S1 Sistem Informasi Mengenal Digital Twin untuk Memahami dan Mengevaluasi Proses Bisnis
Novita Nur Andjani
26 Oktober 2026
Mengenal Digital Twin dalam S1 Sistem Informasi
S1 Sistem Informasi merupakan program studi yang mempelajari pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan organisasi. Salah satu perkembangan teknologi yang menarik untuk dipahami adalah digital twin, yaitu representasi digital dari objek, sistem, atau proses nyata yang dapat digunakan untuk memantau kondisi dan menganalisis berbagai kemungkinan. Dalam konteks organisasi, teknologi ini dapat membantu perusahaan memahami proses operasional melalui model digital yang terhubung dengan data.
Digital twin tidak hanya digunakan dalam bidang manufaktur atau rekayasa produk. Konsep ini juga dapat diterapkan untuk mempelajari alur kerja, penggunaan sumber daya, dan kinerja proses bisnis. Mahasiswa S1 Sistem Informasi dapat mengenal bagaimana data, pemodelan sistem, dan analisis bisnis saling mendukung dalam menghasilkan informasi yang berguna bagi organisasi.
Bagaimana Digital Twin Mendukung Proses Bisnis?
Digital twin bekerja dengan membangun representasi digital berdasarkan data dan karakteristik sistem yang diamati. Bergantung pada penerapannya, model tersebut dapat diperbarui menggunakan data operasional sehingga kondisi yang ditampilkan lebih mendekati keadaan sebenarnya.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki proses pemrosesan pesanan yang melibatkan bagian penjualan, gudang, dan pengiriman. Ketika terjadi keterlambatan, perusahaan perlu mengetahui tahapan yang paling banyak menyita waktu. Model digital dapat membantu menggambarkan alur tersebut, mengidentifikasi hambatan, dan mengevaluasi kemungkinan perubahan proses.
Melalui simulasi, organisasi dapat membandingkan beberapa skenario sebelum menerapkan perubahan secara langsung. Namun, hasil analisis tetap bergantung pada kualitas data, ketepatan model, dan asumsi yang digunakan.
Peran Mahasiswa Sistem Informasi dalam Pengembangan Digital Twin
Pengembangan digital twin membutuhkan pemahaman mengenai kebutuhan organisasi sekaligus kemampuan mengelola informasi. Mahasiswa Sistem Informasi dapat mempelajari cara mengidentifikasi masalah bisnis, memetakan proses kerja, menentukan data yang diperlukan, dan menyusun kebutuhan sistem.
Selain itu, pemahaman basis data membantu mengelola informasi yang menjadi masukan model. Analisis proses bisnis dapat digunakan untuk menggambarkan aktivitas organisasi, sedangkan visualisasi data membantu menyajikan hasil analisis dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
Kemampuan berkomunikasi juga penting karena pengembangan solusi digital biasanya melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengguna, analis bisnis, pengembang sistem, hingga pengelola operasional.
Penerapan Digital Twin di Berbagai Sektor
Dalam industri manufaktur, digital twin dapat membantu memantau kinerja mesin dan mengevaluasi proses produksi. Pada sektor logistik, model digital dapat digunakan untuk mempelajari alur pergerakan barang dan penggunaan fasilitas penyimpanan.
Di lingkungan perkantoran, pendekatan serupa dapat membantu menganalisis penggunaan ruang atau alur pelayanan. Sementara itu, pada layanan publik, pemodelan digital berpotensi mendukung evaluasi proses pelayanan agar organisasi dapat memahami titik yang membutuhkan perbaikan.
Setiap penerapan memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan, ketersediaan data, biaya pengembangan, serta keamanan informasi sebelum membangun sistem digital twin.
Contoh Proyek Digital Twin untuk Mahasiswa
Mahasiswa dapat mengembangkan proyek sederhana dengan membuat model digital dari proses peminjaman barang di laboratorium. Proyek dimulai dengan memetakan tahapan peminjaman, mencatat waktu proses, dan mengidentifikasi kemungkinan hambatan.
Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat representasi alur kerja dan membandingkan beberapa skenario perbaikan. Hasilnya dapat disajikan melalui diagram atau dashboard yang menunjukkan perubahan waktu pelayanan berdasarkan simulasi.
Proyek ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara proses bisnis, data, dan teknologi. Selain menambah pengalaman praktis, hasil proyek juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari portofolio akademik.
S1 Sistem Informasi memberikan landasan untuk memahami hubungan antara kebutuhan bisnis dan teknologi digital. Digital twin menjadi salah satu topik yang relevan karena memungkinkan organisasi mempelajari proses nyata melalui representasi digital, analisis data, dan simulasi. Dengan mengembangkan kemampuan analisis proses, pengelolaan data, dan perancangan sistem, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi kebutuhan transformasi digital yang terus berkembang.
Tentang Penulis
Novita Nur Andjani
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.