Logo Universitas STEKOM
MENU
Malin Kundang Bangga! Gen Z Galau Karena Cinta, Bukan Karena Dikutuk Ibu
Masalah Asmara 589 views

Malin Kundang Bangga! Gen Z Galau Karena Cinta, Bukan Karena Dikutuk Ibu

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Masalah Asmara

Published

calendar_today 28 Mei 2025

Dari Diklaim Durhaka, Kini Malin Terharu Lihat Anak Zaman Sekarang Nangis Karena Ditinggal Chat
Dulu Malin Kundang dikutuk jadi batu karena gak ngakuin ibunya. Sekarang? Dia mungkin lagi berdiri (eh, membatu) di pinggir pantai sambil tersenyum haru, liat anak-anak Gen Z galau berat cuma karena ditinggal gebetan dua hari gak bales chat.

Malin:
"Wah, mereka gak sempat durhaka ke orang tua... karena udah kelar duluan sama drama cinta."

Dari Drama Lautan ke Drama Perasaan
Malin dulu berlayar jauh, kerja keras, bawa kapal dagang.
Tujuannya? Mau bahagiain ibunya.
Ending-nya? Gak ngakuin, kena kutuk.

Gen Z sekarang?

Berlayar juga... tapi di lautan notifikasi.
Kerja keras? Iya, buat stalking story mantan.
Ending-nya? Galau, overthinking, ngemis balikan sambil dengerin lagu sedih di jam 2 pagi.

Kalau Malin Dikutuk Jadi Batu, Kamu Dikutuk Jadi Kenangan

Yang lebih bikin Malin bangga mungkin ini:

  • Dulu, orang bisa viral karena legenda.
  • Sekarang, orang viral karena curhat di TikTok soal cowok ghosting setelah jalan bareng dua kali.
Malin nangis bukan karena dikutuk, tapi karena liat generasi sekarang:
  • diselingkuhin tapi masih dibilang “cuma teman”
  • udah tahu red flag tapi malah jadiin tantangan
  • ditinggalin tapi nanya “aku salah apa?”
Malin: "Aku jadi batu aja gak sekeras kepala kalian dalam bertahan di hubungan toxic."
Malin: “Terima kasih Gen Z, kalian bikin kisahku gak terlalu tragis.”

Mungkin kini Malin sadar, kutukan dari ibu gak sesakit ghosting dari gebetan.
Dia setidaknya tahu siapa yang mengutuknya.
Sementara Gen Z? Ditinggal tanpa pamit, tanpa alasan, tanpa penjelasan.

Malin mungkin gak ngerti kenapa seseorang bisa nangis seminggu cuma karena “dilihat tapi gak dibales”.

Tapi satu hal pasti:

Dia bangga. Karena generasi sekarang tahu rasanya disakiti... meski kadang tetap pura-pura kuat.
A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.