Harga Pertamax berpeluang mengalami penurunan pada Agustus 2026 apabila harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren penurunan. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada bulan depan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Bahlil mengatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya. Menurutnya, keputusan tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena harus mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi.

Bahlil Minta Publik Melihat Kondisi Secara Menyeluruh

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah selama beberapa bulan terakhir memilih tidak menaikkan harga Pertamax, meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak akibat kondisi geopolitik global.

Ia meminta masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara menyeluruh, bukan hanya ketika harga minyak mulai turun.

"Teman-teman media juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masa baru turun sebentar sudah ditanya kapan turunnya," kata Bahlil Lahadalia, dikutip dari CNN Indonesia.

Bahlil juga menyampaikan bahwa apabila tren harga minyak dunia terus menurun dan stabil, pemerintah akan mempertimbangkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada evaluasi berikutnya. Namun, keputusan tersebut masih menunggu perkembangan kondisi pasar energi internasional.

Harga Minyak Dunia Menjadi Acuan Penetapan Harga BBM

Dalam menentukan harga BBM nonsubsidi, pemerintah tidak hanya melihat harga minyak mentah dunia. Penyesuaian juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika SerikatIndonesian Crude Price (ICP), biaya distribusi, hingga kondisi pasokan energi nasional. Dikutip dari Kontan, pemerintah bersama badan usaha penyedia BBM akan melakukan evaluasi setiap awal bulan sebelum memutuskan apakah harga Pertamax perlu disesuaikan atau tetap dipertahankan.

Harga BBM Subsidi Tetap Aman

Di tengah peluang turunnya harga Pertamax, Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar subsidi, tetap dipertahankan. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

BACA JUGA DISINI: Harga BBM Pertamina Shell BP-AKR dan Vivo Belum Berubah hingga 20 Juli 2026

Masyarakat Diminta Menunggu Evaluasi Resmi

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil evaluasi resmi yang akan dilakukan menjelang awal Agustus 2026. Apabila harga minyak dunia terus bergerak turun dan indikator ekonomi mendukung, peluang penyesuaian harga Pertamax menjadi lebih terbuka. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan diumumkan secara resmi setelah proses evaluasi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan badan usaha penyedia BBM lainnya selesai dilakukan.

Peluang harga Pertamax turun pada Agustus 2026 masih bergantung pada perkembangan harga minyak mentah dunia dan hasil evaluasi pemerintah. Selama indikator ekonomi menunjukkan tren yang positif, pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi agar memperoleh informasi yang akurat mengenai perubahan harga Pertamax.