belajar terasa lebih terstruktur dan menarik. Ketika mahasiswa aktif melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, perhatian dapat lebih mudah diarahkan pada materi. Misalnya, mahasiswa dapat menggunakan diagram ketika mempelajari konsep yang memiliki banyak hubungan, berdiskusi untuk memperjelas pemahaman, atau melakukan latihan ketika materi membutuhkan penerapan. Aktivitas yang bervariasi juga dapat membantu mengurangi kejenuhan.
Namun, rasa nyaman tidak selalu berarti konsentrasi akan otomatis meningkat. Mahasiswa dapat merasa nyaman menonton video pembelajaran, tetapi belum tentu mampu mengingat atau memahami seluruh materinya. Karena itu, konsentrasi perlu diikuti dengan aktivitas belajar yang aktif seperti membuat pertanyaan, menjelaskan kembali materi, mengerjakan latihan, dan melakukan evaluasi. Konsentrasi mahasiswa akan lebih bermanfaat apabila perhatian yang diberikan menghasilkan pemahaman dan kemampuan menerapkan materi.
PERAN METODE BELAJAR VISUAL DAN AUDITORI
Mahasiswa yang terbantu dengan informasi visual dapat menggunakan peta konsep, diagram, grafik, ilustrasi, atau catatan yang terstruktur. Penggunaan alat bantu tersebut dapat membuat informasi yang kompleks menjadi lebih mudah diorganisasi. Ketika materi disusun dalam bentuk yang jelas, mahasiswa dapat lebih mudah mengetahui bagian mana yang harus dipelajari. Namun, visualisasi tetap perlu dikombinasikan dengan aktivitas lain agar mahasiswa tidak hanya melihat informasi tanpa mengolahnya.
Sementara itu, mahasiswa yang menyukai penjelasan lisan dapat menggunakan diskusi, presentasi, tanya jawab, atau menjelaskan materi menggunakan bahasa sendiri. Aktivitas tersebut membuat mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengungkapkannya kembali. Cara ini dapat membantu mempertahankan keterlibatan selama belajar. Meski demikian, tidak ada keharusan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan tertentu hanya boleh menggunakan satu jenis metode.
PERAN MEMBACA MENULIS DAN PRAKTIK DALAM MENJAGA FOKUS
Membaca dan menulis dapat menjadi strategi yang membantu mahasiswa mempertahankan perhatian terhadap materi. Ketika membaca secara aktif, mahasiswa dapat mencatat gagasan utama, membuat pertanyaan, atau menuliskan kesimpulan menggunakan bahasa sendiri. Aktivitas tersebut membuat proses membaca menjadi lebih aktif dibandingkan hanya membaca teks berulang kali. Catatan yang dibuat juga dapat digunakan kembali ketika melakukan pengulangan materi.
Praktik dan aktivitas langsung juga dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan keterlibatan fisik atau penerapan konsep. Misalnya, mahasiswa dapat melakukan eksperimen, simulasi, latihan soal, proyek, atau studi kasus. Aktivitas tersebut membuat proses belajar lebih interaktif karena mahasiswa harus menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari. Teknik belajar aktif seperti ini dapat membantu menjaga perhatian karena mahasiswa terlibat langsung dalam proses penyelesaian masalah.
FAKTOR LAIN YANG MEMENGARUHI KONSENTRASI MAHASISWA
Konsentrasi tidak hanya dipengaruhi oleh cara belajar. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting karena kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah mengantuk dan kesulitan mempertahankan perhatian. Kondisi lingkungan juga berpengaruh, terutama ketika tempat belajar memiliki banyak gangguan suara atau aktivitas lain. Penggunaan media sosial dan notifikasi gawai juga dapat memecah perhatian ketika mahasiswa sedang belajar.
Motivasi dan kondisi emosional juga perlu diperhatikan. Mahasiswa yang memiliki tujuan belajar yang jelas biasanya lebih mudah mempertahankan keterlibatan dalam aktivitas akademik. Sebaliknya, beban tugas yang menumpuk atau rasa khawatir terhadap hasil akademik dapat membuat perhatian lebih sulit diarahkan pada materi. Oleh sebab itu, meningkatkan konsentrasi belajar membutuhkan pengelolaan waktu, lingkungan, kebiasaan belajar, dan kondisi diri secara bersamaan.
CARA MENINGKATKAN KONSENTRASI DENGAN STRATEGI BELAJAR
Mahasiswa dapat meningkatkan konsentrasi dengan membuat sesi belajar yang terstruktur dan memiliki tujuan yang jelas. Sebelum mulai belajar, tentukan materi yang akan dipelajari dan hasil yang ingin dicapai. Selama belajar, gunakan metode aktif seperti membuat pertanyaan, mengerjakan latihan, menjelaskan kembali konsep, atau membuat peta konsep. Setelah selesai, lakukan evaluasi singkat untuk mengetahui bagian yang masih belum dipahami.
Lingkungan belajar juga perlu dibuat mendukung. Letakkan gawai dalam mode senyap atau jauhkan dari jangkauan jika notifikasi sering mengganggu perhatian. Berikan waktu istirahat secara berkala agar proses belajar tidak dilakukan dalam kondisi terlalu lelah. Mahasiswa juga dapat mengombinasikan beberapa metode, misalnya membaca materi, membuat rangkuman, mendiskusikan bagian yang sulit, kemudian menguji pemahaman melalui latihan soal.
Poin penting yang perlu diingat adalah gaya belajar tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk meningkatkan konsentrasi. Gunakan preferensi belajar sebagai titik awal untuk memilih aktivitas yang membuat proses belajar lebih aktif, kemudian sesuaikan dengan karakter materi dan evaluasi hasilnya.
KESIMPULAN
Gaya belajar memiliki hubungan dengan pengalaman mahasiswa ketika menerima dan mengolah informasi, tetapi tidak dapat dianggap sebagai faktor tunggal yang menentukan tingkat konsentrasi. Mahasiswa dapat merasa lebih terlibat ketika menggunakan metode yang sesuai dengan preferensinya, tetapi keberhasilan belajar tetap membutuhkan strategi yang tepat dan aktivitas yang aktif.
Konsentrasi mahasiswa juga dipengaruhi oleh tidur, lingkungan, motivasi, penggunaan gawai, beban akademik, dan kondisi belajar. Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak terpaku pada satu gaya belajar. Menggabungkan membaca, menulis, visualisasi, diskusi, latihan, dan praktik sesuai kebutuhan dapat membantu menciptakan strategi belajar efektif sekaligus mendukung konsentrasi selama proses pembelajaran.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.