Logo Universitas STEKOM
MENU
Ketulusan Itu Indah, Tapi Tak Selalu Dihargai
Masalah Asmara 433 views

Ketulusan Itu Indah, Tapi Tak Selalu Dihargai

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Masalah Asmara

Published

calendar_today 1 Agustus 2025

Kadang cinta terasa seperti kekuatan terbesar. Tapi ironisnya, ketulusan sering kali dianggap kelemahan. Ketika kamu terlalu menunjukkan perasaan, terlalu jujur dalam menyampaikan cinta, kamu justru akan sering dikesampingkan.

Seseorang yang mau mengalah duluan, menelpon duluan, memberi perhatian duluan, bukan tanda cinta yang kuat. Tetap saja, sering dianggap tak punya batas, dan akhirnya... pergi.

Tanda Ketulusanku Terlalu Jauh

  • Aku selalu chat duluan, bahkan saat lelah
  • Aku tak pernah bosan memastikan dia baik-baik saja
  • Belasan “perhatian kecil” kurayakan tanpa pamrih
  • Tapi dia tetap berjalan dengan tenang meski kujatuhkan segalanya

Ini bukan soal siapa lebih mencintai, tapi soal siapa yang terasa paling bisa dimanfaatkan, lalu dibuang tanpa kata.

Playbook Cinta yang Tak Seimbang

Cinta modern sering dikemas seperti permainan psikologi:

  • Siapa yang terlebih dahulu menunjukkan rasa → dianggap lemah
  • Siapa yang sabar menunggu → dianggap tidak punya niat
  • Siapa yang berani ungkapkan cinta → sering disia-siakan
  • Sikap tenang → malah dicurigai tidak peduli

Jadi, ketulusan sering dijadikan bahan tertawa-manis, lalu dibuang begitu saja.

Bila Ketulusan Jadi Luka, Harus Apa?

Bukan berarti kamu harus bersikap dingin.

Tapi kamu perlu tanya pada hati:

Apakah kamu merasa dihargai?

Apakah rasa tulus itu dibalas?

Apakah kamu ditunggu, atau cuma dijadikan pelarian?

Menunjukkan perasaan itu hakmu. Tapi menunggu tanpa kejelasan adalah pilihanku yang salah.

Kamu Tidak Salah Karena Tulus

Mencintai dengan sepenuh hati bukan kekurangan. Hanya terjadi ketidakseimbangan ketika cintamu tidak searah.

Lebih baik mencintai diri sendiri dulu, daripada terus menangis karena cinta yang tak pernah datang ke pelukanmu.

Ketulusan tetap pantas dianggap mulia. Hanya, ketika orang yang kamu cintai tak bisa menanggapinya… jangan biarkan dirimu hilang di tengah cinta yang tak seimbang.

A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.