Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menerima audiensi Under-Secretary-General of the United Nations sekaligus Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP), Armida S. Alisjahbana, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait transisi energi di kawasan Asia Pasifik, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), kontribusi perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan, hingga peluang kerja sama antara Indonesia dan UN ESCAP dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Perguruan Tinggi Didorong Terlibat dalam Kebijakan Strategis
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional melalui riset, inovasi, dan kajian akademik. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pemanfaatan hasil kajian akademik dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan second opinion berbasis penelitian untuk mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah. Keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan dinilai penting untuk memastikan setiap keputusan didukung oleh analisis ilmiah dan data yang kuat.
Transisi Energi Menjadi Perhatian Bersama
Salah satu isu utama yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah upaya percepatan transisi energi di Indonesia. Pemerintah saat ini terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor energi masa depan menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan transformasi energi nasional. Menteri Brian menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta-talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri energi yang terus berkembang.
BACA JUGA: Kemdiktisaintek dan BAZNAS Perluas Peluang Beasiswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan Tinggi
Program Transisi Energi UN ESCAP di Kawasan Asia Pasifik
Sementara itu, Executive Secretary UN ESCAP, Armida S. Alisjahbana, menjelaskan bahwa organisasinya saat ini tengah menjalankan program Energy Transition for Green Growth and Prosperity, yang menjadi salah satu agenda prioritas di kawasan Asia Pasifik. Indonesia bersama Thailand menjadi negara fokus dalam implementasi program tersebut. Melalui kerja sama dengan ASEAN Secretariat dan sejumlah mitra strategis lainnya, UN ESCAP telah melakukan berbagai diskusi dengan kementerian, lembaga pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia. Diskusi tersebut bertujuan untuk memperoleh masukan mengenai berbagai tantangan dan kebutuhan dalam proses transisi energi, termasuk aspek pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kebutuhan Keterampilan Baru untuk Masa Depan Energi
Dalam berbagai pembahasan yang dilakukan UN ESCAP, salah satu isu yang banyak disoroti adalah pentingnya penguatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Menurut Armida, sejumlah pemangku kepentingan menilai bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada teknologi dan investasi, tetapi juga pada kesiapan SDM yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri energi masa depan. Karena itu, pengembangan program pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kompetensi menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam mendukung transformasi sektor energi di Indonesia.
Pentingnya Kajian Berbasis Bukti dalam Perumusan Kebijakan
Selain membahas pengembangan SDM, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai pentingnya dukungan kajian dan analisis dalam proses penyusunan kebijakan publik. Armida membagikan pengalamannya dalam berbagai forum internasional yang menunjukkan bahwa pengambilan kebijakan yang didukung data, riset, dan analisis berbasis bukti cenderung menghasilkan keputusan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pandangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan kajian akademik dalam proses perencanaan pembangunan nasional.
Audiensi antara Kemdiktisaintek dan UN ESCAP menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung transisi energi berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia, riset, dan kajian akademik. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan talenta unggul serta memberikan rekomendasi berbasis ilmiah bagi penyusunan kebijakan. Dengan sinergi yang semakin erat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mempercepat transformasi energi sekaligus mencapai target pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun regional.
Sumber Berita:
Kemdiktisaintek dan UN ESCAP Bahas Penyiapan SDM untuk Mendukung Transisi Energi
About the Author
Wizdan Ulum
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.