University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 15 views

Hari Sumpah Pemuda 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema dan Sejarahnya

W

Wizdan Ulum

27 Oktober 2026

Bagikan:
Hari Sumpah Pemuda 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema dan Sejarahnya

Hari Sumpah Pemuda 2026 diperingati pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk mengenang lahirnya ikrar persatuan pemuda Indonesia pada 1928. Peringatan tahun ini memasuki usia ke-98 dan mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan generasi muda dalam membangun persatuan bangsa. Selain mengenang sejarah, peringatan ini juga mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan, menjaga keberagaman, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026

Dilansir dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tema resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan tiga nilai utama yang diharapkan menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia. Ketiganya berkaitan dengan kecintaan terhadap tanah air, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai patriotik mengajak pemuda untuk menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara melalui tindakan nyata. Sikap ini dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menaati aturan, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, nilai gigih menggambarkan semangat untuk terus berusaha, belajar, dan berkembang meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Adapun nilai berempati mengingatkan generasi muda agar peka terhadap keadaan orang lain serta membangun kepedulian sosial. Melalui tema tersebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Dikutip dari Museum Sumpah Pemuda, sejarah Sumpah Pemuda berawal dari penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Kongres tersebut digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda dari berbagai daerah. Pada masa itu, para pemuda berasal dari beragam latar belakang suku, daerah, agama, dan organisasi. Meskipun memiliki perbedaan, mereka memiliki tujuan bersama untuk membangun persatuan sebagai bangsa Indonesia.

Kongres Pemuda II berlangsung dalam beberapa rapat yang membahas berbagai persoalan, termasuk pendidikan, nasionalisme, dan kepanduan. Dalam rangkaian kongres tersebut, para peserta merumuskan keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Salah satu momen penting dalam kongres tersebut adalah diperdengarkannya lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman dengan iringan biola.

Kongres kemudian ditutup dengan pembacaan keputusan yang menegaskan persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Sejak saat itu, Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan nasional. Ikrar tersebut menunjukkan bahwa persatuan dapat dibangun dengan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan.

Isi dan Makna Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama yang menjadi dasar semangat persatuan bangsa Indonesia. Ketiga ikrar tersebut menegaskan identitas bersama sebagai satu bangsa yang memiliki tanah air dan bahasa persatuan.

Berikut inti isi Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

  • Satu tanah air, yaitu tanah air Indonesia.
  • Satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
  • Satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

 

Ketiga ikrar tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengakuan terhadap satu tanah air menegaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari kesatuan yang harus dijaga bersama.

Pengakuan sebagai satu bangsa mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan suku, budaya, agama, dan daerah tidak menghilangkan identitas kebangsaan. Sementara itu, bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, semangat Sumpah Pemuda dapat diterapkan melalui sikap saling menghormati, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, serta kerja sama untuk menyelesaikan persoalan bersama.

BACA JUGA: 30 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026 Penuh Semangat Persatuan

Cara Memaknai Hari Sumpah Pemuda bagi Generasi Muda

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya dilakukan dengan mengikuti upacara atau mengunggah ucapan di media sosial. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk menerapkan nilai persatuan dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya adalah menghargai keberagaman di lingkungan sekolah, kampus, tempat kerja, maupun masyarakat. Pemuda dapat membangun hubungan yang positif dengan orang-orang dari latar belakang berbeda tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk melakukan diskriminasi.

Generasi muda juga dapat berkontribusi melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, kegiatan sosial, dan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Sikap gigih dalam belajar dan bekerja dapat membantu pemuda mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, semangat berempati dapat diwujudkan dengan membantu orang yang membutuhkan, terlibat dalam kegiatan sosial, serta lebih bijak dalam menyikapi persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Tindakan sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan nilai Sumpah Pemuda. Dengan demikian, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 2026 dapat menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, ketekunan, dan kepedulian terhadap sesama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

Berdasarkan pedoman peringatan yang disampaikan pemerintah, upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 waktu setempat. Pelaksanaan upacara menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pemuda Indonesia. Dilansir dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, rangkaian upacara mencakup pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.

Peringatan juga dapat diisi dengan berbagai kegiatan kepemudaan, seperti seminar, dialog, kegiatan sosial, olahraga, seni, budaya, dan aktivitas kreatif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Melalui berbagai kegiatan tersebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan nasional.

Hari Sumpah Pemuda 2026 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” menjadi momentum untuk meneruskan semangat persatuan yang diwariskan oleh para pemuda pada 1928. Dengan menjaga persatuan, terus mengembangkan kemampuan, dan peduli terhadap sesama, generasi muda dapat mengambil peran nyata dalam membangun masa depan Indonesia.

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.