Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 4 dibaca

Apakah Iri Hati Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental?

G

Gusti Ayu Tita P

26 September 2026

Bagikan:
Apakah Iri Hati Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental?

Perasaan iri hati merupakan emosi yang hampir pernah dirasakan oleh setiap orang. Rasa ini biasanya muncul ketika seseorang melihat keberhasilan, pencapaian, atau kebahagiaan yang dimiliki orang lain dan membandingkannya dengan kondisi dirinya sendiri. Dalam kadar yang wajar, iri hati sebenarnya merupakan bagian dari emosi manusia yang normal. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut dan tidak dikelola dengan baik, perasaan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental.

Di era media sosial saat ini, seseorang semakin mudah melihat pencapaian orang lain setiap hari. Kondisi tersebut sering kali memicu perbandingan sosial yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa tidak puas terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara iri hati dan kesehatan mental agar seseorang dapat mengelola emosinya dengan lebih sehat.

APA ITU IRI HATI DAN MENGAPA BISA MUNCUL?

Iri hati adalah perasaan tidak nyaman ketika melihat orang lain memiliki sesuatu yang diinginkan tetapi belum dimiliki oleh diri sendiri. Perasaan ini dapat muncul karena berbagai faktor seperti perbedaan pencapaian karier, kondisi ekonomi, hubungan sosial, hingga penampilan fisik. Pada dasarnya, otak manusia memang memiliki kecenderungan untuk melakukan perbandingan dengan lingkungan sekitar sebagai bentuk evaluasi diri.

Masalah mulai muncul ketika perbandingan tersebut dilakukan secara terus-menerus dan berlebihan. Seseorang dapat mulai merasa dirinya kurang berharga, kurang berhasil, atau bahkan gagal hanya karena melihat keberhasilan orang lain. Akibatnya, rasa iri berubah menjadi sumber tekanan psikologis yang mengganggu kesejahteraan mental.

DAMPAK IRI HATI TERHADAP KESEHATAN MENTAL

Salah satu dampak terbesar dari iri hati yang berlebihan adalah meningkatnya tingkat stres. Ketika seseorang terus memikirkan keberhasilan orang lain, otak akan berada dalam kondisi tegang dan sulit merasa puas terhadap pencapaian pribadi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kelelahan emosional serta menurunkan kualitas hidup.

Selain stres, iri hati juga dapat meningkatkan risiko munculnya kecemasan dan rasa rendah diri. Seseorang mungkin mulai merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain sehingga kehilangan kepercayaan diri. Jika terus berlangsung, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi ringan hingga gangguan kecemasan.

HUBUNGAN IRI HATI DENGAN MEDIA SOSIAL

Media sosial menjadi salah satu pemicu terbesar munculnya iri hati pada masyarakat modern. Banyak pengguna hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupannya seperti pencapaian pekerjaan, liburan, kendaraan baru, atau hubungan yang terlihat sempurna. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ketika seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan unggahan orang lain, muncul perasaan bahwa dirinya tertinggal atau kurang berhasil. Kondisi ini dikenal sebagai social comparison atau perbandingan sosial yang dapat menurunkan kepuasan hidup. Oleh karena itu, penggunaan media sosial secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

TANDA-TANDA IRI HATI SUDAH MENJADI MASALAH

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa iri hati mulai berdampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang. Misalnya, sering merasa kesal ketika melihat keberhasilan orang lain, sulit merasa bahagia atas pencapaian orang lain, atau terus memikirkan kehidupan orang lain dibandingkan fokus pada diri sendiri. Tanda lainnya adalah munculnya keinginan untuk meremehkan atau menjatuhkan orang lain agar merasa lebih baik.

Selain itu, seseorang juga dapat mengalami gangguan tidur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, serta kehilangan motivasi untuk berkembang. Apabila gejala tersebut terjadi dalam waktu lama, maka penting untuk mulai melakukan evaluasi terhadap kondisi emosional yang sedang dialami.

CARA MENGELOLA IRI HATI SECARA SEHAT

Langkah pertama untuk mengatasi iri hati adalah menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Keberhasilan orang lain bukan berarti mengurangi kesempatan diri sendiri untuk berhasil. Dengan mengubah cara pandang tersebut, seseorang dapat mulai melihat pencapaian orang lain sebagai inspirasi, bukan ancaman.

Cara berikutnya adalah meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang telah dimiliki saat ini. Fokus pada perkembangan diri sendiri terbukti lebih efektif dalam menjaga kesehatan mental dibandingkan terus membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, membatasi konsumsi media sosial dan memperbanyak aktivitas positif juga dapat membantu mengurangi munculnya rasa iri yang berlebihan.

KESIMPULAN

Iri hati merupakan emosi yang normal dan dapat dirasakan oleh siapa saja. Namun, apabila tidak dikendalikan, perasaan tersebut dapat memicu stres, kecemasan, rendah diri, hingga menurunkan kualitas kesehatan mental secara keseluruhan. Lingkungan digital dan media sosial juga berperan besar dalam meningkatkan perbandingan sosial yang tidak sehat.

Mengelola iri hati dengan cara yang tepat dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan kualitas hidup. Mengubah rasa iri menjadi motivasi untuk berkembang merupakan langkah yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan terus terjebak dalam perasaan negatif terhadap keberhasilan orang lain.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya