Pertandingan antara Johor Darul Ta’zim vs Chelsea berakhir dengan skor 3-3 dalam pertandingan persahabatan pramusim di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri, Malaysia, Minggu 9 Agustus 2026. Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling mengejar keunggulan hingga menit-menit akhir.
Chelsea yang baru sehari sebelumnya menghadapi AC Milan menurunkan sejumlah pemain muda dan pemain pelapis. Sementara itu, Johor Darul Ta'zim atau JDT tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri dan mampu memberikan perlawanan kepada klub asal Inggris tersebut. Hasil imbang ini menjadi penutup tur pramusim Chelsea di kawasan Asia sebelum tim asuhan Xabi Alonso kembali ke Eropa untuk mempersiapkan pertandingan terakhir sebelum musim baru dimulai.
JDT Membuka Keunggulan Lebih Dulu
Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal. Chelsea berusaha menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang, tetapi JDT mampu memanfaatkan celah melalui serangan balik. JDT akhirnya membuka keunggulan melalui Arif Aiman Hanapi pada menit ke-14. Gol tersebut berawal dari kreasi Marcos Guilherme yang memberikan peluang kepada Arif Aiman untuk menaklukkan pertahanan Chelsea.
Chelsea kemudian mendapatkan kesempatan melalui titik putih. Liam Delap pada menit ke-43 yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Striker Chelsea tersebut kembali mencetak gol dari titik penalti pada babak kedua. Penalti diberikan setelah Jamie Gittens dilanggar di dalam kotak terlarang. Delap kembali mencetak gol pada menit ke-62, sehingga Chelsea berbalik unggul 2-1.
JDT Kembali Membalikkan Keadaan
Tertinggal satu gol tidak membuat JDT kehilangan momentum. Tim asal Malaysia tersebut terus memberikan tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan. Óscar Arribas mencetak gol untuk JDT pada menit ke-65 melalui tendangan bebas yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan. Skor pun kembali imbang 2-2. JDT kemudian kembali mencetak gol melalui Bergson pada menit ke-85, yang membawa tuan rumah berbalik unggul 3-2. Situasi tersebut membuat Chelsea harus meningkatkan intensitas serangan untuk menghindari kekalahan dalam pertandingan pramusim terakhir mereka di Asia.
Chelsea akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan menjelang pertandingan berakhir. Mykhailo Mudryk mengirimkan crossing dari sisi kiri ke arah kotak penalti JDT. Bola kemudian mengenai Antonio Cristian Glauder dan berubah arah hingga masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada menit ke-89. Gol tersebut sekaligus menjadi momen penting bagi Chelsea karena crossing Mudryk memaksa Glauder melakukan kesalahan dan menghasilkan gol penyama kedudukan. Pemain asal Ukraina itu masuk sebagai pemain pengganti dan memberikan kontribusi langsung dalam upaya Chelsea menghindari kekalahan dari JDT. Skor 3-3 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
BACA JUGA: Dortmund Juara Emirates Cup 2026 usai Kalahkan Arsenal 3-2
Liam Delap Jadi Sorotan
Terlepas dari hasil imbang, Liam Delap menjadi salah satu pemain Chelsea yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Penyerang tersebut mencetak dua gol melalui eksekusi penalti dan beberapa kali terlibat dalam permainan menyerang Chelsea. Performa Delap menjadi salah satu sisi positif bagi Xabi Alonso. Namun, Chelsea secara keseluruhan masih menunjukkan sejumlah masalah, khususnya dalam menjaga pertahanan ketika menghadapi serangan balik. Chelsea memang lebih banyak menguasai bola, tetapi JDT mampu menciptakan ancaman melalui transisi cepat. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan Alonso sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pertandingan Diwarnai Insiden Panas
Laga JDT vs Chelsea tidak hanya menarik karena banyaknya gol. Pertandingan juga sempat berlangsung panas setelah terjadi sejumlah benturan antar pemain. Salah satu insiden terjadi ketika pemain JDT melakukan tekel keras dari belakang terhadap Liam Delap. Situasi tersebut memicu ketegangan di lapangan dan melibatkan beberapa pemain dari kedua kesebelasan.
Ketegangan juga terjadi di area pinggir lapangan. Pelatih Chelsea Xabi Alonso bahkan harus turun tangan untuk meredakan situasi setelah terjadi perselisihan antara staf Chelsea dan staf JDT. Pertandingan tersebut akhirnya menghasilkan sejumlah kartu kuning dan memperlihatkan intensitas yang cukup tinggi untuk ukuran laga pramusim.
Drama Adu Penalti Setelah Pertandingan
Drama belum selesai ketika pertandingan berakhir. Setelah skor 3-3, kedua tim sempat diperkirakan akan menjalani adu penalti sebagai bagian dari agenda pertandingan. Namun, adu penalti tersebut akhirnya tidak dilaksanakan. Situasi ini sempat menimbulkan kebingungan karena pihak Chelsea menganggap adu penalti telah menjadi bagian dari kesepakatan pertandingan. Kedua tim kemudian meninggalkan lapangan tanpa menjalani babak tos-tosan tersebut. Berakhirnya laga dengan situasi tersebut menjadi salah satu cerita paling menarik dari pertemuan JDT dan Chelsea.
Chelsea Bersiap Menghadapi Musim Baru
Pertandingan melawan JDT menjadi bagian penting dari persiapan Chelsea menghadapi musim 2026/2027. Sebelumnya, Chelsea menjalani rangkaian pertandingan pramusim melawan sejumlah klub, termasuk AC Milan di Jakarta. Tur pramusim tersebut memberikan kesempatan bagi Xabi Alonso untuk melihat perkembangan para pemain, terutama pemain muda dan mereka yang sedang berusaha mendapatkan tempat di skuad utama.
Setelah menyelesaikan agenda di Asia, Chelsea masih memiliki satu pertandingan persahabatan melawan Real Sociedad sebelum memulai persiapan akhir menghadapi musim kompetisi. Chelsea dijadwalkan membuka perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Fulham pada 24 Agustus 2026. Sementara bagi JDT, hasil imbang melawan Chelsea menjadi pencapaian menarik dalam perjalanan klub yang terus berkembang di level Asia. JDT mampu menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan perlawanan serius kepada klub besar Eropa, sekaligus menjadikan pertandingan ini sebagai pengalaman berharga bagi para pemain dan klub.