Bagaimana Dampak Tenaga Kerja Asing Terhadap Pengembangan SDM Lokal di Indonesia?
Gusti Ayu Tita P
25 September 2026
Tenaga Kerja Asing atau TKA merupakan bagian dari dinamika dunia kerja di Indonesia, terutama pada sektor yang membutuhkan keahlian tertentu. Kehadiran tenaga kerja asing dapat memberikan pengaruh terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal, baik melalui pertukaran pengetahuan maupun peningkatan standar kompetensi. Di sisi lain, keberadaan TKA juga dapat menjadi tantangan apabila tenaga kerja lokal belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, dampaknya perlu dilihat dari bagaimana perusahaan, tenaga kerja, dan pemerintah mengelola keberadaan TKA.
MENDORONG TRANSFER PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN
Salah satu dampak yang dapat diberikan TKA terhadap SDM lokal adalah terbukanya kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian baru. Tenaga kerja asing yang memiliki pengalaman atau kompetensi khusus dapat bekerja bersama tenaga kerja lokal dalam suatu perusahaan. Interaksi tersebut dapat menjadi sarana untuk mempelajari metode kerja, teknologi, standar operasional, maupun cara menyelesaikan masalah. Semakin baik proses berbagi pengetahuan dilakukan, semakin besar peluang tenaga kerja lokal untuk meningkatkan kompetensinya.
Di Indonesia, penggunaan TKA memang memiliki ketentuan mengenai alih teknologi dan alih keahlian kepada tenaga kerja pendamping Indonesia. PP Nomor 34 Tahun 2021 mengatur kewajiban pemberi kerja terkait tenaga kerja pendamping dan transfer keahlian tersebut. Dengan demikian, keberadaan TKA tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tenaga ahli, tetapi juga dapat dikaitkan dengan proses peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal.
MENINGKATKAN STANDAR KOMPETENSI TENAGA KERJA LOKAL
Kehadiran tenaga kerja asing dapat memperkenalkan standar kerja dan kompetensi yang berbeda. Tenaga kerja lokal dapat memperoleh pengalaman dari cara kerja yang diterapkan oleh perusahaan atau profesional dari negara lain. Hal ini dapat mendorong pekerja untuk memahami kebutuhan industri yang semakin berkembang. Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari proses peningkatan kualitas SDM.
Peningkatan kompetensi juga dapat dilakukan melalui pelatihan yang berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan. Pemerintah melalui berbagai program ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja dan hubungan dengan dunia usaha serta industri. Jika pelatihan dan pendampingan dilakukan secara terencana, pengalaman bekerja bersama TKA dapat menjadi kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk mengembangkan kemampuan teknis dan profesional.
MEMBUKA PELUANG KERJA SAMA DAN PEMBELAJARAN
TKA juga dapat menciptakan ruang untuk membangun kerja sama lintas negara di lingkungan perusahaan. Tenaga kerja lokal dapat mengenal budaya kerja, teknologi, metode komunikasi, dan praktik profesional yang digunakan dalam lingkungan kerja internasional. Pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan mengenai kebutuhan industri di tingkat global. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan kerja.
Kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat apabila perusahaan memiliki mekanisme pembelajaran yang jelas. Misalnya, tenaga kerja lokal dapat dilibatkan dalam proyek bersama, pelatihan, pendampingan, atau kegiatan pertukaran pengetahuan. Kemnaker juga pernah mendorong kemitraan dengan perusahaan yang mempekerjakan TKA dalam rangka transfer of knowledge dan skill kepada tenaga kerja lokal. Dengan cara tersebut, interaksi antara TKA dan tenaga kerja lokal dapat menghasilkan proses pembelajaran yang lebih terarah.
MENJADI TANTANGAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI
Di sisi lain, keberadaan TKA dapat menjadi tantangan bagi tenaga kerja lokal apabila terdapat kesenjangan kompetensi antara kebutuhan perusahaan dan kemampuan tenaga kerja yang tersedia. Posisi tertentu membutuhkan keahlian khusus yang belum banyak tersedia di dalam negeri. Kondisi tersebut dapat mendorong perusahaan mencari tenaga ahli dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas SDM lokal melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman kerja. Tenaga kerja lokal perlu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri. Pemerintah juga memiliki peran dalam menciptakan sistem pelatihan dan penempatan kerja yang mendukung peningkatan daya saing tenaga kerja. Dengan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, tenaga kerja lokal dapat memiliki kualifikasi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
MEMPERKUAT KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SDM LOKAL
Dampak TKA terhadap SDM lokal juga bergantung pada pengawasan dan pelaksanaan regulasi. Pemerintah telah menetapkan aturan mengenai penggunaan TKA, termasuk persyaratan tertentu bagi pemberi kerja dan mekanisme pendampingan tenaga kerja Indonesia. Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 mengatur pelaksanaan PP Nomor 34 Tahun 2021, termasuk penunjukan tenaga kerja pendamping untuk proses alih teknologi dan keahlian.
Pengembangan SDM lokal dapat diperkuat apabila proses pendampingan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kemampuan. Perusahaan dapat membuat program pelatihan, dokumentasi pengetahuan, evaluasi kompetensi, dan pembagian tugas yang memungkinkan tenaga kerja lokal belajar secara langsung. Dengan demikian, penggunaan TKA dapat berjalan bersamaan dengan penguatan kapasitas tenaga kerja Indonesia. Pendekatan tersebut juga membantu menciptakan hubungan antara kebutuhan tenaga ahli dan pengembangan kompetensi SDM lokal.
KESIMPULAN
Dampak TKA terhadap pengembangan SDM lokal di Indonesia dapat muncul dalam bentuk transfer pengetahuan, peningkatan standar kompetensi, peluang pembelajaran, sekaligus tantangan untuk meningkatkan keterampilan. Dampak tersebut sangat dipengaruhi oleh cara perusahaan menerapkan pendampingan dan bagaimana tenaga kerja lokal memanfaatkan kesempatan untuk belajar. Regulasi Indonesia sendiri memuat kewajiban terkait alih teknologi dan keahlian kepada tenaga kerja pendamping lokal. Oleh karena itu, pengembangan SDM lokal perlu berjalan beriringan dengan penggunaan TKA agar kebutuhan keahlian dapat dipenuhi sekaligus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.