Semarang, 9 Juni 2026 — Universitas STEKOM bersama SLBN Semarang dan Toploker.com menggelar syukuran Hari Raya Idul Adha pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan hari raya, melainkan wujud nyata komitmen terhadap inklusivitas yang selama ini terus didorong oleh Universitas STEKOM dalam ekosistem pendidikan dan dunia kerja.

Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak dari SLBN Semarang hadir dan menjadi bagian utama dari perayaan ini disambut bukan sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai mitra yang setara dalam semangat berbagi.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya Bapak Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom, selaku Rektor Universitas STEKOM sekaligus Dewan Pakar APINDO Jawa Tengah yang baru saja resmi dilantik pada 3 Juni 2026 di Rama Shinta Ballroom, Hotel Patrajasa Semarang, dalam rangkaian Pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Jawa Tengah Masa Bakti 2026–2031.

APINDO atau Asosiasi Pengusaha Indonesia adalah organisasi resmi yang mewakili kepentingan dunia usaha di Indonesia. Keberadaan Dr. Joseph sebagai Dewan Pakar membuka peluang strategis untuk mendorong kebijakan industri Jawa Tengah agar lebih berpihak pada tenaga kerja inklusif, termasuk penyandang disabilitas.

Posisi Dr. Joseph yang kini berada di dua garis sekaligus sebagai Rektor Universitas STEKOM dan Dewan Pakar APINDO Jawa Tengah menjadi jembatan strategis antara dunia akademik dan dunia industri. Ini memberi Universitas STEKOM posisi yang lebih kuat untuk mendorong agenda inklusi tidak hanya di level kampus, tetapi langsung di meja kebijakan dunia usaha provinsi.

Kehadirannya dalam syukuran Idul Adha bersama anak-anak SLBN Semarang mempertegas bahwa komitmen tersebut bukan retorika melainkan tindakan nyata yang konsisten, dari ruang rapat hingga lapangan.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang solid antara empat pihak dengan peran berbeda, namun tujuan yang sama.

Universitas STEKOM berperan sebagai institusi pendidikan tinggi yang secara aktif mendorong inklusivitas dalam ekosistem akademik dan ketenagakerjaan. SLBN Semarang sebagai lembaga pendidikan luar biasa yang menjadi garda terdepan bagi siswa berkebutuhan khusus. Toploker.com sebagai platform rekrutmen inklusif yang memastikan peluang kerja terbuka lebar bagi penyandang disabilitas. Serta APINDO Jawa Tengah yang membawa seluruh agenda inklusi ini masuk ke ranah kebijakan dunia usaha di tingkat provinsi.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa inklusi yang efektif tidak bisa berjalan sendiri, ia membutuhkan keterlibatan lintas sektor yang terkoordinasi dan berkomitmen jangka panjang.

Sejumlah pengurus dan perwakilan APINDO Jawa Tengah turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan inklusi yang diinisiasi Universitas STEKOM.

Mereka berpartisipasi dalam pembagian donasi berupa tumbler kepada anak-anak berkebutuhan khusus SLBN Negeri Semarang serta meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan bantuan simbolis, tetapi juga menghadirkan rasa diterima, dihargai, dan diperhatikan bagi anak-anak yang hadir, sehingga suasana syukuran Idul Adha berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.

Bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengambil bagian dalam gerakan inklusi, momen ini menjadi referensi nyata bahwa keterlibatan dunia usaha tidak harus rumit. Mulai dari membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, mendukung kegiatan komunitas, hingga berkolaborasi dengan institusi seperti STEKOM dan Toploker.com setiap langkah kecil memiliki dampak yang nyata dan terukur.

APINDO Jawa Tengah kini memiliki Dewan Pakar yang tidak hanya memahami dunia industri, tetapi juga memahami betapa pentingnya membuka ruang bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran. Bersama Universitas STEKOM, SLBN Semarang, dan Toploker.com, sebuah ekosistem inklusi yang nyata sedang dibangun bukan di atas slogan, tetapi di atas tindakan yang bisa dilihat, dirasakan, dan dicontoh.

Universitas STEKOM tidak menunggu kebijakan itu matang untuk bertindak. Mereka sudah bergerak lebih dulu membuktikan bahwa inklusi bukan soal menunggu waktu yang tepat, tetapi soal memilih untuk memulai. Dan pada 9 Juni 2026, di tengah anak-anak SLBN Semarang yang hadir penuh suka cita, bukti itu hadir dalam bentuknya yang paling sederhana sekaligus paling kuat: tindakan nyata.