Semarang, 28 Juni 2026 – Akbar Azif, siswa SMAN 1 GUBUG, menjadi salah satu peserta yang terpilih mengikuti Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026, sebuah program pengembangan karakter yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Universitas STEKOM. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan diri bagi pelajar SMA/SMK/sederajat melalui perpaduan kegiatan edukatif, petualangan alam, serta pengalaman sosial yang memberikan pembelajaran secara langsung di lapangan.
Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026 berlangsung selama 4 hari 3 malam, pada 22–25 Juni 2026, tanpa dipungut biaya. Program ini terbuka bagi pelajar SMA/SMK/sederajat dari berbagai daerah. Kegiatan utama dipusatkan di SMKN 1 Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, serta SLB Negeri Temanggung, dengan rangkaian aktivitas yang mengedepankan pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi.

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Universitas STEKOM dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter generasi muda. Komitmen tersebut sejalan dengan berbagai prestasi yang telah diraih Universitas STEKOM, di antaranya sebagai Kampus Terbaik di Jawa Tengah Peringkat 1 versi PTS UniRank Jawa Tengah selama lima tahun berturut-turut, serta Peringkat 4 Webometrics Impact Rank, yang semakin mengukuhkan posisi STEKOM sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan pilihan pelajar berprestasi dari berbagai daerah.
Hari pertama kegiatan diawali dengan briefing peserta di Kampus Universitas STEKOM, Jalan Majapahit No. 605 Semarang. Seluruh peserta kemudian mengikuti campus tour dan pengenalan lingkungan kampus sebagai gambaran dunia perkuliahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan di Wadaslintang.
Perjalanan Menuju SMKN 1 Wadaslintang
Setelah mengikuti briefing dan campus tour, seluruh peserta diberangkatkan bersama menuju SMKN 1 Wadaslintang sebagai lokasi utama pelaksanaan Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026.
Perjalanan tersebut menjadi momen awal bagi para peserta untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan. Suasana hangat terlihat sepanjang perjalanan, diwarnai dengan berbagai aktivitas interaktif yang membuat peserta dari berbagai sekolah semakin akrab.
Memasuki kawasan Wadaslintang yang dikelilingi perbukitan dan panorama alam yang asri, peserta disambut suasana pedesaan yang sejuk. Setibanya di SMKN 1 Wadaslintang, peserta beristirahat sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian kegiatan utama pada hari berikutnya.
Hari kedua diawali dengan ceremony pembukaan yang berlangsung khidmat. Acara dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan pendidikan, di antaranya Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom., Camat Wadaslintang, Kepala Desa Trimulyo, Danramil 12 Wadaslintang, Kapolsek Wadaslintang, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Kepala SMKN 1 Wadaslintang, serta Komite Sekolah.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti Pelatihan Content Creator bersama siswa-siswi SMKN 1 Wadaslintang. Dalam sesi ini peserta mempelajari teknik dasar produksi konten digital, mulai dari proses perencanaan hingga penyampaian pesan yang kreatif dan edukatif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Bahasa Isyarat yang dipandu oleh teman-teman tuli dari Universitas STEKOM. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya komunikasi inklusif sekaligus memahami bagaimana membangun interaksi yang setara dengan penyandang disabilitas.
Edukasi Geologi & Lingkungan
Masih pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan Edukasi Geologi & Lingkungan di kawasan Waduk Wadaslintang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kondisi geologi wilayah, fungsi waduk sebagai sumber daya air, serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan materi, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap kondisi alam di sekitar waduk.
Untuk menambah pengalaman belajar yang menyenangkan, peserta juga diajak mengikuti aktivitas memancing. Kegiatan sederhana ini menjadi sarana mengenalkan potensi perairan sekaligus melatih kesabaran, ketelitian, dan kerja sama. Beberapa peserta berhasil memperoleh ikan yang kemudian disimpan untuk diolah pada kegiatan malam keakraban di hari berikutnya.
Suasana belajar yang berpadu dengan keindahan alam menjadikan sesi ini sebagai salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi para peserta.
Edukasi Ekosistem
Memasuki hari ketiga, peserta melanjutkan kegiatan menuju Rahayu River Tubing di Kabupaten Kebumen untuk mengikuti Edukasi Ekosistem.
Peserta diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Salah satu aktivitas utama adalah menyusuri aliran sungai menggunakan river tubing dengan lintasan sekitar 3 kilometer. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman petualangan yang menyenangkan, tetapi juga memperkenalkan peserta pada keanekaragaman hayati serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai.

Setelah menyelesaikan tubing, seluruh peserta kembali ke SMKN 1 Wadaslintang untuk mengikuti kegiatan outbound yang bertujuan meningkatkan kerja sama tim, komunikasi, dan jiwa kepemimpinan. Berbagai permainan kelompok seperti sepak bola dan bola voli berlangsung meriah, memperlihatkan semangat sportivitas dan kekompakan antar peserta.
Pada malam harinya, seluruh peserta mengikuti acara barbecue dan malam keakraban. Ikan hasil memancing pada hari sebelumnya diolah dan dinikmati bersama. Suasana penuh kehangatan, canda, dan kebersamaan menjadi penutup yang berkesan sebelum memasuki agenda terakhir Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026.
Acara di SLB N Temanggung
Hari keempat menjadi salah satu momen yang paling menyentuh dalam rangkaian Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026. Seluruh peserta mengunjungi SLB Negeri Temanggung untuk mengikuti Pelatihan Kebekerjaan bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
Di lokasi tersebut, peserta belajar secara langsung mengenai pentingnya pendidikan yang inklusif serta kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensinya. Para peserta Festival Karakter Pelajar turut berinteraksi dengan siswa-siswi SLB, berdiskusi, mengikuti berbagai aktivitas bersama, hingga mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat yang telah dipelajari sebelumnya.
Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi Akbar Azif dan peserta lainnya. Tidak sedikit peserta yang mengaku terharu bahkan meneteskan air mata karena memperoleh perspektif baru mengenai arti empati, kepedulian sosial, dan rasa syukur. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka membangun komunikasi serta berbagi pengalaman bersama teman-teman penyandang disabilitas.
Usai kegiatan di SLB Negeri Temanggung, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pusat oleh-oleh sebelum akhirnya kembali ke Kampus Universitas STEKOM di Semarang sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.
Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026 menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat dan alam. Bagi Akbar Azif dari SMAN 1 GUBUG, kesempatan terpilih mengikuti program ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan, mengasah karakter kepemimpinan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Program perdana ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan Universitas STEKOM dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.