Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 11 dibaca

Bagaimana Cara Mendukung Seseorang Dengan Kepribadian Ganda?

G

Gusti Ayu Tita P

24 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Mendukung Seseorang Dengan Kepribadian Ganda?

Kepribadian ganda merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menyebut Dissociative Identity Disorder (DID) atau Gangguan Identitas Disosiatif. Kondisi ini termasuk gangguan disosiatif yang dapat berkaitan dengan perubahan pengalaman identitas, kesenjangan ingatan, serta perasaan terputus dari diri sendiri atau lingkungan sekitar. Pengalaman setiap orang dapat berbeda sehingga cara memberikan dukungan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan orang tersebut. (nhs.uk)

Mendukung seseorang dengan DID bukan berarti harus memahami seluruh pengalaman yang mereka rasakan atau mencoba menjadi pengganti tenaga profesional. Dukungan sederhana seperti mendengarkan, menghargai, tidak menghakimi, membantu menjaga rutinitas, dan mendorong seseorang mendapatkan bantuan profesional dapat memberikan manfaat. Yang terpenting adalah memperlakukan orang tersebut dengan hormat dan tetap melihatnya sebagai individu secara utuh.

MEMAHAMI APA ITU DID

Langkah pertama untuk memberikan dukungan adalah memahami bahwa DID merupakan kondisi kesehatan mental yang nyata dan membutuhkan penilaian profesional. Gejalanya dapat mencakup kesenjangan ingatan mengenai aktivitas sehari-hari atau informasi pribadi serta adanya beberapa keadaan identitas yang berbeda. (nhs.uk)

Pemahaman ini penting agar seseorang tidak langsung dianggap hanya sedang berpura-pura, mencari perhatian, atau sengaja mengubah perilakunya. Di sisi lain, keluarga dan teman juga tidak seharusnya mendiagnosis seseorang hanya berdasarkan perubahan sikap yang mereka lihat.

Dengan memahami DID secara tepat, orang terdekat dapat memberikan respons yang lebih tenang dan menghindari kesalahpahaman yang mungkin membuat seseorang semakin tidak nyaman.

DENGARKAN TANPA MENGHAKIMI

Salah satu bentuk dukungan yang paling sederhana adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Ketika seseorang menceritakan pengalaman yang berkaitan dengan identitas, ingatan, atau disosiasi, berikan kesempatan untuk berbicara tanpa langsung menyalahkan atau meragukan pengalamannya.

Tidak semua masalah harus langsung diselesaikan oleh teman atau keluarga. Terkadang seseorang hanya membutuhkan orang yang bersedia mendengarkan dengan tenang dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitannya.

NHS juga menyarankan agar ketika mendukung seseorang dengan masalah kesehatan mental, orang terdekat dapat mendengarkan, memberikan waktu, dan tidak memaksa mereka untuk berbicara sebelum siap. (nhs.uk)

HINDARI MEMBERIKAN LABEL ATAU DIAGNOSIS SENDIRI

Perubahan perilaku, emosi, cara berbicara, atau suasana hati tidak otomatis menunjukkan DID. Banyak kondisi lain yang juga dapat memengaruhi emosi, ingatan, dan perilaku seseorang.

Karena itu, hindari mengatakan bahwa seseorang pasti mengalami “kepribadian ganda” hanya karena melihat beberapa perubahan tertentu. Diagnosis DID membutuhkan penilaian yang tepat dari tenaga kesehatan mental.

Memberikan label secara sembarangan dapat membuat seseorang merasa semakin bingung atau malu. Lebih baik menggunakan kalimat yang menunjukkan perhatian, misalnya menanyakan bagaimana keadaan mereka dan apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk membantu.

JANGAN MENGHAKIMI PERUBAHAN PERILAKU

Seseorang dengan DID dapat mengalami perubahan pengalaman identitas atau perilaku yang mungkin sulit dipahami oleh orang lain. APA menjelaskan bahwa keluarga atau teman dapat melihat perubahan tertentu dalam perilaku dan suasana hati serta kesenjangan ingatan mengenai hal yang sebelumnya dilakukan atau dikatakan. (Psikiatri)

Ketika hal tersebut terjadi, respons yang tenang lebih membantu daripada mengejek, memarahi, atau mempermalukan orang tersebut. Fokus utama sebaiknya adalah memahami situasi dan menjaga komunikasi agar tetap aman dan saling menghormati.

Perubahan yang terlihat dari luar juga tidak selalu menunjukkan keseluruhan pengalaman seseorang. Karena itu, jangan membuat kesimpulan hanya berdasarkan satu kejadian.

PERLAKUKAN SEBAGAI SATU INDIVIDU YANG UTUH

Salah satu prinsip penting dalam memberikan dukungan adalah tidak memperlakukan bagian-bagian identitas seseorang seperti pihak yang harus dipertentangkan. APA menyarankan agar keluarga dan orang terdekat bersikap terbuka dan menerima, bukan “memihak” salah satu bagian identitas. (Psikiatri)

Artinya, seseorang tetap dihargai sebagai individu secara keseluruhan. Teman atau keluarga tidak perlu menentukan identitas mana yang dianggap lebih penting atau lebih benar.

Pendekatan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih menghargai dan mengurangi konflik yang tidak perlu.

BANTU MENJAGA RUTINITAS SEHARI-HARI

Rutinitas yang teratur dapat membantu seseorang mengelola aktivitas sehari-hari. Dukungan sederhana dapat diberikan dengan mengingatkan jadwal, membantu membuat daftar kegiatan, atau menemani melakukan aktivitas tertentu jika mereka menginginkannya.

Misalnya, seseorang dapat menggunakan kalender, catatan, alarm, atau daftar tugas untuk membantu mengatur kegiatan. Dukungan seperti ini tidak harus rumit dan sebaiknya disesuaikan dengan apa yang nyaman bagi orang tersebut.

Namun, jangan sampai bantuan berubah menjadi kontrol berlebihan. Tujuan dukungan adalah membantu seseorang menjalani aktivitas, bukan mengambil alih seluruh kehidupannya.

BANTU KETIKA TERJADI KESULITAN MENGINGAT

Kesenjangan ingatan merupakan salah satu gejala utama DID. Karena itu, orang terdekat mungkin menemukan bahwa seseorang tidak mengingat percakapan, kegiatan, atau informasi tertentu yang menurut orang lain pernah terjadi. (nhs.uk)

Dalam situasi seperti ini, hindari mempermalukan mereka dengan mengatakan bahwa mereka sengaja berbohong. Jika diperlukan, informasi dapat disampaikan kembali secara tenang dan sederhana.

Catatan atau pengingat juga dapat membantu apabila orang tersebut memang merasa nyaman menggunakannya. Namun, penting untuk menghormati privasi dan tidak membaca catatan pribadi tanpa izin.

AJAK MENCARI BANTUAN PROFESIONAL

Jika gejala DID atau gejala disosiatif mulai mengganggu sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, dukungan profesional dapat menjadi langkah yang penting. Penilaian oleh tenaga kesehatan mental dapat membantu memahami gejala dan menentukan penanganan yang sesuai.

NHS menjelaskan bahwa penanganan gangguan disosiatif sering melibatkan terapi berbicara atau psikoterapi. Tujuannya dapat mencakup membantu seseorang menghadapi penyebab yang mendasari masalah dan mempelajari cara mengelola periode ketika merasa terputus dari diri sendiri atau lingkungan. (nhs.uk)

Teman atau keluarga dapat menawarkan untuk menemani seseorang mencari bantuan jika mereka menginginkannya. Namun, sebaiknya hindari memaksa karena keputusan mengenai perawatan perlu melibatkan orang yang bersangkutan dan tenaga profesional.

JANGAN MEMAKSA SESEORANG MENCERITAKAN TRAUMA

Gangguan disosiatif sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis, dan banyak orang dengan gangguan disosiatif memiliki pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Namun, pembahasan mengenai pengalaman tersebut merupakan hal yang sensitif. (nhs.uk)

Orang terdekat tidak perlu memaksa seseorang menceritakan pengalaman masa lalu hanya untuk membuktikan kondisinya. Pertanyaan yang terlalu mendesak justru dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Lebih baik memberikan kesempatan kepada mereka untuk menentukan kapan dan kepada siapa mereka ingin menceritakan pengalaman pribadi. Jika pembahasan trauma diperlukan dalam proses penanganan, hal tersebut dapat dilakukan bersama tenaga profesional yang sesuai.

BERIKAN KOMUNIKASI YANG TENANG DAN JELAS

Komunikasi yang tenang dapat membantu mengurangi kesalahpahaman. Gunakan kalimat yang sederhana dan hindari nada menyalahkan ketika membicarakan sesuatu yang terjadi.

Jika ada masalah yang perlu dibicarakan, fokuslah pada kejadian dan kebutuhan saat ini daripada memberikan label terhadap karakter seseorang. Misalnya, daripada mengatakan seseorang “selalu berubah-ubah”, lebih baik membicarakan situasi tertentu yang sedang dihadapi.

Komunikasi seperti ini dapat membantu menjaga hubungan tetap sehat dan membuat seseorang merasa dihargai.

HINDARI STIGMA DAN MITOS TENTANG KEPRIBADIAN GANDA

DID sering digambarkan secara berlebihan dalam film, media sosial, atau cerita fiksi. Gambaran tersebut tidak selalu mencerminkan pengalaman nyata setiap orang dengan gangguan identitas disosiatif.

Salah satu cara mendukung seseorang adalah mencari informasi dari sumber kesehatan yang tepercaya. Jangan menjadikan konten hiburan sebagai dasar untuk menentukan apakah seseorang mengalami DID atau bagaimana seharusnya mereka berperilaku.

Mengurangi stigma juga berarti tidak menggunakan istilah yang merendahkan untuk menggambarkan seseorang. Kondisi kesehatan mental tidak menentukan nilai atau kepribadian seseorang secara keseluruhan.

BANTU MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG NYAMAN

Lingkungan yang tenang dan dapat diprediksi dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal sederhana seperti menjaga komunikasi tetap konsisten, menghargai batas pribadi, dan memberikan ruang ketika diperlukan dapat menjadi bentuk dukungan.

Jika seseorang sedang mengalami kesulitan, tanyakan apa yang mereka butuhkan daripada langsung mengambil keputusan untuk mereka. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

Dukungan yang baik seharusnya membantu seseorang merasa lebih dihargai dan memiliki kendali terhadap kehidupannya sendiri.

JAGA BATASAN DIRI SAAT MEMBERIKAN DUKUNGAN

Mendukung seseorang bukan berarti harus selalu tersedia setiap saat. Teman atau keluarga juga memiliki kehidupan, kebutuhan, dan batasan masing-masing.

Menjaga batasan yang sehat dapat membuat hubungan tetap seimbang. Misalnya, seseorang dapat mengatakan bahwa mereka bersedia mendengarkan ketika memiliki waktu, tetapi tidak dapat selalu memberikan bantuan kapan pun.

Menjaga diri sendiri juga penting karena memberikan dukungan dalam jangka panjang dapat terasa melelahkan. NHS menyarankan agar orang yang membantu seseorang dengan masalah kesehatan mental juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan dirinya sendiri. (nhs.uk)

KAPAN SEBAIKNYA MENCARI BANTUAN LEBIH LANJUT?

Bantuan profesional sebaiknya dipertimbangkan ketika gejala mulai mengganggu kehidupan sehari-hari atau seseorang kesulitan menjalankan aktivitas normal. Keluarga atau teman dapat menyampaikan kekhawatiran dengan cara yang lembut dan menawarkan bantuan untuk mencari tenaga profesional.

Jika seseorang sedang berada dalam kondisi krisis atau terdapat risiko keselamatan yang mendesak, bantuan darurat setempat perlu dicari segera. Dalam situasi seperti ini, jangan mencoba menangani semuanya sendirian.

Untuk keadaan yang tidak mendesak, percakapan dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan lain yang sesuai dapat membantu menentukan langkah berikutnya.

APA YANG SEBAIKNYA DIHINDARI SAAT MENDUKUNG?

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika berusaha membantu seseorang dengan DID, antara lain:

  • Memaksa seseorang menceritakan pengalaman pribadi.
  • Mengejek atau mempermalukan perubahan perilakunya.
  • Memberikan diagnosis tanpa pemeriksaan profesional.
  • Menganggap semua perubahan emosi sebagai DID.
  • Membaca catatan pribadi tanpa izin.
  • Memaksa seseorang menjalani bantuan yang tidak mereka setujui.
  • Menganggap kondisi tersebut sebagai bahan hiburan.
  • Mengabaikan kebutuhan dan batasan pribadi orang tersebut.

Dukungan yang baik bukan tentang melakukan semuanya dengan sempurna. Yang lebih penting adalah mendengarkan, menghormati, memahami, dan membantu mencari dukungan yang tepat.

POIN PENTING DALAM MENDUKUNG SESEORANG DENGAN DID

Beberapa hal utama yang perlu diingat adalah:

  • Dengarkan tanpa menghakimi dan berikan kesempatan untuk berbicara.
  • Pahami DID melalui sumber kesehatan yang tepercaya.
  • Jangan memberikan diagnosis sendiri berdasarkan perubahan perilaku.
  • Hormati privasi dan batas pribadi.
  • Bantu menjaga rutinitas apabila orang tersebut menginginkannya.
  • Jangan memaksa seseorang menceritakan pengalaman traumatis.
  • Dorong bantuan profesional ketika gejala mengganggu kehidupan sehari-hari.
  • Tetap perlakukan orang tersebut sebagai individu yang utuh dan bermartabat.

Dukungan kecil yang konsisten dapat membantu seseorang merasa lebih diterima. NHS juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mendengarkan, menyediakan waktu, memberikan bantuan praktis, dan tidak memaksa dapat membuat perbedaan bagi seseorang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental. (nhs.uk)

KESIMPULAN

Mendukung seseorang dengan kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID) membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan sikap yang tidak menghakimi. Dukungan dapat diberikan melalui hal-hal sederhana seperti mendengarkan, menghormati privasi, membantu menjaga rutinitas, menjaga komunikasi yang baik, dan tidak memberikan label secara sembarangan.

Orang terdekat juga dapat membantu dengan mendorong seseorang mendapatkan bantuan profesional apabila gejalanya mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Penanganan gangguan disosiatif dapat melibatkan terapi berbicara atau psikoterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. (nhs.uk)

Pada akhirnya, seseorang dengan DID tetap perlu dipandang sebagai individu secara utuh, bukan hanya berdasarkan diagnosis atau gejalanya. Dukungan yang penuh empati dan menghargai batas pribadi dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pemulihan.

Kalau lanjut urutan TOP JUDUL berikutnya, kirim judulnya saja. Saya akan mempertahankan format dan gaya artikel seperti ini.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya