Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 45 dibaca

Langkah Menjadi DevOps Engineer dari Pemula hingga Profesional

G

Gusti Ayu Tita P

7 Juli 2026

Bagikan:
Langkah Menjadi DevOps Engineer dari Pemula hingga Profesional

Profesi DevOps Engineer menjadi salah satu karier paling menjanjikan di industri teknologi. Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap proses pengembangan aplikasi yang cepat, stabil, dan aman, peran DevOps semakin dibutuhkan di berbagai sektor seperti startup, perusahaan teknologi, perbankan, hingga e-commerce. 

DevOps bukan hanya tentang menguasai berbagai tools, tetapi juga memahami budaya kolaborasi antara tim Development (Dev) dan Operations (Ops). Seorang DevOps Engineer bertugas mengotomatisasi proses pengembangan perangkat lunak, mempercepat deployment aplikasi, menjaga infrastruktur cloud, serta memastikan sistem tetap berjalan dengan optimal. 

Bagi pemula, perjalanan menjadi DevOps Engineer mungkin terlihat rumit karena melibatkan berbagai bidang seperti sistem operasi Linux, jaringan komputer, cloud computing, scripting, container, hingga CI/CD. Namun, dengan roadmap belajar yang tepat, siapa pun dapat mempelajari DevOps secara bertahap. 

APA ITU DEVOPS ENGINEER? 

DevOps Engineer adalah profesional IT yang bertanggung jawab menghubungkan proses pengembangan aplikasi dengan operasional infrastruktur agar software dapat dikembangkan, diuji, dan dirilis dengan cepat, aman, serta minim kesalahan. 

Seorang DevOps Engineer menggabungkan kemampuan pemrograman, administrasi server, cloud computing, otomatisasi, monitoring sistem, hingga keamanan aplikasi dalam satu alur kerja yang terintegrasi. 

Karena hampir semua perusahaan kini mengadopsi transformasi digital, profesi ini menjadi salah satu posisi dengan permintaan tinggi dan prospek karier yang sangat baik. 

 

ROADMAP MENJADI DEVOPS ENGINEER 

1. Kuasai Dasar-Dasar Sistem Operasi Linux 

Linux merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan pada server. Oleh karena itu, memahami Linux menjadi langkah pertama bagi calon DevOps Engineer. 

Materi yang perlu dipelajari antara lain: 

  1. Navigasi terminal Linux
  2. Manajemen file dan direktori
  3. Permission dan ownership
  4. User management
  5. Service dan process management

Kemampuan Linux akan menjadi fondasi utama dalam mengelola server dan infrastruktur cloud. 

2. Pelajari Dasar Jaringan Komputer 

DevOps Engineer harus memahami bagaimana aplikasi saling terhubung melalui jaringan. 

Topik penting meliputi: 

  1. IP Address
  2. Subnetting
  3. DNS
  4. HTTP dan HTTPS
  5. SSH
  6. Firewall
  7. Load Balancer

Pemahaman jaringan akan memudahkan proses deployment serta troubleshooting aplikasi. 

3. Belajar Bahasa Pemrograman dan Scripting 

Meskipun bukan software developer, DevOps tetap membutuhkan kemampuan scripting untuk melakukan otomatisasi. 

  1. Bash Script
  2. Python
  3. PowerShell (Windows)
  4. YAML

Bahasa scripting membantu mengurangi pekerjaan manual dan meningkatkan efisiensi operasional. 

4. Memahami Version Control dengan Git 

Git merupakan sistem version control yang digunakan hampir di semua perusahaan teknologi. 

  1. Git Init
  2. Commit
  3. Branch
  4. Merge
  5. Pull Request
  6. GitHub atau GitLab

Git memungkinkan kolaborasi tim menjadi lebih terstruktur dan aman. 

5. Belajar Docker dan Containerization 

Docker memungkinkan aplikasi dijalankan secara konsisten di berbagai lingkungan tanpa konflik konfigurasi. 

  1. Docker Image
  2. Docker Container
  3. Dockerfile
  4. Docker Compose

Docker menjadi salah satu skill wajib yang selalu muncul pada lowongan DevOps Engineer. 

6. Memahami Kubernetes 

Setelah memahami Docker, langkah berikutnya adalah mempelajari Kubernetes sebagai platform orkestrasi container. 

  1. Pod
  2. Deployment
  3. Service
  4. Ingress
  5. ConfigMap
  6. Secret

Kubernetes memudahkan pengelolaan aplikasi berskala besar secara otomatis. 

7. Kuasai Cloud Computing 

Sebagian besar perusahaan menggunakan layanan cloud sehingga DevOps Engineer perlu memahami platform cloud modern. 

  1. Amazon Web Services (AWS)
  2. Microsoft Azure
  3. Google Cloud Platform (GCP)
  4. Virtual Machine
  5. Storage
  6. Networking

Cloud computing memungkinkan deployment aplikasi menjadi lebih fleksibel dan efisien. 

8. Pelajari CI/CD 

Continuous Integration dan Continuous Deployment merupakan inti dari DevOps modern. 

  1. GitHub Actions
  2. GitLab CI/CD
  3. Jenkins
  4. Azure DevOps

CI/CD memungkinkan aplikasi diuji dan dirilis secara otomatis sehingga mempercepat proses pengembangan. 

9. Belajar Monitoring dan Logging 

Monitoring membantu mengetahui kondisi server dan aplikasi secara real-time. 

  1. Prometheus
  2. Grafana
  3. ELK Stack
  4. Loki

Monitoring yang baik membantu mendeteksi masalah sebelum berdampak pada pengguna. 

10. Bangun Portofolio dan Sertifikasi 

Setelah menguasai dasar-dasar DevOps, bangun portofolio berupa proyek nyata. 

  1. Deploy aplikasi ke cloud
  2. Membuat pipeline CI/CD
  3. Implementasi Docker dan Kubernetes
  4. Monitoring server
  5. Upload proyek ke GitHub

Portofolio akan meningkatkan peluang diterima bekerja sebagai DevOps Engineer meskipun belum memiliki banyak pengalaman. 

 

SKILL YANG HARUS DIMILIKI DEVOPS ENGINEER 

  1. Linux Administration
  2. Networking
  3. Cloud Computing
  4. Docker dan Kubernetes
  5. Automation dan Scripting
  6. CI/CD Pipeline
  7. Monitoring System
  8. Problem Solving
  9. Kolaborasi Tim
  10. Komunikasi

 

TIPS AGAR CEPAT MENJADI DEVOPS ENGINEER PROFESIONAL 

  1. Belajar Linux setiap hari melalui praktik langsung.
  2. Membangun proyek pribadi menggunakan Docker dan GitHub.
  3. Mengikuti sertifikasi cloud seperti AWS atau Azure.
  4. Berlatih membuat pipeline CI/CD.
  5. Aktif mengikuti komunitas DevOps.
  6. Mengembangkan portofolio yang dapat ditunjukkan kepada recruiter.

 

KESIMPULAN 

Menjadi DevOps Engineer merupakan perjalanan yang membutuhkan proses belajar bertahap, mulai dari memahami Linux, jaringan komputer, scripting, Git, Docker, Kubernetes, cloud computing, hingga implementasi CI/CD dan monitoring sistem. Dengan roadmap yang terstruktur serta konsisten membangun portofolio, pemula dapat berkembang menjadi DevOps Engineer profesional yang siap menghadapi kebutuhan industri modern. 

Selain menguasai kemampuan teknis, DevOps Engineer juga perlu memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan problem solving yang baik. Kombinasi hard skill dan soft skill tersebut akan meningkatkan peluang karier, memperoleh sertifikasi profesional, serta mendapatkan posisi dengan gaji yang kompetitif di perusahaan teknologi maupun berbagai industri lainnya. 

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya