Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 29 dibaca

Bagaimana Cara Mengecek Perhitungan Pesangon Karyawan?

G

Gusti Ayu Tita P

27 Agustus 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Mengecek Perhitungan Pesangon Karyawan?

Ketika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, karyawan perlu memahami bagaimana cara mengecek perhitungan pesangon yang diberikan perusahaan. Hal ini penting agar hak pekerja dapat dihitung sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran. Perhitungan pesangon tidak hanya bergantung pada jumlah gaji terakhir, tetapi juga dipengaruhi oleh masa kerja, alasan PHK, serta komponen hak lain yang mungkin diterima pekerja. Karena itu, karyawan sebaiknya tidak langsung menerima angka yang diberikan tanpa memeriksa dasar perhitungannya. Dengan memahami langkah-langkah berikut, proses pengecekan pesangon karyawan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan teliti.

PAHAMI KOMPONEN HAK YANG DITERIMA SAAT PHK

Langkah pertama adalah memahami bahwa hak pekerja saat PHK dapat terdiri dari beberapa komponen. Secara umum, komponen tersebut dapat mencakup Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja atau UPMK, dan Uang Penggantian Hak atau UPH, sesuai dengan ketentuan dan kondisi yang berlaku. Setiap komponen memiliki dasar perhitungan yang berbeda sehingga tidak boleh disamakan. Oleh karena itu, mintalah perusahaan memberikan rincian tertulis mengenai setiap komponen pembayaran yang dimasukkan dalam perhitungan.

Uang Pesangon biasanya berkaitan dengan besaran upah dan masa kerja pekerja. Sementara itu, UPMK merupakan penghargaan yang dapat diberikan berdasarkan masa kerja tertentu sesuai ketentuan. Adapun UPH dapat berkaitan dengan hak pekerja yang belum diterima, seperti hak tertentu yang masih menjadi kewajiban perusahaan sesuai peraturan dan perjanjian kerja. Dengan mengetahui rincian tersebut, karyawan dapat membandingkan angka yang diberikan perusahaan dengan dasar perhitungannya secara lebih jelas.

PERIKSA MASA KERJA SECARA TELITI

Masa kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menghitung hak pekerja setelah PHK. Karyawan perlu memeriksa tanggal mulai bekerja dan tanggal berakhirnya hubungan kerja yang digunakan oleh perusahaan. Pastikan tidak ada periode kerja yang terlewat atau salah dicatat karena perbedaan masa kerja dapat memengaruhi jumlah pesangon. Gunakan dokumen seperti kontrak kerja, surat pengangkatan, data kepesertaan, atau dokumen perusahaan lainnya sebagai bahan pengecekan.

Perhitungan masa kerja juga perlu disesuaikan dengan ketentuan yang menjadi dasar pembayaran. Kesalahan dalam menentukan kelompok masa kerja dapat menyebabkan jumlah hak yang diterima menjadi lebih kecil atau berbeda dari seharusnya. Jika sebelumnya terdapat perubahan status kerja, perpanjangan kontrak, atau perpindahan jabatan, periksa apakah seluruh riwayat kerja telah diperhitungkan dengan benar. Apabila terdapat perbedaan data, karyawan sebaiknya meminta penjelasan tertulis dari perusahaan sebelum menyetujui hasil perhitungan.

CEK KOMPONEN UPAH YANG MENJADI DASAR PERHITUNGAN

Langkah berikutnya adalah memeriksa upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan. Karyawan perlu melihat slip gaji dan memastikan komponen yang diperhitungkan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara umum, dasar upah dalam perhitungan hak tertentu dapat melibatkan gaji pokok dan tunjangan tetap. Oleh sebab itu, penting untuk membedakan antara tunjangan yang sifatnya tetap dan pembayaran lain yang mungkin tidak selalu menjadi dasar perhitungan.

Mintalah rincian perhitungan dari bagian HRD atau perusahaan agar angka yang digunakan dapat diperiksa satu per satu. Jangan hanya melihat jumlah akhir tanpa mengetahui bagaimana angka tersebut diperoleh. Bandingkan data yang digunakan dengan slip gaji terakhir serta dokumen pengupahan yang dimiliki. Jika terdapat pengurangan atau perbedaan komponen upah, tanyakan alasan dan dasar ketentuan yang digunakan perusahaan secara jelas.

SESUAIKAN DENGAN ALASAN TERJADINYA PHK

Jumlah hak yang diterima karyawan tidak selalu sama untuk setiap jenis PHK. Alasan terjadinya PHK dapat memengaruhi rumus atau faktor pengali yang digunakan dalam perhitungan sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Sebagai contoh, kondisi perusahaan, efisiensi, penutupan usaha, pelanggaran tertentu, atau alasan lain dapat memiliki ketentuan yang berbeda. Karena itu, pekerja harus mengetahui secara jelas alasan resmi PHK yang tercantum dalam surat atau dokumen perusahaan.

Periksa apakah alasan tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya dan dokumen yang diterima. Setelah alasan PHK diketahui, cocokkan dasar perhitungan yang digunakan perusahaan dengan ketentuan ketenagakerjaan yang relevan. Karyawan juga perlu memperhatikan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama apabila berlaku karena dokumen tersebut dapat mengatur hak yang lebih baik sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan. Pengecekan ini penting karena penggunaan alasan PHK yang berbeda dapat menghasilkan jumlah pembayaran yang berbeda.

MINTA RINCIAN PERHITUNGAN SECARA TERTULIS

Cara paling efektif untuk mengecek pesangon adalah meminta rincian perhitungan tertulis dari perusahaan. Rincian tersebut idealnya menunjukkan masa kerja yang digunakan, dasar upah, jumlah Uang Pesangon, UPMK, UPH, serta komponen lain apabila ada. Dengan adanya dokumen tertulis, karyawan dapat melakukan pengecekan secara lebih objektif dan tidak hanya mengandalkan penjelasan lisan. Dokumen ini juga membantu apabila di kemudian hari diperlukan proses klarifikasi atau penyelesaian perselisihan.

Setelah menerima rincian tersebut, lakukan pengecekan satu per satu dan hitung kembali berdasarkan data yang benar. Gunakan kalkulator atau buat catatan sederhana agar setiap angka mudah dibandingkan. Jika terdapat selisih, jangan terburu-buru menandatangani dokumen persetujuan sebelum memperoleh penjelasan yang memadai. Memeriksa sebelum menyetujui merupakan langkah penting untuk melindungi hak karyawan.

PERHATIKAN HAK LAIN DI LUAR PESANGON

Selain pesangon, pekerja mungkin memiliki hak lain yang perlu diperiksa saat hubungan kerja berakhir. Hak tersebut dapat berbeda tergantung pada kondisi pekerjaan, perjanjian yang berlaku, dan ketentuan hukum. Contohnya dapat mencakup pembayaran yang masih menjadi kewajiban perusahaan atau hak lain yang belum diselesaikan. Oleh karena itu, fokus pemeriksaan sebaiknya tidak hanya pada satu angka pesangon.

Buatlah daftar seluruh hak yang seharusnya diterima dan cocokkan dengan dokumen penyelesaian dari perusahaan. Periksa juga apakah terdapat upah atau pembayaran lain yang masih belum diselesaikan hingga tanggal berakhirnya hubungan kerja. Jika perusahaan memberikan paket kompensasi dengan istilah tertentu, tanyakan secara jelas komponen apa saja yang sudah termasuk di dalamnya. Langkah ini dapat membantu mencegah adanya hak karyawan yang terlewat dalam proses penyelesaian PHK.

LAKUKAN KLARIFIKASI JIKA ADA PERBEDAAN HITUNGAN

Jika hasil perhitungan pribadi berbeda dengan angka dari perusahaan, lakukan klarifikasi terlebih dahulu dengan cara yang baik dan profesional. Siapkan dokumen pendukung seperti slip gaji, kontrak kerja, surat PHK, serta rincian perhitungan yang telah diterima. Jelaskan bagian mana yang dianggap berbeda dan tanyakan dasar perhitungan perusahaan. Pendekatan yang didasarkan pada data biasanya memudahkan kedua pihak untuk menemukan sumber perbedaan.

Apabila masalah belum terselesaikan, pekerja dapat mencari bantuan melalui mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai prosedur yang berlaku. Konsultasi dengan pihak yang memahami ketenagakerjaan juga dapat membantu pekerja memahami posisi dan haknya. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi singkat yang belum tentu sesuai dengan kasus yang dihadapi. Setiap kasus PHK dapat memiliki kondisi dan dasar hukum yang berbeda sehingga pemeriksaan dokumen secara menyeluruh sangat penting.

KESIMPULAN

Mengecek perhitungan pesangon karyawan sebaiknya dilakukan dengan memeriksa masa kerja, dasar upah, alasan PHK, dan seluruh komponen hak yang tercantum dalam rincian perusahaan. Karyawan perlu meminta perhitungan secara tertulis agar setiap angka dapat dicek kembali dengan lebih mudah. Perhatikan juga bahwa besaran hak dapat berbeda tergantung pada alasan PHK dan ketentuan yang berlaku dalam kasus tersebut. Selain pesangon, jangan lupa memeriksa hak lain yang masih menjadi kewajiban perusahaan.

Jika ditemukan perbedaan, lakukan klarifikasi dengan membawa data dan dokumen yang lengkap. Jangan terburu-buru menyetujui perhitungan sebelum seluruh komponennya dipahami dengan jelas. Memahami cara kerja perhitungan akan membantu karyawan lebih teliti dalam menjaga haknya. Dengan langkah yang tepat, proses pengecekan pesangon dapat dilakukan secara lebih aman, transparan, dan sesuai dasar yang berlaku.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya