Bagaimana Cara Membuat First Impression yang Baik Saat Bertemu Orang Baru?
Gusti Ayu Tita P
18 September 2026
First impression atau kesan pertama dapat memengaruhi bagaimana seseorang memandang kita ketika baru bertemu. Kesan tersebut dapat terbentuk dari cara berbicara, sikap, penampilan yang rapi, hingga bahasa tubuh. Karena itu, kemampuan membangun kesan pertama yang baik dapat berguna dalam berbagai situasi, seperti lingkungan sekolah, kampus, organisasi, maupun pergaulan. Hal yang paling penting adalah menunjukkan diri secara sopan, percaya diri, dan tetap menjadi diri sendiri.
MENJAGA PENAMPILAN TETAP RAPI
Penampilan menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan ketika seseorang pertama kali bertemu dengan orang lain. Tidak perlu menggunakan pakaian yang berlebihan, tetapi pastikan penampilan rapi dan bersih serta sesuai dengan situasi. Pilihan pakaian yang nyaman juga dapat membantu seseorang merasa lebih percaya diri.
Selain pakaian, kebersihan diri dan kerapian secara keseluruhan juga penting. Rambut, sepatu, dan perlengkapan yang digunakan sebaiknya diperhatikan sebelum bertemu orang baru. Penampilan yang rapi dapat menunjukkan bahwa seseorang menghargai dirinya sendiri dan situasi yang sedang dihadapi.
MENUNJUKKAN SIKAP RAMAH DAN SOPAN
Sikap ramah dapat membuat suasana pertemuan menjadi lebih nyaman. Memberikan senyum yang wajar, menyapa dengan sopan, dan menggunakan bahasa yang baik merupakan cara sederhana untuk membangun kesan positif. Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa kita menghargai orang yang sedang diajak berinteraksi.
Ketika berbicara, hindari memotong pembicaraan atau terlalu mendominasi percakapan. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapat dan tanggapilah dengan baik. Sikap sopan dan perhatian terhadap lawan bicara dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih nyaman sejak awal.
MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
Bahasa tubuh dapat memberikan kesan tertentu meskipun seseorang tidak sedang berbicara. Postur tubuh yang wajar, kontak mata yang sesuai, dan ekspresi yang ramah dapat menunjukkan keterbukaan ketika berinteraksi. Sebaliknya, terlalu sering melihat ke arah lain atau menunjukkan sikap tertutup dapat membuat komunikasi terasa kurang nyaman.
Tidak perlu memaksakan bahasa tubuh tertentu agar terlihat sempurna. Yang terpenting adalah menunjukkan sikap yang natural dan sesuai dengan situasi. Dengan memperhatikan komunikasi nonverbal, seseorang dapat membuat interaksi pertama terasa lebih positif.
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
Membangun first impression yang baik bukan hanya tentang bagaimana seseorang berbicara, tetapi juga bagaimana ia mendengarkan. Ketika orang lain berbicara, berikan perhatian dan hindari sibuk dengan hal lain. Mendengarkan dengan baik menunjukkan bahwa kita menghargai pembicaraan dan keberadaan orang tersebut.
Seseorang juga dapat memberikan respons yang sesuai dengan topik pembicaraan. Ajukan pertanyaan sederhana jika diperlukan agar percakapan dapat berjalan secara alami. Kemampuan mendengarkan dapat membantu membangun komunikasi yang lebih nyaman sekaligus menciptakan kesan yang baik.
KESIMPULAN
Membangun first impression yang baik dapat dilakukan melalui berbagai hal sederhana, seperti menjaga penampilan tetap rapi, bersikap ramah, menggunakan bahasa tubuh yang positif, dan menjadi pendengar yang baik. Kesan pertama memang dapat memengaruhi awal sebuah hubungan, tetapi hubungan yang baik tetap membutuhkan sikap konsisten setelah pertemuan pertama.
Tidak perlu berusaha menjadi orang lain hanya untuk mendapatkan kesan positif. Tunjukkan diri secara sopan, percaya diri, dan tetap menghargai orang lain. Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang tulus, pertemuan dengan orang baru dapat menjadi awal interaksi yang nyaman dan menyenangkan.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.