Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual 11 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mengenal Desain Visual Transportasi untuk Mempermudah Informasi Perjalanan

N

Novita Nur Andjani

29 Oktober 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mengenal Desain Visual Transportasi untuk Mempermudah Informasi Perjalanan

Mengenal Desain Visual Transportasi dalam S1 Desain Komunikasi Visual

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari perancangan pesan melalui elemen visual agar informasi dapat diterima secara efektif oleh audiens. Salah satu penerapannya adalah desain visual transportasi, yaitu perancangan informasi yang membantu masyarakat memahami rute, jadwal, arah, dan petunjuk ketika menggunakan layanan transportasi.

Informasi perjalanan dapat ditemukan di terminal, stasiun, bandara, halte, serta aplikasi transportasi digital. Pengguna membutuhkan petunjuk yang mudah dibaca agar dapat menentukan arah dan memahami perjalanan tanpa kebingungan. Karena itu, informasi transportasi harus disusun secara terstruktur dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan penumpang.

Bidang ini menunjukkan bahwa desain komunikasi visual memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah papan petunjuk tidak hanya harus terlihat menarik, tetapi juga perlu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan konsisten.

Peran Desain dalam Menyampaikan Informasi Perjalanan

Lingkungan transportasi sering memiliki banyak informasi yang harus dipahami dalam waktu singkat. Penumpang mungkin perlu mencari nomor peron, lokasi pintu keberangkatan, jadwal kendaraan, atau jalur menuju pintu keluar. Jika informasi tersebut disusun secara tidak teratur, pengguna dapat kesulitan menentukan arah.

Desain visual membantu mengatasi masalah tersebut melalui penggunaan hierarki informasi. Informasi utama, seperti nama tujuan dan nomor jalur, dapat dibuat lebih menonjol dibandingkan penjelasan tambahan. Penggunaan simbol yang konsisten juga membantu pengguna mengenali fungsi suatu fasilitas.

Selain itu, tipografi perlu dipilih berdasarkan keterbacaan dari jarak tertentu. Ukuran huruf, kontras warna, jarak antarelemen, dan posisi papan petunjuk perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Dengan perencanaan yang tepat, informasi dapat ditemukan dengan lebih mudah.

Elemen Penting dalam Desain Informasi Transportasi

Salah satu elemen utama adalah tipografi. Huruf yang jelas dan mudah dibaca membantu penumpang mengenali nama tempat maupun petunjuk perjalanan. Penggunaan terlalu banyak jenis huruf sebaiknya dihindari agar tampilan tetap konsisten.

Warna juga berperan dalam membedakan kategori informasi. Sebagai contoh, warna tertentu dapat digunakan secara konsisten untuk menandai jalur transportasi yang berbeda. Namun, perbedaan informasi sebaiknya tidak hanya bergantung pada warna karena sebagian pengguna memiliki keterbatasan dalam membedakan warna.

Ikon dan simbol dapat membantu menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan kalimat panjang. Simbol toilet, pintu keluar, tangga, dan fasilitas lainnya dapat mempermudah pengguna mengenali lokasi. Ikon harus dirancang dengan bentuk yang mudah dipahami serta digunakan secara konsisten di berbagai titik.

Memahami Kebutuhan Beragam Pengguna

Desain transportasi harus mempertimbangkan bahwa pengguna memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Ada penumpang yang baru pertama kali menggunakan suatu layanan, wisatawan yang belum mengenal wilayah setempat, hingga pengguna yang membutuhkan akses informasi dengan cara berbeda.

Oleh karena itu, desainer perlu mempertimbangkan keterbacaan, kesederhanaan bahasa, dan konsistensi simbol. Informasi yang penting sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang mudah terlihat dan tidak tertutup oleh elemen lain.

Pengujian langsung juga diperlukan untuk mengetahui apakah rancangan dapat digunakan dengan baik. Desainer dapat meminta beberapa orang mencoba menemukan rute atau fasilitas tertentu menggunakan petunjuk yang disediakan. Hasil pengujian dapat digunakan untuk memperbaiki ukuran teks, arah panah, penempatan simbol, dan susunan informasi.

Proses Merancang Desain Visual Transportasi

Proses perancangan dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan informasi dan karakter pengguna. Desainer perlu mengetahui informasi apa yang paling sering dicari, di mana pengguna membutuhkannya, serta kendala apa yang mungkin terjadi ketika mereka membaca petunjuk.

Tahap selanjutnya adalah menyusun struktur informasi. Rute, tujuan, nomor jalur, dan petunjuk arah dikelompokkan berdasarkan kebutuhan pengguna. Setelah struktur selesai, desainer mengembangkan konsep visual melalui pemilihan warna, tipografi, ikon, dan tata letak.

Rancangan kemudian diuji dalam kondisi yang mendekati penggunaan sebenarnya. Papan informasi perlu tetap terbaca dari jarak yang sesuai, sedangkan tampilan digital harus mudah dipahami pada ukuran layar yang berbeda. Evaluasi ini membantu memastikan desain berfungsi secara optimal, bukan sekadar menarik secara estetika.

Contoh Penerapan dalam Proyek Desain

Mahasiswa dapat mengembangkan proyek berupa sistem petunjuk visual untuk lingkungan terminal atau stasiun. Proyek tersebut dapat mencakup rancangan papan arah, peta jalur sederhana, simbol fasilitas, dan informasi perpindahan antarmoda transportasi.

Alternatif lainnya adalah membuat desain informasi perjalanan untuk aplikasi digital. Mahasiswa dapat menyusun tampilan yang membantu pengguna menemukan tujuan, memahami urutan perjalanan, dan mengenali lokasi perpindahan kendaraan.

Proyek tersebut dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan riset, penyusunan informasi, dan pengembangan sistem visual yang konsisten. Dokumentasi proses perancangan juga dapat digunakan sebagai bagian dari portofolio akademik.

Prospek Karier Lulusan Desain Komunikasi Visual

Lulusan S1 Desain Komunikasi Visual dapat mengembangkan karier sebagai desainer grafis, desainer informasi, visual designer, desainer media digital, atau tenaga kreatif yang terlibat dalam proyek fasilitas publik dan transportasi. Kesempatan kerja bergantung pada kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan organisasi.

Keahlian dalam menyusun informasi yang kompleks menjadi tampilan visual yang mudah dipahami dapat diterapkan di berbagai bidang. Selain transportasi, kemampuan tersebut relevan untuk layanan publik, fasilitas pendidikan, kawasan wisata, dan lingkungan komersial.

 

S1 Desain Komunikasi Visual membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai bentuk komunikasi visual yang bermanfaat bagi masyarakat. Desain visual transportasi menjadi salah satu penerapan penting karena membantu penumpang memahami petunjuk perjalanan, menemukan fasilitas, dan menentukan arah. Melalui riset pengguna, penguasaan prinsip desain, serta evaluasi rancangan, mahasiswa dapat mengembangkan solusi visual yang informatif dan fungsional.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.