Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 119 dibaca

Apa Saja Kemampuan Penting yang Harus Dipelajari Calon DevOps Engineer?

G

Gusti Ayu Tita P

24 September 2026

Bagikan:
Apa Saja Kemampuan Penting yang Harus Dipelajari Calon DevOps Engineer?

Perkembangan teknologi digital membuat perusahaan membutuhkan proses pengembangan software yang cepat, stabil, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Dalam proses tersebut, DevOps Engineer memiliki peran penting dalam menghubungkan pengembangan aplikasi dengan operasional sistem. Profesi ini membutuhkan perpaduan antara kemampuan teknis, pemahaman sistem, serta kemampuan bekerja sama dengan berbagai tim.

Menjadi DevOps Engineer tidak cukup hanya dengan memahami satu bahasa pemrograman atau satu perangkat teknologi. Calon DevOps Engineer perlu membangun kemampuan secara bertahap, mulai dari dasar sistem operasi, jaringan, cloud computing, automation, container, hingga monitoring. Pemahaman terhadap berbagai kemampuan tersebut dapat membantu seseorang lebih siap menghadapi kebutuhan industri teknologi.

MEMAHAMI DASAR LINUX DAN SISTEM OPERASI

Salah satu kemampuan dasar yang penting dipelajari calon DevOps Engineer adalah Linux. Banyak lingkungan server dan sistem cloud menggunakan Linux sehingga pemahaman terhadap sistem operasi ini dapat membantu dalam mengelola aplikasi dan server. Calon DevOps Engineer sebaiknya memahami perintah dasar Linux, struktur direktori, hak akses file, proses, serta pengelolaan layanan.

Selain Linux, pemahaman mengenai sistem operasi dan server secara umum juga diperlukan. Pengetahuan tersebut membantu seseorang memahami bagaimana aplikasi berjalan, bagaimana sumber daya komputer digunakan, serta bagaimana masalah pada server dapat ditelusuri. Fondasi ini penting sebelum mempelajari teknologi DevOps yang lebih kompleks.

MEMPELAJARI JARINGAN DAN CLOUD COMPUTING

Networking menjadi kemampuan penting karena aplikasi dan server saling berkomunikasi melalui jaringan. Calon DevOps Engineer perlu memahami konsep seperti IP address, DNS, HTTP, port, firewall, serta dasar komunikasi antara client dan server. Pengetahuan jaringan membantu proses identifikasi masalah ketika aplikasi mengalami gangguan komunikasi atau tidak dapat diakses.

Selain jaringan, cloud computing juga menjadi bagian penting dalam ekosistem teknologi modern. Calon DevOps Engineer dapat mempelajari konsep virtual machine, storage, database, jaringan cloud, dan layanan komputasi. Pemahaman cloud membantu seseorang mengetahui bagaimana infrastruktur aplikasi dapat disediakan dan dikelola sesuai kebutuhan.

MENGUASAI VERSION CONTROL DAN AUTOMATION

Kemampuan menggunakan Git dan sistem version control merupakan bekal penting bagi calon DevOps Engineer. Version control membantu tim menyimpan perubahan kode, bekerja secara kolaboratif, serta melacak riwayat perubahan dalam sebuah proyek. Dengan memahami Git, seseorang dapat lebih mudah bekerja bersama developer dan mengelola perubahan pada proyek software.

Kemampuan automation juga sangat penting dalam DevOps. Banyak pekerjaan yang dilakukan berulang dapat diotomatisasi sehingga proses pengembangan dan operasional menjadi lebih konsisten. Calon DevOps Engineer dapat mempelajari scripting dan berbagai automation tools untuk membantu menjalankan proses seperti deployment, pengujian, konfigurasi, dan pengelolaan infrastruktur.

MEMPELAJARI CONTAINER DAN CI CD

Container menjadi teknologi yang banyak digunakan untuk membantu aplikasi berjalan secara konsisten di berbagai lingkungan. Docker merupakan salah satu teknologi container yang populer dan dapat menjadi salah satu materi yang dipelajari calon DevOps Engineer. Pemahaman container mencakup cara membuat image, menjalankan container, mengelola konfigurasi, serta memahami hubungan antara aplikasi dan lingkungan eksekusinya.

Selain container, calon DevOps Engineer perlu memahami konsep CI/CD atau Continuous Integration dan Continuous Delivery atau Deployment. CI/CD membantu mengotomatisasi berbagai tahapan dalam proses pengembangan dan penyebaran aplikasi. Dengan mempelajari konsep tersebut, calon engineer dapat memahami bagaimana perubahan kode dapat melalui proses pengujian dan deployment secara lebih terstruktur.

MEMAHAMI MONITORING DAN KEAMANAN SISTEM

DevOps Engineer juga perlu memiliki kemampuan monitoring untuk mengetahui kondisi aplikasi dan infrastruktur. Monitoring dapat membantu tim melihat penggunaan sumber daya, performa aplikasi, error, serta berbagai indikator yang menunjukkan adanya masalah. Kemampuan membaca dan memahami data monitoring dapat membantu proses identifikasi gangguan dengan lebih cepat.

Selain monitoring, keamanan sistem tidak boleh diabaikan. Calon DevOps Engineer perlu memahami dasar keamanan seperti pengelolaan akses, autentikasi, perlindungan credential, konfigurasi jaringan, serta prinsip pemberian hak akses secara tepat. Keamanan sebaiknya diperhatikan sejak proses pengembangan dan deployment agar risiko terhadap sistem dapat dikurangi.

MENGEMBANGKAN SOFT SKILL DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Kemampuan teknis saja belum cukup untuk menjadi DevOps Engineer yang efektif. Profesi ini membutuhkan komunikasi dan kolaborasi karena DevOps Engineer biasanya bekerja bersama developer, tim operasi, keamanan, QA, dan pihak lain yang terlibat dalam pengembangan software. Kemampuan menjelaskan masalah dengan jelas dapat membantu tim menemukan solusi dengan lebih cepat.

Problem solving juga menjadi kemampuan yang sangat penting. Gangguan pada aplikasi atau infrastruktur dapat disebabkan oleh berbagai faktor sehingga engineer perlu mampu menganalisis masalah secara sistematis. Calon DevOps Engineer dapat mengembangkan kemampuan ini melalui proyek praktik, simulasi troubleshooting, dan pengalaman mengelola sistem secara langsung.

KESIMPULAN

Calon DevOps Engineer perlu mempersiapkan berbagai kemampuan yang saling berhubungan. Beberapa kemampuan penting yang dapat dipelajari meliputi Linux, networking, cloud computing, Git, automation, container, CI/CD, monitoring, dan keamanan sistem.

Selain kemampuan teknis, komunikasi, kolaborasi, dan problem solving juga penting karena pekerjaan DevOps melibatkan banyak tim dan membutuhkan penyelesaian masalah secara sistematis. Pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap melalui kursus, dokumentasi teknologi, proyek pribadi, maupun praktik langsung. Dengan membangun fondasi yang kuat dan terus mengikuti perkembangan teknologi, calon DevOps Engineer dapat lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya