Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 98 dibaca

Bagaimana Cara Membedakan antara Kebutuhan Nyata dan Sekadar Lapar Mata Saat Berbelanja?

G

Gusti Ayu Tita P

7 Januari 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Membedakan antara Kebutuhan Nyata dan Sekadar Lapar Mata Saat Berbelanja?

Berbelanja sering kali terasa menyenangkan, apalagi ketika banyak pilihan menarik dan promo yang menggoda. Namun, di balik rasa senang tersebut, tidak jarang seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai lapar mata, yaitu dorongan membeli karena tertarik tampilan atau tren, bukan karena kebutuhan nyata.

MEMAHAMI MAKNA KEBUTUHAN NYATA

Kebutuhan nyata adalah hal yang benar-benar diperlukan untuk menunjang aktivitas dan kualitas hidup. Barang yang termasuk kebutuhan biasanya memiliki fungsi jelas, digunakan secara rutin, dan memberikan manfaat jangka panjang. Contoh kebutuhan nyata antara lain alat kerja, perlengkapan sekolah, atau barang yang memang sudah habis dan harus diganti.

Memahami kebutuhan nyata membantu seseorang menetapkan prioritas dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

MENGENALI CIRI-CIRI LAPAR MATA

Lapar mata biasanya muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh faktor visual atau emosional. Barang yang dibeli karena lapar mata sering kali terlihat menarik, sedang tren, atau sedang diskon besar. Namun, setelah dibeli, barang tersebut jarang digunakan atau bahkan hanya tersimpan.

Ciri lainnya adalah adanya rasa menyesal setelah belanja, karena keputusan diambil tanpa pertimbangan matang.

MENGAJUKAN PERTANYAAN SEBELUM MEMBELI

Salah satu cara paling efektif membedakan kebutuhan dan lapar mata adalah dengan bertanya pada diri sendiri. Pertanyaan seperti “apakah barang ini benar-benar dibutuhkan saat ini?” atau “apa manfaatnya dalam jangka panjang?” dapat membantu menilai urgensi pembelian.

Memberi waktu jeda sebelum checkout juga penting agar keputusan tidak diambil berdasarkan dorongan sesaat.

PERAN EMOSI DALAM KEPUTUSAN BELANJA

Emosi sangat memengaruhi kebiasaan belanja. Rasa bosan, stres, atau keinginan untuk memanjakan diri sering membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak perlu. Ketika emosi sedang tidak stabil, kemampuan berpikir rasional cenderung menurun.

Menyadari kondisi emosi sebelum berbelanja dapat membantu menghindari keputusan impulsif.

MEMBUAT BATASAN DAN KEBIASAAN SEHAT

Menyusun daftar belanja dan anggaran adalah langkah sederhana namun efektif. Dengan daftar tersebut, fokus belanja menjadi lebih terarah pada kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu, membatasi paparan iklan dan konten belanja di media sosial juga membantu mengurangi godaan.

Kebiasaan belanja yang sadar dan terencana akan berdampak positif pada kondisi keuangan dan pola hidup.

KESIMPULAN

Membedakan antara kebutuhan nyata dan sekadar lapar mata saat berbelanja membutuhkan kesadaran dan pengendalian diri. Dengan memahami fungsi barang, mengenali dorongan emosional, serta membangun kebiasaan belanja yang sehat, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya