University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 65 views

Apa Saja Kebiasaan Belajar yang Mulai Populer di Kalangan Mahasiswa?

G

Gusti Ayu Tita P

28 September 2026

Bagikan:
 Apa Saja Kebiasaan Belajar yang Mulai Populer di Kalangan Mahasiswa?

Perkembangan teknologi dan perubahan cara belajar membuat mahasiswa mulai menerapkan berbagai kebiasaan baru dalam kegiatan akademik. Jika sebelumnya belajar lebih banyak dilakukan dengan membaca buku atau mencatat materi di kelas, kini mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan metode belajar. Kebiasaan belajar mahasiswa semakin fleksibel, digital, dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Perubahan tersebut dapat membantu mahasiswa belajar dengan cara yang lebih efektif apabila diterapkan secara tepat.

BELAJAR MENGGUNAKAN PLATFORM DIGITAL

Platform digital menjadi salah satu bagian penting dalam kebiasaan belajar mahasiswa saat ini. Mahasiswa dapat memanfaatkan video pembelajaran, artikel, jurnal online, e-book, hingga platform kursus untuk memahami materi perkuliahan. Akses terhadap sumber belajar yang lebih beragam membuat mahasiswa tidak hanya bergantung pada materi yang diberikan di kelas. Mereka juga dapat mencari penjelasan tambahan ketika menemukan materi yang sulit dipahami.

Kebiasaan belajar secara digital memberikan fleksibilitas karena materi dapat diakses sesuai waktu dan kebutuhan. Mahasiswa dapat mengulang video atau membaca kembali materi tertentu tanpa harus menunggu pertemuan berikutnya. Namun, mahasiswa tetap perlu memilih sumber yang terpercaya agar informasi yang digunakan untuk belajar memiliki kualitas yang baik.

MENGGUNAKAN METODE ACTIVE RECALL

Active recall mulai banyak digunakan karena mendorong mahasiswa untuk mengingat kembali materi tanpa hanya membaca secara berulang. Dalam metode ini, mahasiswa dapat menutup buku atau materi kemudian mencoba menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang telah dipelajari. Kebiasaan mengingat kembali informasi dapat membantu mahasiswa mengetahui bagian materi yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu dipelajari.

Metode ini dapat diterapkan dengan berbagai cara sederhana. Mahasiswa dapat membuat pertanyaan sendiri, menggunakan kartu belajar, atau menjelaskan materi dengan bahasa sendiri tanpa melihat catatan. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, proses belajar dapat menjadi lebih aktif dibandingkan sekadar membaca materi berulang kali.

MEMBUAT JADWAL BELAJAR YANG LEBIH FLEKSIBEL

Kesibukan kuliah, organisasi, pekerjaan, dan kegiatan sosial membuat mahasiswa membutuhkan pengaturan waktu yang lebih fleksibel. Karena itu, membuat jadwal belajar menjadi salah satu kebiasaan yang semakin penting. Jadwal belajar membantu mahasiswa menentukan waktu khusus untuk membaca materi, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan ujian. Waktu belajar tidak harus selalu panjang selama dilakukan secara teratur.

Mahasiswa dapat membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi sesuai dengan aktivitas harian. Misalnya, materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat dipelajari ketika kondisi tubuh masih segar. Sementara itu, kegiatan seperti membaca ulang catatan dapat dilakukan pada waktu yang lebih santai. Konsistensi belajar secara bertahap dapat membantu mengurangi kebiasaan belajar secara mendadak menjelang ujian.

BELAJAR DALAM KELOMPOK SECARA ONLINE

Belajar kelompok kini tidak selalu membutuhkan pertemuan secara langsung. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi komunikasi dan ruang pertemuan virtual untuk berdiskusi dengan teman. Belajar kelompok secara online memungkinkan mahasiswa bertukar pemahaman meskipun berada di tempat yang berbeda. Cara ini juga dapat membantu mahasiswa memperoleh sudut pandang lain terhadap suatu materi.

Diskusi kelompok dapat dilakukan melalui panggilan video, forum percakapan, atau dokumen yang dikerjakan bersama. Setiap anggota dapat membagi tugas seperti mencari referensi, menjelaskan materi, atau membuat rangkuman. Meski demikian, kelompok belajar tetap perlu memiliki tujuan yang jelas agar waktu yang digunakan tidak berubah menjadi sekadar percakapan di luar materi.

MEMBUAT CATATAN DIGITAL

Catatan digital semakin populer karena praktis dan mudah disimpan. Mahasiswa dapat menggunakan laptop, tablet, atau aplikasi pencatat untuk menulis poin penting selama perkuliahan. Catatan digital memudahkan mahasiswa mencari, mengedit, dan mengorganisasi materi dalam satu tempat. Hal ini dapat membantu terutama ketika mahasiswa memiliki banyak mata kuliah dan materi yang perlu dipelajari.

Catatan juga dapat dibuat dengan format yang lebih terstruktur, seperti rangkuman, daftar poin, tabel, atau peta konsep. Mahasiswa dapat menyesuaikan bentuk catatan dengan jenis materi yang sedang dipelajari. Yang terpenting bukan hanya tampilan catatan, tetapi kemampuan mahasiswa memahami dan menggunakan kembali informasi tersebut saat belajar.

MEMANFAATKAN AI SEBAGAI PENDUKUNG BELAJAR

Kecerdasan buatan atau AI mulai digunakan sebagian mahasiswa sebagai alat pendukung dalam proses belajar. AI dapat dimanfaatkan untuk meminta penjelasan sederhana, membuat contoh soal, membantu memahami konsep, atau memberikan ide untuk memulai pembahasan. Penggunaan AI sebaiknya menjadi alat bantu memahami materi, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa.

Mahasiswa tetap perlu memeriksa informasi yang diberikan AI dengan sumber akademik yang terpercaya. Dalam kegiatan akademik, penggunaan AI juga harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh dosen atau perguruan tinggi. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, teknologi ini dapat membantu mahasiswa belajar lebih interaktif tanpa menghilangkan kemampuan untuk menganalisis dan memahami materi secara mandiri.

MENGGUNAKAN TEKNIK BELAJAR YANG SESUAI

Tidak semua mahasiswa memiliki cara belajar yang sama. Ada mahasiswa yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sementara yang lain lebih terbantu dengan membaca, menulis, berdiskusi, atau melakukan latihan soal. Memilih teknik belajar yang sesuai dapat membuat proses belajar terasa lebih efektif dan tidak monoton. Mahasiswa dapat mencoba beberapa metode untuk mengetahui cara yang paling membantu pemahaman mereka.

Selain metode, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kegiatan belajar. Sebagian mahasiswa lebih fokus di perpustakaan atau ruang belajar yang tenang, sedangkan mahasiswa lain dapat belajar dengan baik di tempat yang lebih fleksibel. Evaluasi secara berkala dapat membantu mahasiswa mengetahui kebiasaan mana yang benar-benar mendukung pencapaian akademik.

KESIMPULAN

Kebiasaan belajar mahasiswa terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan akademik yang semakin beragam. Belajar menggunakan platform digital, active recall, membuat jadwal fleksibel, belajar kelompok online, membuat catatan digital, dan memanfaatkan AI menjadi beberapa kebiasaan yang dapat mendukung proses belajar mahasiswa.

Namun, tidak semua tren belajar harus diterapkan sekaligus. Mahasiswa sebaiknya memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan, jenis materi, dan kondisi masing-masing. Kebiasaan belajar yang konsisten dan dilakukan secara tepat dapat membantu mahasiswa memahami materi sekaligus mengelola waktu akademik dengan lebih baik.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.