Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Asian Development Bank (ADB) resmi memulai Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 melalui kegiatan Kick-off Meeting yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada pada Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi, serta merumuskan strategi percepatan pelaksanaan hingga proyek berakhir pada tahun 2027.
Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan ADB yang berfokus pada penguatan kapasitas Science Techno Park (STP) di perguruan tinggi, percepatan hilirisasi hasil penelitian, serta pengembangan startup berbasis teknologi.
Evaluasi Capaian dan Tantangan Program
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan mid term review mission menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh target program dapat dicapai secara optimal.
Menurutnya, kegiatan evaluasi ini tidak hanya bertujuan meninjau hasil yang telah dicapai, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan program di masa mendatang. Dengan demikian, solusi dapat disusun lebih awal agar implementasi PRIME STeP berjalan sesuai target.
Ia juga mengajak seluruh pelaksana program untuk secara terbuka berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program agar dapat ditemukan solusi bersama yang efektif dan berkelanjutan.
Fokus pada Komersialisasi Hasil Riset
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan pentingnya percepatan implementasi program pada sisa masa pelaksanaan PRIME STeP.
Menurutnya, meskipun program telah menunjukkan perkembangan yang positif, masih diperlukan upaya yang lebih besar agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan produk. Hasil riset perlu dikomersialisasikan, dimanfaatkan oleh dunia industri, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan investasi pada sektor penelitian dan inovasi dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mendorong peningkatan daya saing nasional.
PRIME STeP Menjadi Perhatian Internasional
Project Director sekaligus ADB Mission Leader, Yumiko Yamakawa, menyampaikan bahwa PRIME STeP merupakan salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus dari ADB. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam membangun Science Techno Park dan mendorong komersialisasi hasil penelitian menjadi contoh yang menarik bagi sejumlah negara lain yang sedang mempersiapkan program serupa. Ia menegaskan bahwa kegiatan mid term review mission tidak hanya berfungsi untuk memantau kemajuan program, tetapi juga untuk memastikan berbagai hambatan implementasi dapat diselesaikan serta keberhasilan yang telah dicapai dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Capaian Positif Hingga Akhir 2025
Dalam pertemuan tersebut, Project Management Unit memaparkan berbagai perkembangan pelaksanaan program, mulai dari capaian indikator Design and Monitoring Framework (DMF), pengadaan barang dan jasa, realisasi anggaran, hingga pelaksanaan hibah riset inovasi dan inkubasi startup.
Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah 118 kekayaan intelektual dari empat Science Techno Park perguruan tinggi yang telah dimanfaatkan oleh industri melalui lisensi maupun penggunaan komersial hingga akhir tahun 2025.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi semakin mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Penguatan Kolaborasi dengan Industri
ADB juga menyoroti pentingnya perubahan fokus program dari sekadar pencapaian target kuantitatif menuju peningkatan kualitas dampak yang dihasilkan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perguruan tinggi didorong memperkuat hubungan dengan sektor industri, meningkatkan tingkat komersialisasi hasil riset, memperluas pemanfaatan produk inovasi, serta memastikan keberlanjutan startup dan ekosistem Science Techno Park yang telah dibangun.
Melalui kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, industri, dan pemerintah, diharapkan proses hilirisasi riset dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berbasis inovasi.
Langkah Strategis Menuju 2027
Rangkaian Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 akan dilaksanakan melalui berbagai diskusi teknis, evaluasi capaian program, serta kunjungan langsung ke perguruan tinggi pelaksana, yaitu Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah strategis untuk mempercepat implementasi program hingga tahun 2027 sekaligus memperkuat peran Science Techno Park dalam mendukung transformasi ekonomi nasional berbasis riset dan inovasi.
Pelaksanaan Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan dampak yang lebih luas. Dengan berbagai capaian positif yang telah diraih, terutama dalam pemanfaatan kekayaan intelektual oleh industri, program ini menunjukkan potensi besar dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Ke depan, penguatan kolaborasi dengan industri, percepatan komersialisasi hasil riset, dan keberlanjutan startup teknologi akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
About the Author
Wizdan Ulum
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.