Cara Membuat Infografis Hasil Penelitian
Wizdan Ulum
10 Oktober 2026
Infografis hasil penelitian adalah media visual yang digunakan untuk menyajikan temuan penelitian secara ringkas, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca akademik. Dalam konteks perkuliahan, infografis merupakan sarana efektif untuk menyampaikan data penelitian, baik untuk presentasi, laporan, maupun publikasi ilmiah sederhana. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu melakukan penelitian, tetapi juga menyajikan hasilnya secara komunikatif dan menarik tanpa menghilangkan esensi ilmiah.
Pemanfaatan infografis dalam dunia akademik semakin relevan seiring berkembangnya budaya visual dalam pembelajaran. Data yang kompleks akan lebih mudah dipahami ketika disajikan dalam bentuk visual yang terstruktur. Oleh karena itu, memahami cara membuat infografis hasil penelitian menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa di berbagai disiplin ilmu.
Memahami Tujuan dan Audiens Infografis
Langkah awal dalam pembuatan infografis hasil penelitian adalah memahami tujuan penyajian dan siapa audiens yang akan membaca. Infografis untuk dosen penguji tentu berbeda dengan infografis untuk seminar kelas atau media sosial akademik.
Tujuan yang jelas akan membantu menentukan gaya visual, tingkat detail data, serta bahasa yang digunakan. Dalam konteks perkuliahan, infografis biasanya bertujuan untuk:
- Menyederhanakan hasil penelitian
- Menunjukkan temuan utama secara visual
- Membantu presentasi lisan agar lebih efektif
Dengan memahami audiens, mahasiswa dapat menyesuaikan kompleksitas informasi tanpa mengurangi keilmiahan isi.
Menyeleksi Data Penelitian yang Relevan
Tidak semua data penelitian harus dimasukkan ke dalam infografis. Seleksi data merupakan tahap krusial agar infografis tidak terlalu padat dan membingungkan. Fokuskan pada hasil utama yang mendukung rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Data yang umumnya cocok untuk infografis meliputi:
- Temuan utama penelitian
- Persentase dan perbandingan
- Tren atau pola data
- Kesimpulan singkat berbasis data
Dengan memilih data yang paling relevan, infografis akan lebih fokus dan mudah dipahami.
Menyusun Alur Informasi yang Sistematis
Infografis yang baik memiliki alur informasi yang logis. Urutan penyajian data harus mengikuti pola deduktif, dimulai dari gambaran umum menuju temuan khusus. Hal ini sejalan dengan kaidah penulisan ilmiah yang umum digunakan dalam perkuliahan.
Struktur infografis hasil penelitian umumnya mencakup:
- Judul penelitian
- Latar belakang singkat
- Metode penelitian secara ringkas
- Hasil utama penelitian
- Kesimpulan atau implikasi
Alur yang jelas akan membantu pembaca memahami pesan penelitian tanpa harus membaca laporan lengkap.
Menggunakan Elemen Visual Secara Efektif
Elemen visual seperti ikon, grafik, diagram, dan warna harus digunakan secara proporsional. Visualisasi data bertujuan memperjelas informasi, bukan sekadar memperindah tampilan.
Beberapa prinsip visual yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gunakan grafik yang sesuai dengan jenis data
- Hindari terlalu banyak warna
- Pastikan teks tetap terbaca
- Gunakan ikon yang relevan dan konsisten
Penggunaan elemen visual yang tepat akan meningkatkan daya tarik sekaligus kredibilitas infografis akademik.
Menyesuaikan Bahasa dengan Kaidah Akademik
Meskipun berbentuk visual, infografis hasil penelitian tetap harus menggunakan bahasa yang formal dan akademik. Hindari penggunaan istilah ambigu, bahasa populer berlebihan, atau singkatan yang tidak umum. Kalimat yang digunakan sebaiknya singkat, padat, dan informatif. Penulisan yang baik akan memperkuat pesan ilmiah dan menunjukkan profesionalisme mahasiswa sebagai peneliti pemula.
Memanfaatkan Aplikasi Pendukung Infografis
Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai aplikasi desain untuk membuat infografis hasil penelitian. Pilih aplikasi yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan akademik.
Beberapa kriteria aplikasi yang ideal antara lain:
- Menyediakan template infografis
- Mudah diakses dan dipelajari
- Mendukung ekspor file berkualitas tinggi
- Cocok untuk presentasi dan cetak
Pemanfaatan teknologi akan mempercepat proses desain tanpa mengurangi kualitas isi penelitian.
Melakukan Evaluasi dan Revisi
Tahap akhir dalam pembuatan infografis adalah evaluasi. Periksa kembali kesesuaian data, kejelasan visual, serta ketepatan bahasa. Jika memungkinkan, mintalah masukan dari dosen atau teman sejawat untuk memastikan infografis telah memenuhi standar akademik. Revisi yang baik akan meningkatkan kualitas infografis dan meminimalkan kesalahan interpretasi data.
Membuat infografis hasil penelitian dalam memerlukan perpaduan antara pemahaman akademik dan kemampuan visual. Dengan menentukan tujuan, menyeleksi data yang relevan, menyusun alur informasi, serta menggunakan elemen visual secara tepat, mahasiswa dapat menyajikan hasil penelitian secara efektif dan menarik. Infografis yang baik tidak hanya mempermudah pemahaman, tetapi juga meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah dalam lingkungan akademik.
Tentang Penulis
Wizdan Ulum
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.