Logo Universitas STEKOM
MENU
Hubungan Tidak Direstui
Masalah Asmara 187 views

Hubungan Tidak Direstui

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Masalah Asmara

Published

calendar_today 11 Juli 2025

Selama ini aku berjuang sendirian. Aku mati-matian meyakinkan keluargaku tentang kamu. Tentang siapa kamu, bagaimana aku percaya kamu bisa membuatku bahagia. Aku lawan semua ragu yang sempat muncul dari mereka. Dan pada akhirnya… mereka menerimamu. Mereka menyambutmu seperti keluarga sendiri, dengan penuh hangat dan hormat.

Tapi ketika aku datang ke rumahmu…
aku merasa bukan siapa-siapa.
Aku hanya duduk di sudut ruangan, tanpa banyak sapaan, tanpa kehangatan.
Kamu diam saja. Tidak menarikku mendekat. Tidak mengenalkanku sebagai seseorang yang penting. Aku tetap asing, di tengah keluarga orang yang katanya mencintaiku. Lucunya, aku gak marah. Aku cuma... sedih.

Karena aku sadar, kamu tidak pernah memperjuangkanku seperti aku memperjuangkanmu. Di dunia kamu yang sebenarnya—keluarga, teman, bahkan media sosial—aku tidak pernah benar-benar ada. Seolah kamu menyayangiku, tapi hanya diam-diam. Seolah aku adalah bagian dari hidupmu, tapi bukan untuk diperlihatkan.

Aku mulai bertanya-tanya,

apa aku tidak cukup baik?
Apa aku memang tidak pantas untuk dikenalkan, diperjuangkan, dibanggakan?

Tapi lama-lama aku sadar...
Aku bukan kurang.
Aku hanya berada di tempat yang salah, di sisi seseorang yang tidak cukup berani.

Cinta tidak seharusnya membuat seseorang merasa tersembunyi.
Cinta tidak seharusnya membuat seseorang bertanya-tanya:
“Kenapa aku harus terus menunggu kamu menyebut namaku dengan lantang?”

Aku lelah jadi satu-satunya yang melangkah.

Dan kalau akhirnya aku memilih pergi, bukan karena aku berhenti mencintai. Tapi karena aku sadar, aku juga berhak dicintai oleh seseorang yang tidak hanya hadir—tapi juga berani berdiri bersamaku.

Kalau kamu pernah merasa seperti aku, satu hal yang harus kamu ingat:
Cinta tidak pernah memintamu untuk mengecilkan diri agar muat di hidup orang lain.
Kamu pantas dipilih, diperjuangkan, dan dibanggakan.

Kalau itu belum kamu temukan sekarang, percayalah… suatu hari nanti, akan ada seseorang yang gak perlu kamu paksa untuk menggenggam tanganmu di depan siapa pun. Dia akan melakukannya sendiri, dengan bangga.

A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.