Laga antara Bayern vs Rottach-Egern hampir selalu menjadi pertandingan yang menghiasi agenda pramusim Bayern Munich. Banyak penggemar bertanya-tanya mengapa klub sebesar Bayern rutin menghadapi tim amatir yang bermain di kasta bawah sepak bola Jerman. Di balik skor yang kerap berakhir sangat mencolok, ternyata terdapat sejarah panjang serta hubungan erat antara Bayern Munich, FC Rottach-Egern, dan masyarakat di kawasan Tegernsee.

Bermula dari Training Camp di Tegernsee

Tradisi ini berawal ketika Bayern Munich menjadikan Tegernsee sebagai lokasi pemusatan latihan pramusim. Setiap musim panas, skuad Die Roten menjalani training camp selama beberapa hari di kawasan pegunungan Bavaria tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi baru. Selama berada di Tegernsee, Bayern menggunakan fasilitas olahraga di Rottach-Egern dan menggelar beberapa sesi latihan terbuka yang dapat disaksikan ribuan pendukung. Sebagai penutup pemusatan latihan, Bayern selalu memainkan pertandingan persahabatan melawan klub lokal, yaitu FC Rottach-Egern. Tradisi ini terus dipertahankan hingga kini dan kembali berlangsung pada pramusim 2026.

Bentuk Terima Kasih kepada Masyarakat Lokal

Pertandingan melawan FC Rottach-Egern bukan sekadar uji coba biasa. Laga tersebut merupakan bentuk apresiasi Bayern Munich kepada masyarakat dan klub lokal yang telah menyambut serta menyediakan fasilitas selama pemusatan latihan berlangsung. Selain menjadi ajang hiburan bagi warga sekitar, pertandingan ini juga memberikan manfaat finansial bagi FC Rottach-Egern. Pendapatan dari penjualan tiket, sponsor, hingga aktivitas pertandingan menjadi pemasukan yang sangat berarti bagi klub amatir tersebut. Karena itulah, tradisi ini terus dipertahankan setiap kali Bayern menggelar training camp di Tegernsee.

Sudah Menjadi Tradisi Sejak 2018

Pertemuan Bayern Munich dengan FC Rottach-Egern mulai menjadi agenda rutin sejak 2018. Dalam setiap kesempatan, Bayern hampir selalu menurunkan kombinasi pemain muda, pemain pelapis, dan beberapa pemain senior untuk mendapatkan menit bermain sebelum musim resmi dimulai. Meski hasil pertandingan selalu timpang, suasana yang tercipta justru lebih menyerupai pesta sepak bola. Ribuan penonton memadati Stadion am Birkenmoos untuk menyaksikan langsung para bintang Bayern bermain dari jarak dekat.

Bayern Sudah Datang ke Tegernsee Sejak Era 1970-an

Tidak banyak yang mengetahui bahwa hubungan Bayern Munich dengan kawasan Tegernsee sudah terjalin selama puluhan tahun. Klub berjuluk Die Roten mulai menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pemusatan latihan sejak era 1970-an. Meski sempat vakum antara 2006 hingga 2017, Bayern kembali menjadikan Tegernsee sebagai lokasi training camp musim panas. Sejak saat itu, pertandingan persahabatan melawan FC Rottach-Egern kembali menjadi agenda rutin setiap pramusim.

BACA JUGA: Hasil Rottach-Egern vs Bayern Munich, Die Roten Menang Telak 15-0 pada Laga Pramusim

Deretan Skor Telak Bayern atas Rottach-Egern

Perbedaan kualitas kedua tim membuat Bayern hampir selalu meraih kemenangan besar setiap kali bertemu FC Rottach-Egern.

Beberapa hasil yang paling mencolok antara lain:

  • 2018 Rottach-Egern 2-20 Bayern Munich
  • 2019 Rottach-Egern 0-23 Bayern Munich
  • 2023 Rottach-Egern 0-27 Bayern Munich
  • 2024 Rottach-Egern 1-14 Bayern Munich
  • 2026 Rottach-Egern 0-15 Bayern Munich

 

Secara keseluruhan, Bayern telah mencetak 99 gol dalam 5 pertemuan tersebut, sementara FC Rottach-Egern hanya mampu mencetak tiga gol. Catatan itu menunjukkan betapa besarnya perbedaan level kompetisi kedua klub.

Lebih dari Sekadar Pertandingan Persahabatan

Bagi Bayern Munich, laga melawan FC Rottach-Egern bukan hanya tentang mencari kemenangan atau menguji strategi. Pertandingan ini telah berkembang menjadi simbol hubungan baik antara klub profesional dengan komunitas lokal yang menjadi tuan rumah training camp mereka.

Tradisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana klub sebesar Bayern tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat sekitar. Bahkan pada laga tahun 2026, perhatian publik justru tertuju pada momen ketika FC Rottach-Egern memainkan kasir klub yang juga berprofesi sebagai polisi. Kisah tersebut menjadi simbol bahwa pertandingan ini lebih mengedepankan nilai kebersamaan dibandingkan hasil akhir di papan skor.