Logo Universitas STEKOM
MENU
Cinta yang Penuh Tapi Tetap Terasa Kosong
Masalah Asmara 192 views

Cinta yang Penuh Tapi Tetap Terasa Kosong

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Masalah Asmara

Published

calendar_today 4 Juni 2025

Ada hubungan yang begitu penuh usaha, tapi tetap terasa sepi.
Bukan karena tidak ada cinta—justru karena terlalu banyak, hingga tak tahu ke mana harus mengalir.

Dua orang yang sama-sama bertahan,
saling mencintai,
saling memberi,
namun perlahan merasa hampa...

Karena tak satu pun merasa cukup.

Saat Perasaan Tak Lagi Dipahami
Kamu merasa sudah mencintai sepenuh hati.
Menurunkan ego, berjuang lebih keras, terus hadir bahkan saat lelah.
Tapi dia tetap dingin, tetap menjauh.

Dia juga merasa sudah bertahan.
Sudah menahan marah, sudah mencoba mengerti.
Tapi kamu terus menuntut dan tak pernah merasa puas.

Lalu kalian mulai saling bertanya dalam hati:
“Aku kurang apa?”

Bukan Karena Tak Cinta, Tapi Tak Lagi Saling Dengar

Semakin lama, hubungan jadi medan perang yang sunyi.
Tanpa bentakan, tanpa tangisan, hanya diam dan perasaan yang pelan-pelan mati.

Kalian bicara, tapi tidak mendengar.
Kalian dekat, tapi tak lagi mengerti.
Dan cinta berubah jadi beban yang semakin berat, karena tak ada yang mau benar-benar membuka luka.

Ketika Dua Luka Bertemu, Tanpa Saling Mengobati

Kadang bukan karena kamu tidak cukup.
Bukan juga karena dia tak berusaha.
Tapi karena luka masa lalu yang belum sembuh membuat kalian saling melukai tanpa sadar.

Kamu menuntut lebih, dia menarik diri.
Dan perlahan, hubungan yang dulu penuh tawa berubah jadi tempat saling menyalahkan.

Mungkin Kalian Sama-Sama Baik, Tapi Tak Lagi Cocok
Kadang dua orang yang saling mencintai... tetap bisa saling menyakiti.
Bukan karena tak berusaha, tapi karena arah sudah berbeda.
Kamu ingin dipeluk, dia ingin sendiri.
Kamu ingin bicara, dia ingin tenang.

Cinta tetap ada, tapi tidak lagi sehat.

Dan Saat Itu Tiba… Lepaskan Tanpa Membenci
Akan tiba waktu ketika kalian berhenti bertanya,
dan mulai mengikhlaskan.

Bukan karena lelah, tapi karena sadar:
“Aku cukup. Tapi memang bukan untuk dia.”

Lepaskan…
Bukan karena berhenti mencintai,
tapi karena kamu akhirnya mencintai dirimu sendiri.

 

A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.