sumber img: X JUMBO MARTINS
Borussia Dortmund meraih kemenangan meyakinkan atas HEBC Hamburg pada putaran pertama DFB Pokal 2026/27. Bermain di Volksparkstadion, Hamburg, Dortmund berhasil mengalahkan tim divisi lima Jerman tersebut dengan skor telak 5-0. Dortmund tampil sebagai tim yang jauh lebih diunggulkan. Namun, pertandingan ini bukan sekadar tentang hasil akhir.
Laga tersebut menjadi malam bersejarah bagi HEBC yang harus menunggu selama 91 tahun untuk kembali tampil di Piala Jerman. Meski akhirnya kalah, HEBC berhasil menciptakan salah satu cerita menarik dalam perjalanan DFB Pokal musim ini.
HEBC Menanti 91 Tahun untuk Kembali ke Piala Jerman
HEBC Hamburg merupakan klub amatir yang bermain di kasta kelima sepak bola Jerman. Para pemainnya bukan pesepakbola profesional dan sebagian besar tetap menjalani pekerjaan di luar lapangan hijau. Mereka juga hanya berlatih sekitar dua kali dalam sepekan. Dalam pertandingan kandang biasanya HEBC hanya mendapatkan dukungan dari beberapa ratus penonton.
Situasi berubah drastis ketika hasil undian DFB Pokal mempertemukan mereka dengan Borussia Dortmund. Nama besar Dortmund membuat perhatian terhadap pertandingan tersebut meningkat tajam. Minat penonton yang sangat besar bahkan membuat laga tidak dimainkan di kandang HEBC. Pertandingan dipindahkan ke Volksparkstadion, markas HSV Hamburg.
Hampir 46 Ribu Penonton Hadir di Volksparkstadion
Keputusan memindahkan pertandingan ternyata memberikan pengalaman luar biasa bagi HEBC. Sebanyak 45.917 penonton hadir langsung menyaksikan duel melawan Dortmund. Jumlah tersebut menjadi rekor penonton untuk pertandingan DFB Pokal yang melibatkan klub dari divisi kelima.
Bagi para pemain HEBC, kesempatan bermain di hadapan hampir 46 ribu penonton merupakan sesuatu yang sangat berbeda dari rutinitas mereka sebagai pemain amatir. Stadion yang biasanya digunakan untuk pertandingan besar sepak bola Jerman tersebut berubah menjadi panggung terbesar dalam perjalanan klub HEBC.
Dua Pemain HEBC Ternyata Bekerja untuk HSV
Penggunaan Volksparkstadion juga menghadirkan cerita menarik dari sisi skuad HEBC. Dua pemain yang tampil sebagai starter ternyata memiliki hubungan langsung dengan HSV. Kapten HEBC Janek Wrede bekerja untuk HSV sebagai pemandu bakat atau scout. Sementara itu, Robert Schick memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan urusan organisasi dan logistik tim utama HSV.
Keduanya sehari-hari bekerja di lingkungan stadion tersebut. Namun, pada malam pertandingan melawan Dortmund, mereka justru masuk ke lapangan sebagai pemain HEBC dan menghadapi salah satu klub terbesar di Jerman. Momen tersebut tentu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Stadion yang selama ini mereka kenal dari sisi pekerjaan berubah menjadi tempat mereka bertanding melawan Dortmund.
Janek Wrede Cetak Gol Pertama
Ironisnya, Janek Wrede menjadi pencetak gol pertama dalam pertandingan tersebut, tetapi bukan ke gawang Dortmund. Wrede justru mencetak gol bunuh diri yang membuat Dortmund membuka keunggulan pada menit ke-33. Bola yang mengarah ke gawang HEBC berubah arah setelah mengenai pemain tuan rumah dan akhirnya masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut menjadi awal dari dominasi Dortmund setelah HEBC mampu bertahan cukup lama.
BACA JUGA: Al Hilal Libas Al Ahli 3-0 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Dortmund Tambah Empat Gol
Setelah gol bunuh diri Wrede, Dortmund semakin leluasa mengembangkan permainan. Hanya berselang beberapa menit, Daniel Svensson menggandakan keunggulan BVB. Samuele Inácio kemudian mencetak dua gol sebelum turun minum. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41 dan kembali menjebol gawang HEBC pada masa tambahan waktu babak pertama.
Dortmund pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan 4-0. Pada babak kedua, Dortmund tetap mengendalikan permainan. Fabio Silva kemudian mencetak gol kelima pada menit ke-59 setelah memanfaatkan umpan dari Joey Veerman. Tidak ada tambahan gol hingga pertandingan berakhir. Dortmund menang 5-0 dan memastikan tempat di putaran kedua DFB Pokal.
Kekalahan Bukan Hal Terpenting bagi HEBC
Secara kualitas, peluang HEBC untuk menyingkirkan Dortmund memang sangat kecil sejak awal. Perbedaan kasta, pengalaman, kualitas pemain, hingga sumber daya kedua klub membuat Dortmund menjadi favorit mutlak. Karena itu, skor 0-5 bukanlah hal utama dari perjalanan HEBC di pertandingan ini.
Bagi klub divisi lima tersebut, kesempatan tampil melawan Dortmund di depan hampir 46 ribu penonton merupakan pengalaman yang kemungkinan tidak akan mereka dapatkan lagi sepanjang karier sebagian besar pemainnya. Mereka bisa merasakan atmosfer pertandingan besar, bermain di stadion megah, sekaligus berhadapan langsung dengan pemain-pemain dari salah satu klub papan atas Jerman.
Foto Bersama Menjadi Penutup Manis
Setelah pertandingan berakhir, para pemain HEBC mendapatkan satu lagi momen yang membuat malam tersebut semakin istimewa. Para pemain HEBC berfoto bersama skuad Borussia Dortmund setelah pertandingan. Momen tersebut menjadi penutup manis dari perjalanan panjang mereka di DFB Pokal.
Bagi HEBC, pertandingan ini pada akhirnya bukan hanya tentang menang atau kalah. Setelah menunggu 91 tahun untuk kembali tampil di Piala Jerman, mereka akhirnya mendapatkan kesempatan bermain melawan Dortmund di hadapan puluhan ribu penonton. Malam tersebut akan menjadi bagian penting dalam sejarah klub, meski perjalanan mereka di DFB Pokal musim ini harus berakhir setelah kekalahan 0-5 dari Borussia Dortmund.