Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 63 dibaca

Bisakah Reskilling Mengurangi Dampak Sosial Ekonomi dari PHK?

G

Gusti Ayu Tita P

22 Juli 2025

Bagikan:
Bisakah Reskilling Mengurangi Dampak Sosial Ekonomi dari PHK?

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan pekerja dan keluarganya. Kehilangan pekerjaan tidak hanya menyebabkan berkurangnya pendapatan, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, reskilling menjadi salah satu upaya yang dapat membantu pekerja mempersiapkan diri untuk memasuki bidang pekerjaan baru. Dengan mempelajari keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, pekerja memiliki peluang untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

PENGERTIAN RESKILLING DAN HUBUNGANNYA DENGAN PHK

Reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru agar seseorang dapat menjalankan pekerjaan atau memasuki bidang yang berbeda. Program ini berbeda dengan upskilling yang lebih berfokus pada peningkatan kemampuan dalam bidang pekerjaan yang sudah ditekuni. Bagi pekerja yang terkena PHK, reskilling dapat menjadi cara untuk memperluas pilihan karier setelah kehilangan pekerjaan. Keterampilan baru dapat diperoleh melalui pelatihan, kursus, pendidikan vokasi, maupun pembelajaran mandiri.

Kebutuhan terhadap reskilling semakin penting karena perubahan teknologi dapat mengubah jenis pekerjaan yang tersedia. Beberapa pekerjaan mengalami otomatisasi, sementara bidang lain membutuhkan kemampuan digital yang sebelumnya tidak terlalu diperlukan. Reskilling membantu pekerja menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan baru di pasar kerja. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas pelatihan, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, dan kesempatan kerja yang tersedia.

DAMPAK SOSIAL EKONOMI AKIBAT PHK

PHK dapat menimbulkan dampak ekonomi karena pekerja kehilangan sumber pendapatan utama atau sebagian pendapatannya. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan tertentu dan menunda berbagai rencana keuangan. Jika masa menganggur berlangsung lama, tekanan ekonomi dapat semakin besar bagi pekerja maupun keluarganya. Karena itu, kemampuan untuk kembali mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu faktor penting dalam pemulihan ekonomi setelah PHK.

Dari sisi sosial, kehilangan pekerjaan juga dapat mengubah hubungan seseorang dengan lingkungan sekitar. Pengangguran dapat memengaruhi rasa percaya diri, aktivitas sosial, dan stabilitas kehidupan keluarga, meskipun dampaknya berbeda pada setiap orang. Kesulitan ekonomi juga dapat membuat seseorang lebih terbatas dalam mengikuti kegiatan sosial atau memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Oleh sebab itu, penanganan dampak PHK tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga perlu mendukung kemampuan pekerja untuk kembali memperoleh penghasilan.

PERAN RESKILLING DALAM MEMBUKA PELUANG KERJA

Reskilling dapat membantu pekerja PHK memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Contohnya, seseorang yang sebelumnya bekerja dalam bidang administrasi dapat mempelajari pengolahan data, pemasaran digital, atau penggunaan perangkat lunak tertentu. Keterampilan tersebut dapat membuka pilihan pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Dengan semakin luasnya kemampuan, pekerja dapat memiliki lebih banyak alternatif ketika mencari pekerjaan baru.

Reskilling juga dapat membantu pekerja mengikuti perubahan kebutuhan perusahaan. Industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan teknologi dan sistem kerja baru. Akan tetapi, mengikuti pelatihan tidak secara otomatis menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Reskilling akan lebih efektif jika materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan dan disertai akses terhadap peluang kerja. Dukungan seperti sertifikasi, magang, bimbingan karier, dan hubungan dengan industri juga dapat meningkatkan manfaat program tersebut.

MANFAAT RESKILLING BAGI KONDISI SOSIAL EKONOMI

Salah satu manfaat utama reskilling adalah membantu pekerja meningkatkan peluang untuk kembali memperoleh pendapatan. Ketika seseorang mendapatkan pekerjaan baru atau mampu menjalankan usaha dengan keterampilan yang dimiliki, ketergantungan terhadap bantuan ekonomi dapat berkurang. Pendapatan yang kembali diperoleh dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menjaga aktivitas ekonomi rumah tangga. Dalam jangka lebih luas, semakin banyak pekerja yang mampu kembali ke pasar kerja, semakin besar pula peluang pemulihan ekonomi masyarakat.

Reskilling juga dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk menghadapi perubahan karier di masa depan. Pekerja yang terbiasa mempelajari keterampilan baru akan lebih siap ketika teknologi atau kebutuhan industri kembali berubah. Selain itu, keterampilan baru dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mencari pekerjaan dan mengikuti proses rekrutmen. Dengan demikian, reskilling tidak hanya berfungsi sebagai solusi setelah PHK, tetapi juga sebagai bagian dari strategi adaptasi tenaga kerja.

FAKTOR YANG MENENTUKAN KEBERHASILAN RESKILLING

Keberhasilan program reskilling tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelatihan yang diberikan. Kualitas dan relevansi materi pelatihan menjadi faktor penting agar keterampilan yang dipelajari benar-benar dapat digunakan di dunia kerja. Program juga perlu mempertimbangkan latar belakang, kemampuan awal, dan kebutuhan pekerja. Pelatihan yang terlalu umum atau tidak sesuai dengan permintaan industri dapat memberikan manfaat yang terbatas.

Dukungan dari pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan penyedia pelatihan juga diperlukan. Pemerintah dapat membantu melalui program pelatihan dan kebijakan ketenagakerjaan, sedangkan perusahaan dapat berperan dengan memberikan informasi mengenai keterampilan yang dibutuhkan. Akses pelatihan yang terjangkau dan kesempatan kerja setelah pelatihan juga menjadi faktor penting. Dengan dukungan tersebut, reskilling dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh untuk membantu pekerja menghadapi dampak PHK.

RESKILLING DAPAT MEMBANTU MENGURANGI DAMPAK PHK

Reskilling dapat membantu mengurangi dampak sosial ekonomi dari PHK dengan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengembangkan kemampuan baru. Keterampilan tersebut dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di bidang berbeda, mengikuti perubahan kebutuhan industri, atau mengembangkan peluang usaha. Namun, reskilling bukan solusi tunggal untuk seluruh persoalan PHK karena kondisi setiap pekerja dan pasar kerja berbeda. Hasilnya sangat dipengaruhi oleh relevansi pelatihan, kondisi ekonomi, dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

KESIMPULAN

Oleh karena itu, reskilling sebaiknya menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Dukungan pendapatan sementara, layanan penempatan kerja, pendidikan vokasi, dan informasi pasar kerja dapat melengkapi program pelatihan. Dengan pendekatan tersebut, pekerja tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga memperoleh dukungan untuk menggunakannya secara nyata. Reskilling yang tepat sasaran dapat membantu pekerja beradaptasi dan memperbesar peluang pemulihan ekonomi setelah PHK.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.