Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan Distinguished International Lecture bersama ekonom dan pakar pembangunan berkelanjutan dunia, Jeffrey D. Sachs, sebagai bagian dari rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (27/6/2026).
Melalui forum tersebut, Sachs membagikan pandangannya mengenai berbagai tantangan global sekaligus menekankan peran strategis perguruan tinggi, sains, dan riset dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di masa depan.
Dunia Menghadapi Tantangan yang Semakin Kompleks
Dalam pemaparannya, Jeffrey D. Sachs menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan besar, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi, hingga dinamika geopolitik. Menurutnya, tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui satu disiplin ilmu saja, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Ia menegaskan bahwa universitas harus menjadi pusat lahirnya solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Selain menghasilkan inovasi, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab dalam menyediakan dasar ilmiah yang kuat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan publik.
Perguruan Tinggi Menjadi Pilar Kemajuan Bangsa
Sachs menilai bahwa fungsi perguruan tinggi tidak berhenti pada pencetakan lulusan berkualitas. Lebih dari itu, kampus perlu memperkuat kapasitas riset sehingga mampu menghasilkan temuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Menurutnya, investasi pada pendidikan tinggi dan penelitian merupakan fondasi utama dalam membangun kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara. Negara yang memiliki ekosistem riset yang kuat akan lebih siap menghadapi perubahan global sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pembangunan Berkelanjutan Harus Didukung Riset
Dalam kuliah umum tersebut, Jeffrey D. Sachs juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa setiap kebijakan pembangunan sebaiknya disusun berdasarkan hasil riset yang kredibel agar keputusan yang diambil mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Kolaborasi Internasional Menjadi Kunci
Selain memperkuat kapasitas riset di dalam negeri, Sachs juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim, kesehatan, ketahanan pangan, hingga transisi energi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara negara, perguruan tinggi, dan lembaga riset untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.
Indonesia Dinilai Memiliki Potensi Besar
Jeffrey D. Sachs menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut didukung oleh kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, serta kapasitas akademik yang terus berkembang.
Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta penguasaan sains dan teknologi agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan nasional.
KSTI 2026 Perkuat Peran Kampus
Pandangan Jeffrey D. Sachs sejalan dengan komitmen Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang sebelumnya menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 bertujuan memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam mendukung berbagai program prioritas nasional.
Melalui penyelenggaraan Distinguished International Lecture, Kemdiktisaintek membuka ruang dialog antara akademisi Indonesia dengan tokoh dunia untuk memperluas wawasan mengenai tantangan pembangunan global. Forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya riset yang lebih relevan sekaligus meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Kehadiran Jeffrey D. Sachs dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menghadapi tantangan global melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi internasional. Dengan dukungan investasi pada pendidikan tinggi dan pengembangan sains, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara yang berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya saing di tingkat global.
Sumber Berita:
Tentang Penulis
Wizdan Ulum
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.