Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis Kampus dalam Percepatan Pembangunan Nasional di Saresehan KSTI 2026
Informasi 55 dibaca

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis Kampus dalam Percepatan Pembangunan Nasional di Saresehan KSTI 2026

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 29 Juni 2026

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan nasional melalui kolaborasi, riset, dan inovasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 26–28 Juni 2026 ini digelar bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan demi mendukung pembangunan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.

Kampus Jadi Pusat Inovasi Bangsa

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kampus merupakan tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan kebebasan akademik yang harus dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Menurut Presiden, seluruh potensi intelektual bangsa perlu disatukan agar pembangunan Indonesia semakin bertumpu pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia akademik, untuk terus menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Seluruh potensi bangsa harus bersatu dan mengeluarkan pemikiran terbaik demi kepentingan bersama. Kampus adalah tempat berkembangnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi rakyat," ujar Presiden.

Pemerintah Perkuat Kemitraan dengan Perguruan Tinggi

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis. Berbagai masukan yang muncul selama Sarasehan, seperti peningkatan beasiswa doktor bagi dosen, penguatan pendanaan riset, hingga perluasan kerja sama internasional antar perguruan tinggi, akan menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset nasional. Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dinilai penting agar setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada data, penelitian, serta kajian ilmiah yang komprehensif.

Hasil Sarasehan Akan Ditindaklanjuti

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa seluruh rekomendasi dari peserta akan dikonsolidasikan untuk menjadi langkah nyata. Kemdiktisaintek akan membentuk kelompok kerja atau satuan tugas tematik yang melibatkan perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kementerian teknis, dunia usaha, hingga para pakar dari berbagai bidang.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai kebijakan strategis pemerintah sekaligus memperkuat kontribusi dunia akademik dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional. Brian juga menegaskan bahwa Presiden menginginkan ilmuwan, peneliti, dan sivitas akademika terlibat lebih aktif dalam penyusunan kebijakan sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.

BACA JUGA: Saresehan KSTI 2026 Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Cetak Talenta Unggul dan Perkuat Ekonomi Indonesia

Rektor Apresiasi Komitmen Presiden

Ketua MRPTNI, Eduart Wolok, memberikan apresiasi terhadap keterbukaan Presiden yang secara langsung mendengarkan berbagai aspirasi dari para rektor perguruan tinggi. Menurutnya, sebagian besar masukan yang disampaikan berkaitan dengan penguatan kapasitas perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset, serta dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah.

Ia menilai pemerintah telah menunjukkan keseriusan menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan nasional, bukan sekadar lembaga pendidikan. Selain menyampaikan arah kebijakan, pemerintah juga menerima berbagai rekomendasi yang dihasilkan selama tiga hari pelaksanaan Sarasehan. Pola dialog dua arah tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik.

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui penutupan Sarasehan KSTI 2026, Kemdiktisaintek kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi sehingga berbagai tantangan pembangunan dapat diatasi secara efektif. Selain itu, penguatan kerja sama lintas sektor diyakini akan mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi, peningkatan daya saing bangsa, dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

 

Penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi di Indonesia. Komitmen Presiden Prabowo untuk melibatkan akademisi, peneliti, dan ilmuwan dalam proses penyusunan kebijakan menunjukkan bahwa pembangunan nasional ke depan akan semakin mengedepankan pendekatan berbasis riset dan inovasi. Dengan kolaborasi yang semakin erat, diharapkan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan solusi bagi berbagai tantangan bangsa sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber Berita:

Penutupan Sarasehan KSTI 2026, Presiden Dorong Kolaborasi Kampus se-Indonesia

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.