Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 96 dibaca

Bagaimana Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Tidak Profesional dengan Bijak?

G

Gusti Ayu Tita P

22 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Tidak Profesional dengan Bijak?

Bekerja dalam satu tim berarti berhadapan dengan orang yang memiliki karakter, kebiasaan, dan cara kerja yang berbeda. Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin harus menghadapi rekan kerja yang sering terlambat, tidak bertanggung jawab, sulit diajak berkomunikasi, atau mengabaikan aturan yang telah disepakati. Situasi seperti ini dapat mengganggu kenyamanan dan efektivitas pekerjaan jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, diperlukan sikap tenang dan profesional agar masalah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Menghadapi rekan kerja yang tidak profesional bukan berarti membalas perilakunya, tetapi mencari cara agar pekerjaan tetap berjalan dengan baik.

KENALI MASALAH SECARA OBJEKTIF

Langkah pertama adalah memahami perilaku yang dianggap tidak profesional secara objektif. Hindari langsung memberikan label negatif kepada rekan kerja hanya berdasarkan perasaan atau satu kejadian. Perhatikan tindakan yang benar-benar memengaruhi pekerjaan, seperti keterlambatan menyelesaikan tugas, komunikasi yang tidak jelas, atau kegagalan memenuhi kesepakatan. Pisahkan antara masalah pribadi dan masalah yang memang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan memahami masalah secara objektif, Anda dapat menentukan tindakan yang lebih tepat dan tidak terbawa emosi.

JANGAN LANGSUNG BEREAKSI SECARA EMOSIONAL

Perilaku rekan kerja yang mengganggu memang dapat menimbulkan rasa kesal atau kecewa. Namun, membalas dengan kemarahan justru dapat memperburuk hubungan profesional. Berikan waktu untuk menenangkan diri sebelum membicarakan masalah tersebut secara langsung. Fokuskan pembicaraan pada pekerjaan dan dampak dari perilaku yang terjadi, bukan menyerang karakter pribadi rekan kerja. Sikap tenang membantu pembicaraan menjadi lebih produktif dan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik.

KOMUNIKASIKAN MASALAH SECARA LANGSUNG

Jika masalah terus berulang, komunikasi langsung dapat menjadi langkah yang perlu dilakukan. Pilih waktu dan tempat yang sesuai agar pembicaraan dapat berlangsung dengan tenang tanpa mempermalukan pihak lain di depan rekan kerja. Jelaskan perilaku yang menjadi masalah serta dampaknya terhadap pekerjaan atau tim. Gunakan kalimat yang berfokus pada situasi, misalnya menjelaskan bahwa keterlambatan suatu tugas membuat pekerjaan berikutnya ikut tertunda. Cara ini lebih konstruktif daripada menggunakan tuduhan atau kata-kata yang menyerang pribadi.

TETAP MENJAGA BATAS PROFESIONAL

Menghadapi rekan kerja yang sulit bukan berarti Anda harus selalu menyelesaikan masalah yang sebenarnya menjadi tanggung jawabnya. Tetapkan batas yang jelas mengenai tugas, tanggung jawab, dan bentuk bantuan yang dapat diberikan. Jika Anda terus mengambil alih pekerjaan rekan kerja, masalah yang sama dapat berulang karena tanggung jawab menjadi tidak jelas. Sampaikan bantuan sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan pekerjaan Anda sendiri. Batas profesional membantu menjaga hubungan kerja tetap sehat sekaligus melindungi produktivitas Anda.

FOKUS PADA PEKERJAAN DAN SOLUSI

Ketika terjadi masalah dengan rekan kerja, fokus utama sebaiknya tetap pada bagaimana pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Diskusikan solusi yang dapat diterapkan, seperti pembagian tugas yang lebih jelas, penentuan tenggat, atau penggunaan sistem komunikasi yang lebih teratur. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu membicarakan kelemahan rekan kerja kepada orang lain. Gosip di tempat kerja dapat memperbesar konflik dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Dengan berfokus pada solusi, energi tim dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya.

SIMPAN CATATAN UNTUK MASALAH YANG BERULANG

Jika perilaku tidak profesional terus terjadi dan berdampak pada pekerjaan, menyimpan catatan yang relevan dapat membantu. Catat hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, seperti tanggal, tugas, kesepakatan, atau dampak yang terjadi. Hindari mencatat informasi secara berlebihan atau menggunakannya untuk menyerang rekan kerja. Dokumentasi terutama berguna ketika masalah perlu dibicarakan dengan atasan atau pihak yang bertanggung jawab. Bukti yang jelas membantu pembahasan tetap berdasarkan fakta, bukan sekadar perbedaan pendapat.

LIBATKAN ATASAN JIKA MASALAH TIDAK TERSELESAIKAN

Jika komunikasi langsung tidak menghasilkan perubahan dan masalah terus mengganggu pekerjaan, Anda dapat membicarakannya dengan atasan. Sampaikan masalah berdasarkan fakta dan jelaskan dampaknya terhadap tugas atau tim. Hindari membawa persoalan pribadi atau membuat tuduhan yang tidak dapat dibuktikan. Atasan dapat membantu menentukan pembagian tanggung jawab atau langkah penyelesaian yang sesuai dengan aturan perusahaan. Jika masalah berkaitan dengan pelanggaran serius, intimidasi, diskriminasi, atau bentuk perilaku yang melanggar kebijakan perusahaan, gunakan saluran pelaporan resmi yang tersedia.

JANGAN MEMBALAS DENGAN PERILAKU YANG SAMA

Meskipun merasa dirugikan, membalas rekan kerja dengan sikap tidak profesional hanya akan memperbesar masalah. Misalnya, jika seseorang sering terlambat memberikan informasi, bukan berarti Anda perlu sengaja mengabaikan permintaannya. Tetap jalankan tanggung jawab sesuai prosedur dan jaga komunikasi seperlunya. Sikap profesional dapat membantu Anda mempertahankan fokus pada pekerjaan meskipun menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Dengan demikian, masalah dengan satu orang tidak sampai memengaruhi reputasi dan kinerja Anda secara keseluruhan.

JAGA KESEHATAN DAN KINERJA DIRI

Konflik di tempat kerja yang berlangsung terus-menerus dapat menguras energi dan mengganggu konsentrasi. Karena itu, penting untuk mengatur batas antara persoalan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Gunakan waktu istirahat dengan baik dan hindari terus memikirkan konflik setelah jam kerja jika tidak diperlukan. Jika situasi kerja sudah sangat mengganggu dan tidak kunjung mendapatkan penyelesaian, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari pihak yang berwenang di tempat kerja. Menjaga kondisi diri membantu Anda tetap mampu mengambil keputusan secara rasional.

KESIMPULAN

Menghadapi rekan kerja yang tidak profesional membutuhkan ketenangan, komunikasi yang jelas, dan batas profesional yang sehat. Mulailah dengan memahami masalah berdasarkan fakta, kemudian komunikasikan dampaknya secara langsung tanpa menyerang pribadi. Jika masalah terus berulang, dokumentasikan kejadian yang relevan dan libatkan atasan atau saluran resmi perusahaan jika diperlukan. Hindari membalas perilaku buruk dengan tindakan serupa karena hal tersebut dapat memperbesar konflik. Dengan tetap fokus pada pekerjaan dan solusi, hubungan kerja dapat dikelola secara lebih bijak dan profesional.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya