Nggak Jujur Soal Perasaan, Tapi Sibuk Cari Pelarian
Obito setelah kehilangan Rin: langsung nyemplung ke jurang kegelapan, bikin organisasi jahat, bahkan hampir hancurin dunia.
Kamu setelah ditolak atau gak berani ngungkapin: langsung sibuk ikut webinar, nge-gym, daftar volunteer, belajar masak—apa aja, yang penting gak sempat mikir... tapi tetap aja galau.
Karena intinya bukan seberapa sibuk kamu, tapi seberapa besar perasaan yang kamu pendam.
Pelarian Bukan Solusi, Cuma Penunda Galau
Mau sepadat apa pun jadwal kamu, kalau hati belum selesai berdamai, rasa itu akan muncul lagi.
Pas buka HP, lihat story dia, tiba-tiba semua usaha self-healing yang kamu lakuin... tumbang.
Obito sibuk perang biar gak ingat Rin, kamu sibuk kerjaan biar gak ingat doi.
Bedanya, Obito punya topeng. Kamu? Pura-pura tegar sambil nyari alasan buat nge-stalk.
Saatnya Jujur, Bukan Sibuk Terus
Kesibukan itu baik, tapi bukan buat kabur dari kenyataan. Kadang yang kamu butuhin bukan aktivitas baru, tapi keberanian buat mengakui:
"Iya, aku masih suka."
"Iya, aku belum bisa move on."
Dan dari situ, kamu bisa bener-bener mulai sembuh.
Jangan Jadi Obito Versi Modern
Obito menyesal di akhir. Jangan sampai kamu juga.
Karena percuma sibuk ke mana-mana kalau ujungnya tetap kembali ke rasa yang sama.
Cobalah jujur. Setidaknya ke diri sendiri.
About the Author
Ambar Arum Putri Hapsari
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.