University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 68 views

Mengapa Mahasiswa Perlu Peduli Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem Tahun Baru?

G

Gusti Ayu Tita P

3 Desember 2025

Bagikan:
Mengapa Mahasiswa Perlu Peduli Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem Tahun Baru?

MENGAPA MAHASISWA PERLU PEDULI PERUBAHAN IKLIM SAAT PERGANTIAN TAHUN

Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya semakin dapat dirasakan melalui perubahan cuaca, hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, banjir, hingga suhu yang sulit diprediksi. Kondisi tersebut dapat menjadi lebih terasa pada periode akhir tahun ketika masyarakat banyak melakukan perjalanan dan berbagai aktivitas di luar rumah. Mahasiswa juga perlu memahami risiko tersebut karena aktivitas akademik, tempat tinggal, dan mobilitas mereka dapat terdampak. Kesadaran terhadap perubahan iklim dapat membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi berbagai kondisi sekaligus berperan dalam menjaga lingkungan.

CUACA EKSTREM DAPAT MENGGANGGU AKTIVITAS AKADEMIK

Cuaca ekstrem dapat memengaruhi aktivitas mahasiswa, terutama ketika mereka harus kembali ke kampus setelah masa liburan. Hujan deras, banjir, longsor, dan kerusakan jalan dapat membuat perjalanan menjadi lebih sulit dan berisiko. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan keterlambatan atau perubahan jadwal perkuliahan dan kegiatan akademik. Mahasiswa yang memahami kondisi cuaca dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik dan memilih waktu yang lebih aman. Kesiapan tersebut penting agar aktivitas akademik tetap dapat berjalan dengan risiko yang lebih rendah.

MAHASISWA PERLU WASPADA SAAT TINGGAL DI KOST

Mahasiswa yang tinggal di kost atau asrama sering berada jauh dari keluarga sehingga perlu memiliki kesiapan mandiri ketika terjadi kondisi darurat. Cuaca ekstrem dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti atap atau kamar mengalami kebocoran, listrik padam, hingga akses menuju tempat tinggal terganggu. Dalam situasi tertentu, mahasiswa juga mungkin perlu melakukan evakuasi apabila lingkungan tempat tinggal terkena banjir atau bencana lainnya. Mengetahui jalur evakuasi dan menyimpan perlengkapan penting di tempat yang mudah dijangkau dapat meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mahasiswa menghadapi kondisi darurat dengan lebih tenang.

PERUBAHAN IKLIM DAPAT MEMPENGARUHI MASA DEPAN KARIER

Mahasiswa saat ini merupakan bagian dari generasi yang akan menghadapi berbagai tantangan lingkungan dalam jangka panjang. Perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga dapat memengaruhi ekonomi, kesehatan, teknologi, industri, dan dunia kerja. Berbagai bidang pekerjaan semakin membutuhkan pengetahuan mengenai keberlanjutan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, serta pengurangan risiko lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai isu iklim dapat menjadi tambahan wawasan yang berguna bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier. Pengetahuan tersebut juga dapat membuka peluang untuk berkontribusi dalam pekerjaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

MAHASISWA DAPAT BERPERAN DALAM AKSI LINGKUNGAN

Mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perubahan iklim. Peran tersebut dapat dilakukan melalui edukasi lingkungan, kegiatan kampus, penelitian, kampanye, maupun program pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa juga dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar mengenai perubahan iklim dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain menyampaikan informasi, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan seperti penghijauan, pengurangan sampah, dan pengelolaan lingkungan di sekitar kampus. Semakin banyak mahasiswa yang terlibat, semakin besar peluang terbentuknya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.

KESIMPULAN

Memahami perubahan iklim dapat mendorong mahasiswa untuk membuat pilihan sehari-hari yang lebih bijak. Kebiasaan sederhana seperti menghemat listrik dan air, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memilah sampah dapat menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Mahasiswa juga dapat mempertimbangkan penggunaan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda ketika kondisi dan jarak memungkinkan. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan nyaman. Kepedulian terhadap iklim pada akhirnya bukan hanya tentang menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga tentang membangun kebiasaan yang mendukung kehidupan masa depan.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.