Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Kesalahan Saat Interview Kerja yang Membuat HRD Tidak Tertarik
Informasi 18 dibaca

Kesalahan Saat Interview Kerja yang Membuat HRD Tidak Tertarik

G

Gusti Ayu Tita

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 25 Mei 2026

Interview kerja menjadi salah satu tahap paling penting dalam proses rekrutmen. Pada tahap ini, perusahaan menilai kemampuan, sikap, dan kepribadian kandidat sebelum memutuskan menerima atau menolaknya. Sayangnya, banyak pelamar kerja melakukan kesalahan kecil yang ternyata berdampak besar terhadap penilaian HRD.

Meskipun memiliki kemampuan yang baik, kesalahan saat interview dapat membuat peluang diterima kerja menjadi lebih kecil. Karena itu, penting untuk memahami hal-hal yang harus dihindari agar dapat memberikan kesan profesional dan meyakinkan saat wawancara kerja.

DATANG TERLAMBAT SAAT INTERVIEW

Datang terlambat menjadi salah satu kesalahan paling fatal saat interview kerja. HRD biasanya menilai keterlambatan sebagai tanda kurang disiplin dan tidak menghargai waktu.

Usahakan datang lebih awal sekitar 10 hingga 15 menit sebelum jadwal interview dimulai. Selain membuat lebih tenang, datang tepat waktu juga menunjukkan sikap profesional dan kesiapan kandidat.

Jika terjadi kendala mendadak, segera hubungi pihak perusahaan untuk memberikan informasi secara sopan.

TIDAK MEMPELAJARI PROFIL PERUSAHAAN

Banyak pelamar datang interview tanpa mengetahui informasi dasar tentang perusahaan yang dilamar. Hal ini dapat membuat HRD menilai kandidat kurang serius dan tidak memiliki persiapan yang baik.

Sebelum interview, cari tahu tentang profil perusahaan, bidang bisnis, visi misi, hingga posisi pekerjaan yang dilamar. Pengetahuan ini akan membantu menjawab pertanyaan dengan lebih percaya diri dan relevan.

Selain itu, memahami perusahaan juga menunjukkan antusiasme terhadap pekerjaan yang diinginkan.

PENAMPILAN KURANG RAPI DAN TIDAK PROFESIONAL

Penampilan menjadi hal pertama yang dilihat HRD saat interview kerja. Berpakaian terlalu santai, tidak rapi, atau kurang sopan dapat memberikan kesan negatif sejak awal.

Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan budaya perusahaan. Penampilan profesional tidak harus mahal, tetapi perlu menunjukkan keseriusan dan rasa hormat terhadap proses interview.

Bahasa tubuh seperti kontak mata dan cara duduk juga memengaruhi penilaian pewawancara.

TERLALU BANYAK BERBICARA ATAU TERLALU DIAM

Saat interview, komunikasi yang seimbang sangat penting. Beberapa pelamar terlalu banyak berbicara hingga keluar dari topik, sementara yang lain terlalu diam dan hanya menjawab singkat.

Jawablah pertanyaan dengan jelas, singkat, dan relevan. Tunjukkan kemampuan komunikasi yang baik tanpa terkesan berlebihan.

HRD biasanya lebih tertarik pada kandidat yang mampu menjelaskan diri secara percaya diri dan terstruktur.

MEMBERIKAN JAWABAN TIDAK JUJUR

Sebagian pelamar mencoba melebih-lebihkan kemampuan atau pengalaman agar terlihat lebih menarik. Padahal, HRD berpengalaman biasanya dapat mengetahui jawaban yang tidak jujur.

Berikan jawaban yang realistis dan sesuai kemampuan sebenarnya. Jika belum memiliki pengalaman tertentu, sampaikan dengan jujur sambil menunjukkan keinginan untuk belajar.

Kejujuran menjadi salah satu nilai penting yang sangat diperhatikan perusahaan.

TERLALU SERING MEMBAHAS GAJI DI AWAL

Gaji memang penting, tetapi terlalu fokus membahas nominal sejak awal interview dapat memberikan kesan bahwa kandidat hanya mengejar uang.

Sebaiknya fokus terlebih dahulu pada kemampuan, pengalaman, dan kontribusi yang bisa diberikan kepada perusahaan. Pembahasan soal gaji biasanya akan dibicarakan lebih lanjut pada tahap tertentu.

Menunjukkan minat terhadap pekerjaan dan perkembangan karier akan memberikan kesan yang lebih positif.

MENJELEKKAN TEMPAT KERJA SEBELUMNYA

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membicarakan keburukan atasan atau perusahaan sebelumnya. Sikap ini dapat membuat HRD khawatir kandidat akan melakukan hal yang sama di tempat kerja baru.

Jika ditanya alasan resign, jawablah secara profesional tanpa menjelekkan pihak lain. Fokuslah pada alasan ingin berkembang, mencari tantangan baru, atau meningkatkan karier.

Sikap dewasa dalam menjawab pertanyaan sensitif menjadi nilai tambah saat interview.

TIDAK PERCAYA DIRI

Kurang percaya diri dapat membuat jawaban terdengar ragu-ragu dan tidak meyakinkan. Banyak pelamar sebenarnya memiliki kemampuan baik, tetapi gagal menunjukkan potensinya karena terlalu gugup.

Latihan interview sebelum hari wawancara dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Persiapkan jawaban untuk pertanyaan umum dan pelajari cara berbicara yang tenang.

Kepercayaan diri yang baik akan membantu memberikan kesan profesional kepada HRD.

TIDAK MEMBERIKAN PERTANYAAN BALIK

Saat HRD memberi kesempatan bertanya, banyak pelamar hanya menjawab “tidak ada”. Padahal, pertanyaan balik menunjukkan bahwa kandidat benar-benar tertarik terhadap posisi yang dilamar.

Kamu bisa bertanya tentang budaya kerja, tanggung jawab posisi, atau peluang pengembangan karier di perusahaan tersebut.

Pertanyaan yang tepat dapat memberikan kesan positif dan menunjukkan antusiasme terhadap pekerjaan.

KESIMPULAN

Interview kerja bukan hanya soal menjawab pertanyaan, tetapi juga menunjukkan sikap profesional, komunikasi yang baik, dan kesiapan bekerja. Kesalahan kecil seperti datang terlambat, kurang persiapan, atau tidak percaya diri dapat memengaruhi penilaian HRD.

Dengan persiapan yang matang dan sikap yang tepat, peluang untuk diterima kerja akan semakin besar. Karena itu, penting untuk memahami kesalahan yang harus dihindari agar dapat tampil lebih maksimal saat interview.

 

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.